TOPIK TAKALAR

Selasa, 22 September 2026

Bupati Takalar Panen Cabai di Moncongkomba

Kepemimpinan tak selalu terlihat dari balik meja pemerintahan. Di Desa Moncongkomba, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye memilih turun langsung ke lahan pertanian, memetik cabai dan berbaur bersama para petani.

Di bawah terik matahari, Daeng Manye ikut memanen cabai bersama warga. Ia tampak akrab berbincang dengan petani sembari melihat langsung kondisi lahan dan hasil pertanian yang menjadi bagian penting dari sumber penghidupan masyarakat.



Bagi Daeng Manye, berada di tengah lahan pertanian menghadirkan kenangan tersendiri. Suasana tersebut mengingatkannya pada masa kecil ketika dirinya sering menemani orang tuanya ke sawah.

“Dulu waktu kecil saya sering ikut orang tua ke sawah. Jadi ketika berada di tengah-tengah petani seperti ini, saya seperti kembali mengingat masa kecil,” ujar Daeng Manye. (22/09/2026)

Ia mengaku bersyukur melihat lahan pertanian warga dapat dimanfaatkan dengan baik hingga menghasilkan. Menurutnya, produktivitas lahan bukan hanya memberikan hasil bagi keluarga petani, tetapi juga menjadi bagian dari harapan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

“Kalau lahan dimanfaatkan dan menghasilkan, tentu ini menjadi berkah bagi keluarga dan masa depan mereka,” katanya.

Di sela kegiatan panen, Daeng Manye juga memberikan gula pasir kepada para petani sebagai bentuk perhatian dan apresiasi atas kerja keras mereka.

Tak berhenti pada kunjungan dan dialog, Daeng Manye juga meminta Dinas Pertanian Kabupaten Takalar untuk membantu kebutuhan petani, khususnya penyediaan pompa air untuk mendukung pengairan lahan.

Bagi Daeng Manye, pemerintah harus hadir sedekat mungkin dengan masyarakat. Dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah dapat melihat kondisi yang sebenarnya, mendengar kebutuhan petani dan mencari solusi atas persoalan yang mereka hadapi.

Momen panen cabai di Moncongkomba itu pun menjadi potret sederhana tentang kedekatan seorang pemimpin dengan rakyatnya. Di tengah panas matahari, Daeng Manye tidak hanya datang melihat hasil pertanian, tetapi ikut memetik, berbincang dan mendengarkan suara petani.

Dari hamparan lahan cabai tersebut, tersirat pesan bahwa kemajuan pertanian tidak hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga melalui kehadiran, perhatian dan keberpihakan pada kerja keras para petani.

Jejak itu ditinggalkan Daeng Manye di tengah petani Moncongkomba: hadir di lapangan, mendengar dari dekat dan mendorong solusi untuk kebutuhan masyarakat.


Senin, 21 September 2026

Bupati Takalar Tidak Menginginkan Ada Desa yang Masih Gelap Sehingga Mendorong Percepatan Listrik hingga Tanakeke

TAKALAR — Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mendorong percepatan pemerataan akses listrik hingga wilayah pelosok, termasuk kawasan Tanakeke yang masih membutuhkan perhatian dalam pemenuhan kebutuhan kelistrikan.

Dorongan tersebut disampaikan Daeng Manye saat menghadiri sinkronisasi usulan lokasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) di Sulawesi Selatan, Senin (21/9/2026).

Kegiatan berlangsung di Kantor PT PLN (Persero) UID Sulawesi Selatan, Jalan Letjen Hertasning, Kota Makassar. Pertemuan itu membahas sinkronisasi usulan lokasi program listrik perdesaan dari pemerintah daerah, termasuk penyiapan lahan dan penyelesaian perizinan untuk mendukung program kelistrikan.

Daeng Manye hadir didampingi Kepala Dinas Perhubungan Takalar Sirajuddin Saraba dan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Andi Rijal M.

