TOPIK TAKALAR

Minggu, 21 Juni 2026

Bupati Takalar dan Rektor Unhas Diskusi Santai Matangkan Proyek Kemaritinan di Takalar, Dorong PAD dan Lapangan Kerja Baru

Takalar – Komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mengembangkan potensi maritim daerah terus diperkuat.

Bupati Takalar, Ir. Mohammad Firdaus Daeng Manye, menggelar diskusi strategis bersama jajaran pimpinan Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Minggu (21/6/2026) sore.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh substansi tersebut membahas secara mendalam rencana pengembangan institusi dan sektor kemaritiman Unhas yang akan ditempatkan di wilayah Kabupaten Takalar.

Langkah ini dinilai sebagai peluang besar untuk menghadirkan kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah yang mampu memberikan dampak nyata terhadap pembangunan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan sektor kelautan dan perikanan di Takalar.

Sebagai daerah yang memiliki garis pantai panjang dan kekayaan sumber daya laut yang melimpah, Takalar dinilai sangat potensial menjadi pusat pengembangan riset, pendidikan, dan industri kemaritiman di Sulawesi Selatan.

Di sisi lain, Unhas terus bertransformasi menjadi korporasi akademik modern yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga mendorong kemandirian finansial melalui pengembangan bisnis berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

Melalui sinergi tersebut, kedua pihak berupaya membangun hubungan yang saling menguntungkan. Takalar berpeluang meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui tumbuhnya aktivitas ekonomi baru, sementara Unhas memperoleh ruang pengembangan ekosistem akademik dan bisnis yang lebih luas.

Rencana besar ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani antara Pemerintah Kabupaten Takalar dan Universitas Hasanuddin pada April 2025 lalu.

Pertemuan kali ini menjadi momentum evaluasi sekaligus percepatan implementasi berbagai poin kerja sama agar segera diwujudkan dalam program yang lebih konkret dan terukur.

Diskusi tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., yang menunjukkan keseriusan kampus dalam mengawal proyek strategis tersebut.

Menurutnya, pengembangan sektor kemaritiman di Takalar memiliki prospek yang sangat besar. Dengan menggabungkan pendekatan ilmiah, riset terapan, dan hilirisasi industri maritim, kehadiran pusat pendidikan maupun riset Unhas di Takalar diyakini mampu mendorong modernisasi tata kelola sektor kelautan sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan dan Bisnis Unhas, Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, S.T., M.Phil., yang membahas berbagai peluang investasi dan skema kerja sama bisnis yang dapat dikembangkan bersama.

Selain itu, hadir pula Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Alumni dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., yang memberikan perhatian terhadap aspek penguatan SDM, tata kelola, dan legalitas kerja sama.

Bagi Pemerintah Kabupaten Takalar, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjadi proyek prestisius semata, tetapi juga mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kehadiran aktivitas pendidikan, penelitian, dan bisnis Unhas di Takalar diyakini akan menciptakan efek berganda (multiplier effect), mulai dari meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, tumbuhnya usaha pendukung, meningkatnya literasi kemaritiman, hingga terbukanya lapangan kerja baru bagi generasi muda Takalar.

Di akhir pertemuan, kedua belah pihak sepakat untuk segera menurunkan tim teknis guna menyusun langkah operasional lanjutan. Tim tersebut akan bertugas melakukan survei lokasi, menyusun draf teknis kerja sama, serta merancang linimasa pelaksanaan agar pengembangan sektor kemaritiman Unhas di Kabupaten Takalar dapat segera terealisasi secara profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.

Kolaborasi strategis antara Pemkab Takalar dan Unhas ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengembangan kawasan maritim Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat posisi Takalar sebagai daerah pesisir yang maju, produktif, dan berbasis ilmu pengetahuan.


Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Layak Huni di Takalar, Wujud Sinergi Pemprov Sulsel dan Kodam XIV/Hasanuddin

TAKALAR-Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaeman, S.T., bersama Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menghadiri kegiatan peletakan batu pertama (Groundbreaking) pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Dusun Panyangkalang, Desa Panyangkalang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Jumat (19/06/2026).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 orang tersebut merupakan bagian dari program bantuan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Provinsi Sulawesi Selatan melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan Kodam XIV/Hasanuddin.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M., Dandim 1426/Takalar Letkol Inf. Anton Timotius Milala, S.E., M.I.P., Aster Kasdam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf. Muh. Saifudinkhoiruzzamani, Kazidam XIV/Hasanuddin Kolonel Czi. Prastiwanto S., S.E., M.L.Pol., Dandeninteldam XIV/Hasanuddin Letkol Inf. Alfredo Siahaan, Dandenzibang 1 Makassar Letkol Czi. Azis Siswanto, Sekda Takalar Dr. H. Muhammad Hasbi, S.STP., M.AP., M.I.Kom., Wakapolres Takalar Kompol Alauddin, para kepala OPD, unsur Forkopimcam, serta para kepala desa se-Kecamatan Laikang.

