TOPIK TAKALAR

Selasa, 03 November 2026

Bupati Takalar Hadiri Apel Besar Gerakan Pramuka, Disambut Ribuan Peserta Kemah Maju Pramuka 2026


TAKALAR  –  Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M. selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Ka Mabicab) Gerakan Pramuka Takalar menghadiri Apel Besar Gerakan Pramuka Kabupaten Takalar.

Apel yang dipusatkan di Lapangan Maronde, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Senin (2/11/2026) tersebut disambut antusias ribuan peserta Kemah Maju Pramuka 2026.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Takalar, perwakilan Dandim 1426 Takalar, para Kepala Dinas lingkup Pemkab Takalar, para Camat, serta jajaran pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Takalar.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Takalar H. Alamsyah Mile menyampaikan apresiasi kepada Bupati Takalar atas inisiasinya dalam memajukan Gerakan Pramuka di Takalar melalui GIAT MAJU PRAMUKA (Daeng Manye Jumpa Pramuka).

Menurutnya, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi Pramuka Penggalang sekaligus wadah kompetisi yang inovatif.

“Bukan sekadar lomba-lomba kepramukaan seperti tali-temali dan baris-berbaris, tetapi juga dilaksanakan lomba kearifan lokal dan digital seperti Pakkio Bunting, Anggaru, Lomba Karya Tulis, hingga Game Online. Hal ini sejalan dengan visi-misi pimpinan daerah terkait digitalisasi,” ujar H. Alamsyah Mile.

Sementara itu, Bupati Takalar selaku Ka Mabicab dalam amanatnya menegaskan bahwa Apel Besar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat karakter generasi muda Takalar.

“Apel Besar hari ini bukan sekadar apel seremonial. Ini adalah bukti bahwa Gerakan Pramuka di Takalar masih solid, masih hidup, dan terus bergerak maju. Saya bangga melihat semangat adik-adik semua,” ujar Daeng Manye.

Bupati menjelaskan, Giat Maju Pramuka sengaja diinisiasi agar Pramuka Takalar lebih inovatif dan tidak monoton.

“Saya menginisiasi Giat Maju Pramuka sebagai ruang silaturahmi sekaligus kompetisi. Pramuka Takalar harus lengkap. Harus tetap menguasai dasar-dasar kepramukaan, tetapi juga harus mencintai budaya kita sendiri melalui Pakkio Bunting dan Anggaru, serta melek digital melalui lomba karya tulis dan game online yang edukatif,” tegasnya.

Ia menambahkan, konsep tersebut sejurus dengan visi Pemerintah Kabupaten Takalar.

“Ini sejalan dengan visi-misi kita, membangun Takalar yang maju, berdaya saing, dan adaptif terhadap digitalisasi. Pramuka harus menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi yang berkarakter, berbudaya, dan melek teknologi,” tutup Bupati.

Daeng Manye Pimpin Apel Gabungan Pemkab Takalar, Tegaskan Budaya Kerja Disiplin dan Pelayanan Humanis


Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M. memimpin Apel Gabungan lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Kamis (2/11/2026).

Apel gabungan rutin bulanan tersebut dihadiri Wakil Bupati Takalar, Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar, para Staf Ahli, Asisten, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat se-Kabupaten Takalar, Kepala Bidang, Kepala Seksi, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Takalar, Kepala Sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Takalar, serta seluruh ASN dan staf lingkup Pemkab Takalar.

Sebelum apel dimulai, Bupati Daeng Manye melakukan pengecekan langsung kehadiran peserta apel per barisan OPD. Kegiatan apel diawali dengan yel-yel penyemangat untuk membangkitkan semangat kerja ASN.

Dalam amanatnya, Bupati Takalar menekankan dua hal penting, yakni peningkatan kedisiplinan dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan kerja.

Menurutnya, apel gabungan bukan sekadar kegiatan seremonial rutin, melainkan menjadi wadah strategis bagi pimpinan daerah untuk menyampaikan informasi dan isu-isu aktual pemerintahan agar dapat ditindaklanjuti hingga ke tingkat bawah.

“Apel gabungan ini kita laksanakan sekali dalam sebulan. Bagi saya, ini bukan sekedar rutinitas, tetapi merupakan sarana dan media saya selaku Bupati untuk sharing informasi dan isu-isu utama yang terjadi, untuk selanjutnya dilaksanakan sampai ke tingkat bawah,” ujar Daeng Manye.

Ia berharap pada apel gabungan selanjutnya tingkat kehadiran ASN dapat lebih maksimal, sehingga setiap informasi dan arahan terkait kebijakan pembangunan dapat diterima secara langsung dan utuh.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui program Layanan Sepenuh Hati 5S.