Sementara dari PLN hadir General Manager PT PLN UID Sulselrabar Edyansyah bersama jajaran.

Sebanyak 11 kabupaten mengikuti kegiatan tersebut, yakni Selayar, Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Barru, Pinrang, Sidrap, Enrekang, Toraja, Bone, dan Soppeng.

Usai kegiatan, Daeng Manye mengatakan Pemkab Takalar terus berkoordinasi dengan PLN untuk membahas kebutuhan listrik masyarakat di sejumlah wilayah.

“Hari ini kami berkoordinasi, berdiskusi untuk mengusulkan potensi terkait dengan listrik yang ada di Takalar yang perlu mendapat suplai atau perhatian agar sampai kepada mereka yang membutuhkan listrik,” kata Daeng Manye.

Ia menyebut masih terdapat sejumlah desa di Takalar yang membutuhkan perhatian, khususnya wilayah Tanakeke dan beberapa lokasi lainnya.

«“Banyak desa di Takalar yang perlu mendapat perhatian, khususnya di daerah Tanakeke dan juga beberapa tempat yang lain,” ujarnya.»

Menurut Daeng Manye, sinkronisasi bersama PLN menjadi langkah penting untuk memastikan usulan kebutuhan listrik dari daerah dapat ditindaklanjuti melalui program listrik perdesaan.

Pemkab Takalar berharap dukungan PLN dapat mempercepat perluasan akses listrik sehingga masyarakat di wilayah pelosok, termasuk Tanakeke, dapat memperoleh layanan kelistrikan yang lebih merata.

Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pengembangan ekonomi di wilayah yang masih membutuhkan penguatan infrastruktur dasar.


Minggu, 20 September 2026

Proyek PLTS Tersebar Bakal Hadir di Takalar, Bupati Daeng Manye Momentum Dongkrak PAD dan Ekonomi Daerah

Kabupaten Takalar berpeluang menjadi salah satu pusat pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang disebut akan menjadi yang terbesar di Indonesia direncanakan dibangun di wilayah Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Rencana strategis tersebut mulai dibahas dalam diskusi awal yang berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026. Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye bertemu dengan Direktur Utama PTPN I Mayjen TNI Dr. Abdul Rivai Ras, General Manager PLN Sulselbar Edyawan, serta masing-masing tim untuk membahas perencanaan pembangunan PLTS tersebut.

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menyatukan berbagai aspek perencanaan, termasuk potensi wilayah, kebutuhan energi, kesiapan lahan, hingga peluang pengembangan investasi energi terbarukan di Kabupaten Takalar.

Jika rencana tersebut terealisasi, pembangunan PLTS berskala besar ini diproyeksikan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap penyediaan energi bersih, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Salah satu manfaat yang diharapkan adalah menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui aktivitas ekonomi dan investasi yang berkembang di sekitar proyek.

Selain itu, keberadaan proyek berskala besar tersebut berpotensi membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal selama proses pembangunan maupun dalam tahap operasional nantinya.

Dari sisi ekonomi, investasi PLTS juga diharapkan mampu menggerakkan berbagai sektor pendukung, mulai dari jasa, perdagangan, transportasi hingga usaha masyarakat di sekitar kawasan proyek.

Pemanfaatan potensi daerah menjadi salah satu aspek penting dalam rencana tersebut. Takalar dinilai memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung proyek energi terbarukan sekaligus memperkuat posisi daerah dalam menghadapi kebutuhan energi di masa depan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Takalar, pembangunan PLTS berskala besar juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah dan membuka peluang investasi baru.

Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye berharap seluruh tahapan perencanaan dan pembahasan dapat berjalan dengan baik sehingga rencana besar tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Mohon doa agar semuanya berjalan lancar untuk kemajuan masyarakat,” demikian harapan Bupati Takalar.

