TOPIK TAKALAR

Rabu, 12 Agustus 2026

Wabup Hengky Yasin: Karnaval Kemerdekaan Jadi Momentum Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini


Wakil Bupati Takalar, Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., M.M., memberikan apresiasi kepada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Takalar atas terselenggaranya rangkaian kegiatan Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang diawali dengan karnaval peserta didik Raudhatul Athfal (RA), Rabu (13/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar tersebut berlangsung meriah dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag. Wakil Bupati Takalar hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan karnaval yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Dalam sambutannya, Dr. H. Hengky Yasin menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kemenag Takalar yang terus berupaya menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air kepada generasi muda sejak usia dini. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting dalam membentuk karakter anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, cerdas, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.

Sementara itu, Ketua Panitia Semarak Kemerdekaan RI ke-81 Kemenag Takalar, Dr. H. Mohammad Yahya, S.Ag., M.Ag., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara di kalangan peserta didik dan masyarakat.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan yang diselenggarakan meliputi berbagai perlombaan bernuansa edukatif dan hiburan, seperti karnaval, fashion show, lomba makan kerupuk, balap karung, serta sejumlah lomba tradisional lainnya yang melibatkan peserta dari berbagai satuan pendidikan.

Karnaval tahun ini diikuti oleh 41 Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Takalar. Para peserta tampil mengenakan beragam kostum bertema perjuangan, budaya nusantara, profesi, hingga simbol-simbol kebangsaan yang menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan di sepanjang rute karnaval.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat perjuangan para pahlawan dapat terus diwariskan kepada generasi muda. Selain menjadi ajang kreativitas dan kebersamaan, peringatan HUT RI ke-81 yang digelar Kemenag Takalar juga menjadi momentum memperkuat persatuan serta menanamkan nilai-nilai cinta tanah air kepada anak-anak sebagai penerus bangsa.

Selasa, 11 Agustus 2026

Kepala SMPN 2 Marbo Karmila Dorong Pembenahan Kebun TOGA Dan Pengelolaan Sampah Berbasis Edukasi



TAKALAR – Kepala SMP Negeri 2 Mangarabombang (Marbo), Ibu Karmila, terus mendorong pembenahan lingkungan sekolah melalui pengelolaan kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) serta pemilahan sampah secara terintegrasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, sekaligus memberikan ruang pembelajaran bagi peserta didik.

Pembenahan kebun TOGA dilakukan sebagai salah satu bentuk pemanfaatan lahan sekolah agar lebih produktif dan edukatif. Keberadaan kebun tersebut diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal berbagai jenis tanaman yang memiliki manfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Selain pembenahan kebun TOGA, SMPN 2 Marbo juga telah melaksanakan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. Sampah yang dihasilkan di lingkungan sekolah dipilah mulai dari sampah plastik, sampah organik hingga sampah nonorganik. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran warga sekolah agar tidak membuang sampah secara sembarangan.

Menariknya, sampah plastik tidak hanya dikumpulkan untuk dibuang, tetapi mulai dimanfaatkan sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler. Para siswa diberikan pemahaman dan keterampilan untuk mengolah sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna, salah satunya melalui pembuatan ecobrick.

Sementara itu, sampah organik dimanfaatkan dalam proses pembuatan pupuk kompos. Pengolahan tersebut menjadi langkah sederhana namun edukatif dalam mengurangi volume sampah yang dibuang sekaligus mengenalkan kepada siswa konsep pengelolaan limbah organik yang dapat dimanfaatkan kembali.

Tak hanya ecobrick dan pupuk kompos, sampah plastik juga diarahkan untuk dimanfaatkan dalam proses pembuatan paving block. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman praktis kepada siswa mengenai konsep ekonomi sirkular, yakni mengubah barang yang dianggap tidak bernilai menjadi sesuatu yang dapat digunakan kembali.

Kepala SMPN 2 Marbo, Karmila, melalui berbagai pembenahan tersebut menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya peduli lingkungan di sekolah. Pengelolaan sampah yang dipadukan dengan kegiatan ekstrakurikuler diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh di kalangan siswa sehingga SMPN 2 Marbo dapat menjadi lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, kreatif, dan berwawasan lingkungan.

85 CPNS Takalar Resmi Diangkat Menjadi PNS, Bupati Takalar Tekankan Peran Sebagai Agen Perubahan.

Takalar – Sebanyak 85 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pengangkatan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK), pengambilan sumpah/janji PNS, serta pelantikan jabatan fungsional.