“Beberapa hari yang lalu, saya telah melaunching Layanan Sepenuh Hati 5S, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Santun, dan Solusi. Penerapan layanan ini untuk memberikan layanan prima kepada masyarakat, memberikan pelayanan yang cepat dan memberikan solusi jika masyarakat mengalami kendala dalam mengurus sesuatu,” tegas Daeng Manye.

Bupati menambahkan, dengan diterapkannya budaya 5S, setiap ASN diharapkan mampu memberikan pelayanan yang ramah, responsif, dan solutif, sehingga masyarakat merasakan kehadiran pemerintah yang benar-benar melayani sepenuh hati.

Apel gabungan berlangsung khidmat dan tertib, ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran pelaksanaan tugas dan pembangunan di Kabupaten Takalar.

Senin, 02 November 2026

Tahun Kedua Kepemimpinan Bupati Daeng Manye, 3 Kantor Kecamatan Dibangun, Target Rampung Desember


Pemerintah Kabupaten Takalar terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui pembangunan infrastruktur pemerintahan yang lebih representatif dan dekat dengan masyarakat.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan tiga kantor kecamatan baru di Kabupaten Takalar yang saat ini tengah memasuki tahap pengerjaan. Ketiganya yakni Kantor Kecamatan Laikang, Kecamatan Polongbangkeng Timur (Poltim), dan Kecamatan Kepulauan Tanakeke

Pembangunan tiga kantor kecamatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Takalar di bawah kepemimpinan Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye dalam meningkatkan sarana dan prasarana pemerintahan hingga ke tingkat kecamatan.

Sebelumnya, Bupati Daeng Manye didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Takalar, Budiar Rozal, telah melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan ketiga kantor kecamatan tersebut.

Peletakan batu pertama diawali di lokasi pembangunan Kantor Kecamatan Laikang yang berada di Desa Pattopakang. Selanjutnya, Bupati Daeng Manye melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kantor Kecamatan Polongbangkeng Timur, kemudian dilanjutkan di Kantor Kecamatan Kepulauan Tanakeke.

Saat ini, ketiga proyek tersebut terus berjalan dengan progres pengerjaan yang berbeda-beda.

Kepala Dinas PUPR Takalar, Budiar Rozal, melalui Rihul selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), menyampaikan bahwa pembangunan ketiga kantor kecamatan tersebut sementara dalam proses pengerjaan dan ditargetkan selesai secara bertahap pada Desember 2026.

Berdasarkan laporan progres pekerjaan, pembangunan Kantor Kecamatan Polongbangkeng Timur telah mencapai 55 persen, sementara Kantor Kecamatan Laikang mencapai 57 persen.

“Progres pekerjaan Kantor Camat Poltim sudah 55 persen, sedangkan Kantor Camat Laikang mencapai 57 persen. Keduanya ditargetkan selesai pada minggu pertama Desember 2026,” ujarnya.

Sementara itu, pembangunan Kantor Kecamatan Kepulauan Tanakeke saat ini telah mencapai sekitar 30 persen.

Menurutnya, pengerjaan kantor kecamatan di wilayah kepulauan tersebut menghadapi tantangan tersendiri, terutama dalam hal mobilisasi dan transportasi material bangunan.

Meski demikian, pihaknya tetap mengupayakan percepatan pekerjaan agar pembangunan dapat diselesaikan sesuai target, yakni pada minggu kedua Desember 2026.

Di sisi lain, pembangunan gedung kantor baru juga dibarengi dengan perhatian terhadap kelengkapan fasilitas penunjang pelayanan pemerintahan di tingkat kecamatan.

Hal tersebut disampaikan Camat Laikang, Marwan, SE, yang dikonfirmasi pada Minggu (1/11/2026). Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Takalar telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan berbagai kebutuhan dan fasilitas operasional kantor.

“Alhamdulillah, tahun ini Bapak Bupati memberikan kami anggaran untuk pengadaan fasilitas seperti komputer, laptop, printer, meja kerja, kursi, AC, kulkas, televisi, dan mebel lainnya,” kata Marwan kepada Tribun-Timur.com melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Minggu (1/11/2026).

Menurut Marwan, dukungan anggaran untuk pengadaan fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas aparatur kecamatan, sekaligus mempersiapkan pelayanan yang lebih baik dengan tersedianya sarana kerja yang memadai.

Pembangunan tiga kantor kecamatan ini diharapkan dapat menghadirkan fasilitas pemerintahan yang lebih representatif, sehingga aparatur kecamatan dapat memberikan pelayanan secara lebih optimal, sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi pemerintahan.