Rencana pembangunan PLTS terbesar di Indonesia tersebut kini memasuki tahap awal pembahasan. Jika seluruh proses perencanaan, kajian, dan tahapan teknis dapat berjalan sesuai rencana, proyek ini berpotensi menjadi salah satu investasi strategis yang membawa wajah baru bagi sektor energi dan perekonomian Kabupaten Takalar.

Jumat, 18 September 2026

Daeng Manye Serahkan Rp10 Juta untuk Masjid dan 100 Mobil Timbunan Saat Safari Jumat Di Banyuanyara

Safari Jumat Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, di Desa Banyuanyara, Kecamatan Sanrobone, Jumat (18/9/2026), menjadi momentum penyerahan bantuan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Daeng Manye menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Kepala Desa Banyuanyara, Subair, berupa uang tunai Rp10 juta untuk Masjid Nurul Falaq dan timbunan sebanyak 100 mobil untuk mendukung kebutuhan pekuburan Desa Banyuanyara.

Penyerahan bantuan berlangsung di Masjid Nurul Falaq dan disaksikan Kabag Kesra Takalar Sudirman serta Camat Sanrobone Irham L.

Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Takalar terhadap kebutuhan fasilitas keagamaan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

Tak hanya menyerahkan bantuan, Safari Jumat juga dimanfaatkan Bupati Takalar untuk berdialog langsung dengan masyarakat.

Sejumlah aspirasi disampaikan warga, mulai dari persoalan bantuan sosial, ketahanan pangan, ketersediaan LPG 3 kilogram, irigasi, jalan, jembatan, sektor kelautan hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam sambutannya, Daeng Manye mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pengembangan berbagai potensi yang dimiliki masyarakat Takalar.

Menurutnya, potensi yang ada harus dikembangkan secara maksimal sehingga mampu menciptakan nilai tambah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Sekarang ini kami juga sedang mendorong perikanan. Sehingga masyarakat kita ini jangan terhambat dengan keterbatasan,” kata Daeng Manye.

Ia menyebut sektor perikanan menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pengembangan sektor tersebut tidak hanya dilakukan melalui peningkatan produksi, tetapi juga dengan mendorong inovasi dan pengolahan hasil perikanan agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Masih banyak potensi daerah yang harus dikembangkan,” ujarnya.

Daeng Manye menegaskan, pengembangan potensi ekonomi masyarakat harus berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan dasar.

Karena itu, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat terkait irigasi, jalan, jembatan, kelautan, UMKM hingga kebutuhan hunian menjadi perhatian pemerintah daerah.

Safari Jumat tersebut sekaligus menjadi ruang komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat. Melalui pertemuan seperti ini, berbagai persoalan di lapangan dapat disampaikan secara langsung untuk menjadi bahan perhatian dan tindak lanjut pemerintah sesuai kewenangan dan kemampuan daerah.

Pemerintah Kabupaten Takalar berharap pengembangan potensi lokal dan penyelesaian kebutuhan dasar masyarakat dapat terus berjalan beriringan, sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga.

Bupati Takalar Dorong Pemda Kab. Takalar Dapat Dryer Jagung 10 Ton

TAKALAR — Pemerintah Kabupaten Takalar terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil tanaman pangan.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui dukungan sarana pascapanen berupa dryer jagung berkapasitas 10 ton per hari yang diperoleh Kabupaten Takalar melalui (DTPHPKP) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar

Kepala DTPHPKP Kabupaten Takalar, Parawansa, mengungkapkan bahwa dukungan terhadap sarana pascapanen tersebut tidak terlepas dari komunikasi dan koordinasi Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye dengan jajaran Kementerian Pertanian.

Menurut Parawansa, komunikasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperjuangkan kebutuhan petani, terutama dalam menghadirkan sarana yang dapat membantu proses penanganan hasil pertanian setelah panen.

“Dryer jagung 10 ton per hari ini untuk Kelompok Tani Massamaturu, Kelurahan Mangadu, Kecamatan Mangarabombang, dan Kelompok Tani Makmur, Desa Banyuanyara, Kecamatan Sanrobone,” ungkap Parawansa.