Dalam sambutannya, Bupati Takalar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Selatan atas bantuan pembangunan 140 unit rumah layak huni bagi masyarakat Kabupaten Takalar. Menurutnya, program tersebut sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah dan menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menegaskan bahwa program pembangunan rumah layak huni merupakan wujud kepedulian dan komitmen Kodam XIV/Hasanuddin yang bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan kumuh dan wilayah terdampak bencana.

“Program ini juga selaras dengan salah satu program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat yang berfokus pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui renovasi serta pembangunan rumah yang sehat, aman, dan layak huni bagi warga kurang mampu,” ujarnya.

Pangdam menambahkan, pada tahap pertama program tersebut akan dibangun sebanyak 40 unit rumah dari total 140 unit rumah yang direncanakan untuk wilayah Kabupaten Takalar.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaeman menyampaikan bahwa peletakan batu pertama ini menjadi tanda dimulainya pembangunan 40 unit Rumah Layak Huni di Kecamatan Laikang. Ia berharap program tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga.

“Pembangunan rumah layak huni ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mendukung program pengentasan kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan,” ungkap Gubernur.

Kegiatan peletakan batu pertama berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Program pembangunan Rumah Layak Huni ini diharapkan dapat memberikan hunian yang sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat serta menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup warga Kabupaten Takalar

Ribuan Pelari Meriahkan Takalar Run 2026, Bupati Daeng Manye Turun Langsung Semarakkan HUT Bhayangkara ke-80

TAKALAR-Semangat olahraga dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Takalar Run 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Minggu (21/6/2026), di Markas Kepolisian Resor (Polres) Takalar.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WITA tersebut diikuti langsung oleh Bupati Takalar Ir. Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Takalar Dewi Sri Ekawati Firdaus.

Kehadiran keduanya menjadi bukti dukungan Pemerintah Kabupaten Takalar terhadap kegiatan olahraga yang mampu mempererat hubungan antara masyarakat dan aparat penegak hukum.

Takalar Run 2026 berlangsung meriah dengan antusiasme masyarakat yang luar biasa. Tercatat sekitar 1.200 peserta memadati lokasi kegiatan.

Para pelari tidak hanya berasal dari Kabupaten Takalar, tetapi juga datang dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan untuk ambil bagian dalam ajang olahraga tersebut.

Sejak pagi hari, suasana di kawasan Polres Takalar dipenuhi semangat para peserta yang tampil dengan berbagai atribut komunitas lari. Kebersamaan dan kekompakan terlihat jelas sepanjang jalur yang dilalui para runners hingga mencapai garis finis.

Bupati Takalar Daeng Manye mengapresiasi jajaran Polres Takalar yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, Takalar Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga semata, tetapi juga sarana memperkuat silaturahmi, meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat, serta membangun sinergitas antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat membangun semangat kebersamaan sekaligus mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. Saya berharap kegiatan positif seperti ini terus dilaksanakan dan menjadi agenda rutin yang mampu mempererat persaudaraan di tengah masyarakat,” ujar Daeng Manye.

Selain menghadirkan nuansa kompetitif yang sehat, Takalar Run 2026 juga menjadi momentum memperkenalkan Kabupaten Takalar kepada peserta dari berbagai daerah. Event ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan sport tourism atau wisata olahraga yang dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Rangkaian kegiatan semakin semarak dengan berbagai hiburan dan pembagian doorprize yang disiapkan panitia. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh agenda hingga acara berakhir.

Melalui Takalar Run 2026, semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diwujudkan dalam bentuk perayaan seremonial, tetapi juga melalui kegiatan yang menyehatkan, memperkuat kebersamaan, serta membangun sinergi antara Polri dan masyarakat demi mewujudkan Takalar yang semakin maju, sehat, dan harmonis

Jumat, 19 Juni 2026

Bupati Takalar Menegaskan Pelayanan Masyarakat yang Kuat Berawal dari Kebersamaan Aparat di Lapangan

Takalar – Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, mengumpulkan seluruh camat, lurah, dan kepala lingkungan dalam rapat kerja yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Takalar dengan aparat pemerintahan yang berada di garis terdepan pelayanan masyarakat.