Prosesi pengangkatan dan pengambilan sumpah/janji PNS dipimpin langsung oleh Bupati Takalar, Daeng Manye, di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Inspektur Daerah Kabupaten Takalar serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Takalar.

Prosesi pengangkatan ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh perwakilan PNS yang dilantik. Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya masa CPNS sekaligus awal pengabdian penuh sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar.

Dalam sambutannya, Bupati Takalar Daeng Manye menyampaikan ucapan selamat kepada 85 PNS yang baru saja diangkat. Ia menegaskan bahwa perubahan status dari CPNS menjadi PNS bukan sekadar perubahan administratif, tetapi juga merupakan peningkatan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

“Selamat kepada para PNS yang baru dilantik. Ini adalah fase awal yang baru untuk menapaki dunia birokrasi sebagai PNS. Setahun sudah berlalu dengan status 80 persen, dan hari ini kita sudah mencapai 100 persen atau sudah menjadi PNS,” ujar Daeng Manye.

Menurutnya, selama menjalani masa sebagai CPNS, para pegawai telah memperoleh berbagai pengalaman dan pembelajaran mengenai tugas serta dinamika birokrasi. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal untuk meningkatkan kualitas kerja setelah resmi menjadi PNS.

“Tentu banyak pelajaran yang sudah diambil selama setahun menjadi CPNS dan sudah memahami dunia birokrasi. Setelah berganti status menjadi PNS, harus menunjukkan kinerja yang lebih baik. Tampilkan yang terbaik,” tegasnya.

Bupati Daeng Manye juga memberikan pesan khusus agar para PNS baru tidak hanya menjalankan rutinitas pekerjaan, tetapi mampu menghadirkan gagasan, kreativitas, dan inovasi di lingkungan kerjanya masing-masing.

Ia mengibaratkan PNS yang baru dilantik sebagai “kertas kosong” yang harus diisi dengan prestasi, kreativitas, inovasi, dan kinerja positif.

“PNS baru ini ibarat kertas kosong yang harus diisi. Isi dengan kreativitas dan kinerja yang membawa perubahan. Berikan contoh yang bagus dalam pelayanan, tertib dalam administrasi, dan hadirkan inovasi yang kreatif di tempat kerja masing-masing.

Sehingga keberadaan PNS baru benar-benar memiliki arti. Jadilah agen perubahan,” ungkapnya.menekankan, aparatur pemerintah memiliki posisi strategis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, setiap PNS dituntut untuk menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, serta bekerja secara profesional dan bertanggung jawab.

“Saya berharap PNS baru ini menunjukkan bahwa Anda adalah ASN yang berkualitas dan menjadi agen perubahan. Jangan kecewakan saya, jangan terkontaminasi dengan hal-hal buruk. Tetap tingkatkan skill dan pengalaman agar kemampuan semakin terasa,” pesan Daeng Manye.

Lebih lanjut, Bupati meminta Inspektorat Daerah dan BKPSDM Kabupaten Takalar untuk terus melakukan monitoring dan pembinaan terhadap para PNS yang baru diangkat. Pembinaan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja sekaligus mendukung pengembangan karier aparatur secara profesional.

Menurutnya, penguatan kapasitas aparatur menjadi bagian penting dalam mewujudkan birokrasi yang efektif, disiplin, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Dengan resmi diangkatnya 85 CPNS tersebut, Pemkab Takalar berharap para PNS baru dapat segera beradaptasi dengan tanggung jawab yang lebih besar serta memberikan kontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat.

Mereka diharapkan mampu menjadi aparatur yang profesional, berintegritas, kompeten, inovatif, dan responsif, sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Takalar dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik 

Senin, 10 Agustus 2026

Bupati Takalar pertama Kali Adakan Apel Sore dan Menyoroti Kehadiran Absensi Disiplin ASN dan Staf


Takalar — Pemerintah Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan,untuk pertama kalinya menggelar apel sore di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut diawali dengan shalat Ashar berjamaah sebelum seluruh Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, serta staf lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar mengikuti apel sore.

Bupati Takalar, Ir. H. Muhammad Firdaus Daeng Manye, M.M ,bertindak sebagai pembina apel. Dalam arahannya, ia secara tegas menyoroti kedisiplinan aparatur, khususnya terkait kehadiran dan absensi ASN.