Ia menambahkan, selama kepemimpinan Bupati Daeng Manye, dukungan terhadap sarana pascapanen di Kabupaten Takalar terus bertambah.

Saat ini, terdapat dua unit dryer yang pembangunannya sudah hampir rampung, masing-masing dryer jagung dengan kapasitas 10 ton per hari dan dryer padi dengan kapasitas 30 ton per hari.

Tidak berhenti sampai di situ, pada bulan ini Kabupaten Takalar juga akan mendapatkan tambahan dryer jagung berkapasitas 10 ton per hari yang prosesnya telah berkontrak.

“Ditambah dua lagi yang sementara dalam proses pengusulan ke Kementerian Pertanian. Jadi, hampir pasti tahun ini sudah ada empat dryer yang akan beroperasi di Takalar,” jelas Parawansa.

Penambahan sarana tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat penanganan hasil pertanian di tingkat petani.

Keberadaan dryer diharapkan dapat membantu proses pengeringan hasil panen secara lebih efektif, sehingga petani memiliki fasilitas yang lebih memadai dalam menjaga kualitas hasil produksi.

Menurut Parawansa, penguatan sarana pascapanen merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan dukungan nyata kepada kelompok tani.

Dengan semakin bertambahnya fasilitas dryer, hasil produksi pertanian di Takalar diharapkan dapat ditangani dengan lebih baik dan memberikan nilai tambah bagi petani.

Pemerintah Kabupaten Takalar melalui DTPK juga terus membangun sinergi dengan pemerintah pusat agar kebutuhan sarana pertanian di daerah dapat diakomodasi melalui berbagai program dukungan Kementerian Pertanian.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemkab Takalar untuk memperkuat sektor pertanian dari sisi produksi hingga pascapanen.

Bertambahnya sarana dryer di berbagai wilayah Takalar diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem pertanian sekaligus mendorong petani semakin produktif, mandiri dan mampu meningkatkan nilai ekonomi dari hasil pertanian mereka.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan pemerintah pusat, sektor pertanian Takalar diharapkan terus berkembang serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.


Kamis, 17 September 2026

Bupati Takalar Apresiasi Inovasi Digital SIDATABERU dan Law Consult di Desa Kampung Beru

TAKALAR – Pemerintah Desa Kampung Beru, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, terus mendorong peningkatan pelayanan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan dua inovasi, yakni Sistem Informasi Data Keluarga Kampung Beru (SIDATABERU) dan Law Consult, yang diperkenalkan dalam audiensi bersama Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, di ruang rapat Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kamis (17/9/2026).

Kepala Desa Kampung Beru, Muhammad Ali, S.H., menjelaskan, SIDATABERU dikembangkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar, sementara Law Consult merupakan layanan konsultasi hukum berbasis digital yang dikembangkan melalui kerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

SIDATABERU diperuntukkan bagi pemerintah desa untuk mengelola data kependudukan secara lebih praktis dan efisien, termasuk data rumah atau Kartu Keluarga (KK), serta statistik kependudukan hingga tingkat dusun yang mencakup jumlah penduduk, jenis kelamin, perokok aktif, lansia, dan status perkawinan.

Selain pengelolaan data, SIDATABERU dilengkapi fitur pembuatan dan pemindaian barcode yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi data setiap rumah warga. Sementara itu, Law Consult dirancang untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan konsultasi hukum sejak tahap awal tanpa harus langsung datang ke tempat layanan.

Akses layanan dapat dilakukan melalui barcode yang tersedia di Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Desa Kampung Beru, dengan pilihan konsultasi melalui chat, panggilan suara, maupun panggilan video.
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, mengapresiasi inovasi tersebut dan mendorong agar pemanfaatan teknologi benar-benar diarahkan untuk menjawab kebutuhan konkret pemerintah desa dan masyarakat.