Bupati Takalar didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Sosial Budaya Muhammad Nurdin dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Ikbal.

Acara diawali dengan pembukaan oleh Muhammad Ikbal sebelum dilanjutkan dengan pengarahan langsung dari Bupati Takalar.

Ratusan kepala lingkungan dari berbagai kelurahan tampak hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antaraparat kewilayahan sekaligus memperkuat sinergi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Daeng Manye mengungkapkan bahwa dirinya sengaja mengundang para kepala lingkungan ke Kantor Bupati sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka kepada masyarakat.

Menurutnya, kepala lingkungan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pemerintahan yang setiap hari berinteraksi langsung dengan warga dan memahami berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masing-masing.

“Saya sangat hargai selaku kepala lingkungan untuk datang ke kantor bupati. Ini bentuk penghargaan saya khususnya kepada bapak dan ibu kepala lingkungan,” ujar Daeng Manye.

Ia menegaskan bahwa pelayanan masyarakat yang kuat tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga pada kekompakan dan kebersamaan seluruh aparat pemerintahan di lapangan.

Karena itu, silaturahmi dan komunikasi yang baik antaraparat harus terus dijaga agar koordinasi berjalan optimal dan pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas.

“Pelayanan masyarakat yang kuat berawal dari kebersamaan aparat di lapangan. Jika kita saling mengenal, saling mendukung, dan bekerja bersama, maka masyarakat akan merasakan manfaatnya secara langsung,” tegasnya.

Daeng Manye juga berharap seluruh camat, lurah, dan kepala lingkungan terus membangun semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik.

Menurutnya, semakin solid aparatur pemerintah hingga tingkat lingkungan, maka semakin cepat dan efektif berbagai kebutuhan masyarakat dapat ditangani.

Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Takalar berharap tercipta koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan aparat kewilayahan sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat, sehingga pelayanan publik dapat semakin responsif, efektif, dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Takalar.

Jadi Spot Sunset Andalan, Bupati Daeng Manye Nikmati Malam di Parialau Takalar

TAKALAR-Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menikmati suasana malam hari di kawasan wisata Parialau, Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu, Kamis (18/6/2026) malam.

Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan destinasi wisata baru yang terkenal dengan view sunset dan kini semakin menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan.

Dalam suasana santai, Bupati Daeng Manye tampak menikmati waktu bersama sejumlah rekannya di area terbuka yang dilengkapi tempat duduk dan gerai kuliner. Kawasan tersebut menawarkan konsep wisata malam dengan suasana yang nyaman bagi para pengunjung.

Parialau dikenal sebagai salah satu spot terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbenam (Sunset) di Kabupaten Takalar. Keindahan panorama tersebut menjadi daya tarik utama yang membuat kawasan ini semakin ramai dikunjungi, terutama pada sore hingga malam hari.
Selain menyuguhkan panorama alam, Parialau juga menghadirkan perpaduan wisata kuliner dan ruang terbuka yang cocok untuk bersantai bersama keluarga maupun sahabat. Kehadiran pelaku UMKM di kawasan itu turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.

Bupati Daeng Manye menilai pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan daya tarik Kabupaten Takalar. Selain memperkuat sektor pariwisata, upaya tersebut juga diharapkan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat.

"Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar terus mendorong tumbuhnya kawasan-kawasan wisata baru yang aman, nyaman, dan memiliki nilai ekonomi. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengembangkan sektor pariwisata daerah," ujarnya.

Dengan pesona view sunset yang menjadi ciri khasnya, Parialau diharapkan terus berkembang sebagai salah satu ikon wisata andalan Kabupaten Takalar.

Kehadiran Bupati Daeng Manye di lokasi tersebut sekaligus menjadi dukungan nyata pemerintah dalam mempromosikan destinasi lokal agar semakin dikenal luas

Kamis, 18 Juni 2026

PEMDES PUNAGA SALURKAN BLT DANA DESA TRIWULAN II 2026 KEPADA 13 KPM



Punaga, Takalar – Pemerintah Desa Punaga kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada warga penerima manfaat untuk periode April hingga Juni 2026. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Punaga dan diberikan kepada 13 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp150.000 per bulan selama tiga bulan, sehingga total bantuan yang diterima masing-masing penerima mencapai Rp450.000.
Kepala Desa Punaga, M. Syarifuddin, S.M, menyampaikan bahwa BLT Dana Desa merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan serta menjaga daya beli warga di tengah berbagai kebutuhan ekonomi rumah tangga.
"Penyaluran BLT Dana Desa ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat penerima manfaat. Pemerintah Desa Punaga berupaya memastikan bantuan disalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Kegiatan penyaluran berlangsung tertib dan lancar dengan turut dihadiri oleh Pendamping Desa Agus Kurniawan, ST, Pendamping Lokal Desa Firman, S.Pd., M.Pd, serta Ketua LPM Desa Punaga Zainuddin Tuan Sore. Kehadiran para pendamping dan unsur lembaga desa tersebut menjadi bagian dari pengawasan dan pendampingan agar proses penyaluran berjalan sesuai prosedur.
Pemerintah Desa Punaga berharap bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat.