Daeng Manye mengatakan, apel sore tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Takalar untuk memastikan kehadiran pegawai sekaligus membangun budaya kerja yang lebih disiplin.

"Apel sore ini dilaksanakan untuk mengetahui kehadiran pegawai. Saya yakin ada pegawai yang tidak hadir tadi pagi dan sore ini hadir. Mari kita mengubah pola pikir untuk terus mendisiplinkan diri dan menanamkan dalam diri kita untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

Bupati Takalar meminta seluruh ASN lebih serius memperhatikan kewajiban kehadiran dan absensi.

Ia menyebut masih ditemukan pegawai yang tidak hadir maupun tidak melakukan absensi sebagaimana mestinya.

Karena itu, Daeng Manye meminta para pimpinan OPD, kecamatan hingga kelurahan melakukan pengawasan secara langsung terhadap kehadiran staf masing-masing.

“Seminggu ke depan saya ingin melihat kehadiran dan absensi setiap organisasi, kecamatan, dan kelurahan. Untuk itu, kepada pimpinan masing-masing agar mengawasi absensi stafnya. Kehadiran harus di atas 95 persen,” ujarnya.

Ia juga meminta agar setiap ASN yang tidak hadir memiliki alasan yang jelas.

Menurut Daeng Manye, kedisiplinan aparatur menjadi salah satu kunci utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Bagi ASN yang tidak hadir, harus jelas apa alasannya. Bagaimana kita bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat kalau kita sendiri tidak disiplin? Ini yang harus kita ubah,” tegasnya.

Untuk memastikan target tersebut tercapai, seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta meningkatkan pengawasan terhadap stafnya.

ASN yang belum menunjukkan kedisiplinan diharapkan tidak hanya diberikan teguran, tetapi juga pembinaan agar mampu memperbaiki pola kerja dan tanggung jawabnya sebagai aparatur pemerintah.

Daeng Manye menekankan, disiplin bukan semata-mata persoalan hadir dan melakukan absensi, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Selain kedisiplinan, Bupati Takalar juga mengingatkan seluruh ASN agar mampu mengikuti perkembangan dan perubahan yang semakin cepat.

Menurutnya, tantangan pemerintahan ke depan akan semakin besar sehingga aparatur dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi.

“Kita harus siap mengikuti alur perubahan yang terjadi. Tantangan ke depan semakin besar, sehingga kita harus terus beradaptasi dan meningkatkan kemampuan,” katanya.

Ia berharap seluruh ASN tidak terjebak dalam pola kerja lama, tetapi terus melakukan perubahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam apel tersebut, Daeng Manye juga menyinggung pelaksanaan Takalar Award yang digelar sehari sebelumnya.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Takalar kepada ASN maupun organisasi perangkat daerah yang dinilai memiliki dedikasi dan menunjukkan kinerja terbaik.

Daeng Manye berharap penghargaan tersebut dapat menjadi pemacu semangat bagi para penerima untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasinya.

Sementara bagi ASN yang belum mendapatkan penghargaan, ia meminta agar capaian tersebut dijadikan motivasi untuk bekerja lebih baik.

“Semoga apresiasi yang diberikan ini dapat semakin memicu peningkatan kinerja. Bagi yang belum mendapatkan penghargaan, jadikan ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kinerja agar ke depan bisa meraih penghargaan tersebut,” tutupnya.

Apel sore perdana tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Takalar dalam memperkuat budaya disiplin aparatur, meningkatkan pengawasan kehadiran, sekaligus mendorong ASN agar semakin adaptif dan berorientasi pada pelayanan masyarakat


Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin Hadiri Gerakan Pangan Murah di Lapangan Makkatang Daeng Sibali

Pemerintah Kabupaten Takalar menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Alun-Alun Lapangan H. Makkatang Dg Sibali, Jalan Syekh Yusuf No. 16, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WITA itu dihadiri Wakil Bupati Takalar Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., M.M., Wakapolres Takalar Kompol Alauddin Torki, S.Sos., M.Si., Danramil 1426-07/Pattallassang Kapten Inf Nasrun, Kapolsek Pattallassang Iptu Sumarwan, S.H., M.H., serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Takalar. Antusiasme masyarakat terlihat dengan jumlah peserta mencapai sekitar 150 orang.