Melalui pembangunan infrastruktur pemerintahan yang disertai pengadaan fasilitas penunjang tersebut, Pemkab Takalar berupaya memperkuat pelayanan publik agar semakin efektif dan menjangkau masyarakat hingga ke wilayah kecamatan, termasuk kawasan kepulauan.

Rabu, 28 Oktober 2026

Kepala Sekolah SD se-Kecamatan Laikang Ikuti Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026


Sejumlah kepala sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Laikang mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang semangat perjuangan para pemuda Indonesia dalam mempersatukan bangsa.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober merupakan momen bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Sejak diikrarkannya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, para pemuda telah menunjukkan komitmen untuk menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.

Keikutsertaan para kepala sekolah SD se-Kecamatan Laikang dalam upacara tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan pemuda sekaligus wujud komitmen insan pendidikan dalam menanamkan semangat nasionalisme kepada generasi muda.

Dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berintegritas, dan cinta Tanah Air.

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun ini, diharapkan semangat persatuan, gotong royong, dan tanggung jawab terus tertanam dalam lingkungan pendidikan.

Momentum bersejarah dengan rentang waktu 28 Oktober 1928 hingga 28 Oktober 2026 ini menjadi pengingat bahwa generasi muda, termasuk para pelajar, memiliki peran penting dalam melanjutkan perjuangan serta membangun Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.

Sekda Takalar Insfektur Upacara Sumpah Pemuda ke-98

TAKALAR  - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Drs Achmad Rivai, M.Si., memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di pelataran Kantor Bupati Takalar, Rabu (28/10/2026).

Upacara tersebut menjadi kali pertama Achmad Rivai memimpin peringatan Hari Sumpah Pemuda sejak menjabat sebagai Sekda Takalar. Dalam kesempatan itu, ia membacakan amanat berdasarkan Surat Edaran Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Nomor 10.14.19 Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD Takalar H. Muhammad Rijal, jajaran TNI dari Kodim 1426 Takalar, personel Polres Takalar, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah. Sementara itu, ikrar Sumpah Pemuda dibacakan Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris KNPI, Muhammad Kasim, yang juga merupakan mantan Ketua MHI Komisariat Takalar.

Dalam amanatnya, Sekda Takalar Achmad Rivai menegaskan bahwa, peringatan Sumpah Pemuda tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan dan meneguhkan kembali komitmen kebangsaan yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928.

“Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 harus terus kita jaga dan aktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama di tengah dinamika zaman dan berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda,” demikian pesan dalam amanat yang dibacakan Achmad Rivai.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun ini mengusung tema nasional “Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda untuk Indonesia.”

Tema tersebut menekankan pentingnya membangun generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap tanah air, tangguh menghadapi tantangan, serta peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

Menurut pesan dalam amanat tersebut, patriotisme pada masa kini tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan fisik, tetapi juga melalui dedikasi, kejujuran, dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Generasi muda juga didorong untuk terus belajar, tidak mudah menyerah, serta mengembangkan inovasi dan kemampuan dalam penguasaan teknologi. Literasi keuangan turut menjadi salah satu bekal penting bagi pemuda untuk menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

Selain ketangguhan dan kemampuan beradaptasi, aspek empati juga menjadi perhatian. Kemajuan teknologi dan persaingan global, menurut pesan tersebut, perlu diimbangi dengan kepedulian terhadap sesama, pelestarian lingkungan, serta keterlibatan dalam pembangunan yang inklusif.

“Pemuda Indonesia harus berani bermimpi besar, tidak takut menghadapi kegagalan, dan mengambil peran aktif dalam menghadirkan perubahan sosial yang positif,” demikian pesan Presiden yang disampaikan melalui amanat peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga juga menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan potensi dan kreativitas generasi muda agar mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Peringatan Sumpah Pemuda di Kabupaten Takalar diharapkan menjadi pengingat bahwa persatuan, semangat perjuangan, dan kepedulian sosial merupakan modal penting untuk menghadapi tantangan masa depan.

Semangat yang lahir pada 1928 itu diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan upacara, tetapi diwujudkan melalui karya, inovasi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah serta Indonesia.

Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi juga tampil sebagai bagian penting dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Minggu, 25 Oktober 2026

Tiga Malam Semarak, Festival Pesantren Gagasan Daeng Manye Jadi Kenangan Indah bagi 24 Ponpes Takalar


Festival Pondok Pesantren (Ponpes) yang digagas Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, berlangsung selama tiga malam berturut-turut dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para santri untuk menampilkan kreativitas, bakat, serta potensi seni dan budaya yang berkembang di lingkungan pondok pesantren.