Bupati Takalar Bersama dr. Nilal Fauziah Hadirkan Inovasi Assamaturu, Ajak Warga Bersatu Perangi TBC

Takalar – Komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar dalam memerangi Tuberkulosis (TBC) terus diperkuat. Melalui inovasi Assamaturu Bebas TBC (Aksi Sistematis Bebaskan TBC) yang digagas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Hj. Nilal Fauziah, M.Kes, berbagai elemen masyarakat diajak bergerak bersama untuk mewujudkan target Takalar Bebas TBC Tahun 2030.

Program inovasi tersebut resmi diluncurkan di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Rabu (17/6/2026), dan dirangkaikan dengan pengukuhan 110 Duta Assamaturu Bebas TBC oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye.

Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, camat, lurah, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi profesi kesehatan, pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, dr. Hj. Nilal Fauziah menjelaskan bahwa Assamaturu merupakan gerakan kolaboratif yang mengusung semangat kebersamaan seluruh komponen masyarakat dalam mempercepat eliminasi TBC.

“Assamaturu dalam bahasa Makassar berarti bergerak bersama menuju satu tujuan. Hari ini kita menyatukan langkah untuk mewujudkan Takalar Bebas TBC Tahun 2030,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, estimasi kasus TBC pada tahun 2025 mencapai 1.247 kasus. Meski angka penemuan kasus telah mencapai 78 persen dan keberhasilan pengobatan mencapai 89 persen, masih terdapat tantangan berupa rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri, stigma terhadap penderita TBC, hingga pasien yang tidak menyelesaikan pengobatan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Program Assamaturu mengedepankan pendekatan kolaborasi berbasis Heptahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, tokoh agama, dan tokoh adat.

Selain mengukuhkan 110 Duta Assamaturu Bebas TBC, Pemerintah Kabupaten Takalar juga meluncurkan Pos TBC Desa yang akan hadir di 110 desa dan kelurahan sebagai pusat edukasi, skrining, pendampingan pasien, serta pelaporan kasus TBC.

Sementara itu, Bupati Takalar, Daeng Manye, memberikan apresiasi atas inovasi yang digagas dr. Nilal Fauziah karena dinilai sebagai langkah nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, Assamaturu Bebas TBC merupakan gerakan yang sangat strategis karena melibatkan masyarakat secara langsung dalam upaya menemukan, mendampingi, dan membantu penyembuhan penderita TBC.

“Ini adalah langkah konkret memberantas TBC di Takalar. Assamaturu berarti kebersamaan dan gotong royong. Dengan semangat itu kita bergerak bersama untuk menurunkan kasus TBC secara signifikan hingga tahun 2030,” tegasnya.

Bupati mengungkapkan bahwa lebih dari 1.200 kasus TBC yang tercatat saat ini bisa jadi hanyalah sebagian dari kondisi sebenarnya di lapangan.

Ia mengibaratkan kasus TBC sebagai fenomena gunung es karena masih banyak penderita yang belum terdeteksi akibat rasa malu atau enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Karena itu, ia meminta para Duta Assamaturu menjadi ujung tombak dalam melakukan edukasi, skrining, pendataan, serta pendampingan masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Kalau ditemukan lebih cepat, diobati sampai tuntas, maka penularan bisa dihentikan. Duta TBC harus menjadi garda terdepan untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi dan layanan kesehatan yang tepat,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya menjaga sanitasi lingkungan serta penerapan sistem digitalisasi dalam pengelolaan data TBC agar proses identifikasi, pelaporan, pengobatan, dan evaluasi dapat dilakukan secara lebih efektif.

Dengan hadirnya inovasi Assamaturu, Pos TBC Desa, serta dukungan 110 Duta Assamaturu Bebas TBC, Pemerintah Kabupaten Takalar optimistis mampu mempercepat penurunan angka kasus TBC dan mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, produktif, serta bebas TBC pada tahun 2030.


Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done