Menurutnya, digitalisasi data kependudukan dapat membantu pemerintah desa dalam memperoleh informasi secara cepat serta menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan peningkatan pelayanan. Ia juga menilai layanan konsultasi hukum berbasis digital dapat menjadi pintu awal bagi masyarakat untuk memperoleh informasi ketika menghadapi persoalan hukum.

“Ukuran keberhasilannya bukan hanya aplikasinya ada, tetapi apakah perangkat desa menggunakannya dan apakah masyarakat benar-benar terbantu. Kalau datanya diperbarui dan layanannya dipakai, teknologi itu baru memberi manfaat,” ujar Daeng Manye.

Dalam pengembangan SIDATABERU, tim KKN UIN Alauddin Makassar yang terlibat yakni Al Rasyak Izwar dan Indardewa Rahman. Sementara pengembangan Law Consult melibatkan tim PPK Ormawa Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Fakultas Hukum UMI Makassar, yaitu Muhammad Atif, Muhammad Fadel, Jibran Ahmad, dan Asnawir.

Pengembangan kedua layanan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Desa Kampung Beru memperluas pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan administrasi dan informasi hukum.


Sekda Takalar Ingatkan ASN: Semangat Kemerdekaan Harus Diwujudkan Lewat Karya Nyata

TAKALAR – Upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional tingkat Kabupaten Takalar digelar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Sulawesi Selatan, Kamis (17/9/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar. Sekretaris Daerah (Sekda) Takalar Muhammad Hasbi bertindak sebagai inspektur upacara.

Prosesi diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih, kemudian dilanjutkan pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, pengucapan Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), serta doa.

Mayoritas ASN mengenakan pakaian Korpri, sementara personel Satpol PP Takalar menggunakan pakaian dinas harian (PDH). Upacara tersebut turut dihadiri unsur Polres Takalar, Dandim 1426/Takalar, Ketua Pengadilan Agama Takalar, Ketua DPRD Takalar, serta para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam amanatnya, Muhammad Hasbi menegaskan bahwa pelaksanaan upacara setiap tanggal 17 tidak boleh dimaknai sebatas agenda seremonial pemerintahan. Menurutnya, Hari Kesadaran Nasional menjadi momentum pembinaan bagi aparatur pemerintah, TNI, Polri, PNS, PPPK, dan seluruh abdi negara untuk memperkuat tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

“Pelaksanaan upacara setiap tanggal 17 bukan hanya seremonial, tetapi merupakan momentum pembinaan bagi Aparatur Pemerintah, TNI, Polri, PNS, PPPK, dan seluruh abdi negara,” ujar Hasbi.

Hasbi juga meminta agar semangat kemerdekaan tidak berhenti dalam bentuk peringatan, tetapi diwujudkan melalui kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab, integritas, karya nyata, serta kecepatan dalam melaksanakan tugas.

“Semangat 17 Kemerdekaan RI harus tetap diingat setiap saat, dan diwujudkan dalam bentuk tanggung jawab, karya nyata, integritas, serta kecepatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya penerapan manajemen yang baik, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan hingga pengawasan.

Dalam kesempatan tersebut, Hasbi turut menyinggung persiapan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) bersama DPRD Takalar.

Ia meminta seluruh OPD mempersiapkan mental, argumentasi, data, serta dokumen pendukung sebelum mengikuti pembahasan. “Saya minta persiapkan mental, argumentasi, data, dan dokumen pendukung lainnya dalam rangka mengikuti pembahasan KUA-PPAS,” katanya.

Ia menegaskan, setiap usulan anggaran tidak cukup hanya berupa daftar kebutuhan, tetapi harus dilengkapi indikator, target, dasar hukum, dan penjelasan mengenai kontribusinya terhadap kepentingan masyarakat.

Upacara Hari Kesadaran Nasional tingkat Kabupaten Takalar kemudian ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran pelaksanaan tugas pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Takalar.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran aparatur untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas, meningkatkan disiplin, serta menghadirkan pelayanan publik yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.


Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done