Memasuki malam terakhir sekaligus penutupan festival, pergelaran seni para santri berlangsung meriah dan penuh semangat.

Berbagai penampilan yang disuguhkan menjadi bukti bahwa santri tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan dan kreativitas dalam bidang seni dan budaya.

Pantauan di lokasi, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) atau pejabat eselon II bersama para camat se-Kabupaten Takalar turut hadir menyaksikan rangkaian pergelaran seni tersebut.

Mereka menempati kursi di barisan kedua, sementara barisan pertama diisi Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, Sekretaris Daerah Takalar Drs. Ahmad Rivai, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar, Dody Riyan Saputra.

Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Takalar menjadi bentuk perhatian terhadap pengembangan potensi generasi muda, khususnya para santri.

Festival ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga memberikan ruang bagi santri untuk mengekspresikan kemampuan, membangun rasa percaya diri, serta mempererat hubungan antarpesantren melalui kegiatan yang positif dan edukatif.

Melalui Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar, diharapkan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kreativitas dan pelestarian budaya.

Pergelaran seni pada malam penutupan ini sekaligus menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah daerah dan kalangan pesantren dalam mendorong lahirnya generasi muda yang religius, berkarakter, kreatif, dan berprestasi, sejalan dengan semangat Hari Santri Nasional 2026.

Jumat, 23 Oktober 2026

Daeng Manye Satukan 24 Pesantren Takalar Di Panggung Lewat Festival Seni dan Kreativitas


Pergelaran seni Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar menjadi momentum istimewa yang mempertemukan 24 pondok pesantren dalam satu panggung kebersamaan, kreativitas, dan persaudaraan.

Festival yang digagas oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, ini tidak sekadar menghadirkan pertunjukan seni dan perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperlihatkan bahwa pondok pesantren bukan hanya benteng moral dan pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga tempat tumbuhnya peradaban, inovasi, kreativitas, serta karya generasi muda Islam.

Melalui festival ini, berbagai potensi santri dari pondok pesantren di Kabupaten Takalar dipertemukan dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan.

Jika mendengar kata festival, masyarakat mungkin langsung membayangkan panggung, perlombaan, pertunjukan, dan kemeriahan. Namun, Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar memiliki makna yang jauh lebih luas.

Kegiatan ini mempertemukan tradisi keilmuan, karakter pendidikan, kekayaan kreativitas, serta semangat berkarya dari berbagai pondok pesantren.

Setiap pesantren memiliki keunggulan dan karakter tersendiri. Ada yang menonjol dalam pembelajaran Al-Qur’an, pengembangan seni dan keterampilan, pembentukan karakter dan kepemimpinan, hingga upaya mempersiapkan santri agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai Islam.

Seluruh potensi tersebut layak mendapatkan ruang untuk saling bertemu, mengenal, belajar, dan menginspirasi.

Perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh. Justru melalui perbedaan tradisi, pengalaman, dan keunggulan, setiap pondok pesantren dapat saling memperkaya wawasan serta membangun kolaborasi yang lebih kuat.

Inilah salah satu pesan penting yang ingin dibangun melalui Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar.

Festival ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial yang hanya menghadirkan kemeriahan selama tiga hari. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi awal lahirnya tradisi positif yang mempertemukan pesantren secara berkelanjutan.

Tradisi untuk mengapresiasi karya santri, membuka ruang kolaborasi, memperkuat persaudaraan antarpesantren, serta membangun hubungan yang semakin erat antara pendidikan pesantren dan pembangunan daerah.

Gagasan Bupati Takalar, Daeng Manye, melalui festival ini juga menjadi pesan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membutuhkan penguatan karakter, pendidikan, kebudayaan, dan kualitas sumber daya manusia.

Santri memiliki potensi besar untuk menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, kreatif, kritis, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui panggung seni dan kreativitas, para santri diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuktikan bahwa nilai-nilai keislaman dapat berjalan beriringan dengan inovasi dan perkembangan zaman.

Dengan mempertemukan 24 pondok pesantren dalam satu kegiatan, Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar diharapkan menjadi wadah yang memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun masa depan Takalar.

Sebab, pada akhirnya, festival ini bukan hanya tentang siapa yang tampil terbaik di atas panggung, melainkan tentang bagaimana setiap santri dapat tumbuh, setiap pesantren dapat saling menguatkan, dan seluruh potensi pendidikan Islam dapat menjadi kekuatan bagi kemajuan daerah.

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done