Komoditas Dijual dengan Harga Terjangkau
Dalam kegiatan GPM, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dan rumah tangga dengan harga relatif terjangkau.
Beberapa komoditas yang tersedia antara lain:
- Beras SPHP: Rp57.000 per 5 kilogram
- Gula pasir: mulai Rp14.500 per kilogram
- Minyak goreng: Rp15.000 per liter
- Bawang merah: Rp25.000 per kilogram
- Bawang putih: Rp30.000 per kilogram
- Telur: berkisar Rp48.000 hingga Rp52.000 per rak

Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul "Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin Hadiri Gerakan Pangan Murah di Lapangan Makkatang Daeng Sibali, Takalar"
Baca selengkapnya di: https://www.newsri.id/nasional/3152932692/wakil-bupati-takalar-hengky-yasin-hadiri-gerakan-pangan-murah-di-lapangan-makkatang-daeng-sibali-takalar

Dukungan TNI-Polri
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Dandim 1426/Takalar melalui Danramil 1426-07/Pattallassang Kapten Inf Nasrun. Menurutnya, Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga kestabilan harga pangan di wilayah.

“Kami dari Kodim 1426/Takalar sangat mendukung kegiatan Gerakan Pangan Murah ini. Kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat, khususnya dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di wilayah,” ujarnya.

Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul "Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin Hadiri Gerakan Pangan Murah di Lapangan Makkatang Daeng Sibali, Takalar"
Baca selengkapnya di: https://www.newsri.id/nasional/3152932692/wakil-bupati-takalar-hengky-yasin-hadiri-gerakan-pangan-murah-di-lapangan-makkatang-daeng-sibali-takalar

Kapten Inf Nasrun menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi sosial dan perekonomian masyarakat. Pihaknya juga menyatakan siap mendukung monitoring serta pengamanan kegiatan di wilayah agar pelaksanaan GPM berjalan tertib, aman dan memberikan manfaat secara maksimal kepada masyarakat.

Komitmen Pemkab Takalar
Gerakan Pangan Murah di Lapangan Makkatang Dg Sibali diharapkan tidak hanya menjadi upaya jangka pendek dalam menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga ketersediaan pangan dan mengantisipasi gejolak harga di pasaran.

Kehadiran Wakil Bupati Takalar bersama unsur TNI-Polri dan jajaran pemerintah daerah menunjukkan komitmen bersama dalam memastikan program tersebut dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul "Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin Hadiri Gerakan Pangan Murah di Lapangan Makkatang Daeng Sibali, Takalar"

Musim Kering Melanda Takalar, Bupati Daeng Manye Instruksikan PMI Salurkan Air Bersih Ke Warga


Dampak musim kering mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Takalar. Keterbatasan sumber air membuat sebagian warga mulai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Merespons kondisi tersebut, Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye bergerak cepat dengan menginstruksikan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Takalar untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan.

Instruksi tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah bersama PMI untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih di tengah kondisi musim kering.

Salah satu wilayah yang menjadi sasaran penyaluran air bersih adalah Dusun Puntondo, Desa Laikang, Kecamatan Mangara Bombang, Kabupaten Takalar.

Dalam kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Takalar menyalurkan sebanyak 5.000 liter air bersih kepada warga yang terdampak.

Bantuan tersebut disambut antusias masyarakat. Warga mengaku sangat terbantu karena dalam beberapa waktu terakhir mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Salah seorang warga, Daeng Nappu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Takalar serta PMI Kabupaten Takalar yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat di wilayahnya.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan PMI Takalar yang sudah membantu memberikan air bersih kepada kami. Bantuan ini sangat berarti bagi warga, terutama sekarang air mulai sulit didapat,” ujar Daeng Nappu, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, bantuan air bersih tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

“Kami sangat bersyukur karena air bersih ini bisa langsung digunakan oleh masyarakat. Mudah-mudahan penyaluran seperti ini terus dilakukan selama warga masih mengalami kesulitan air,” harapnya.

Bagi masyarakat di wilayah terdampak kekeringan, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan yang sangat penting. Air diperlukan bukan hanya untuk kebutuhan konsumsi, tetapi juga untuk memasak, mandi, mencuci, dan berbagai aktivitas rumah tangga lainnya.

Bupati Takalar Daeng Manye, yang juga dipercaya sebagai Ketua PMI Kabupaten Takalar, meminta agar distribusi air bersih dilakukan secara berkelanjutan dan menyasar wilayah yang benar-benar membutuhkan.

“Setiap hari distribusi air bersih ke daerah kering yang terdampak,” demikian arahan Bupati Takalar dalam merespons kondisi masyarakat di sejumlah wilayah.

Arahan tersebut langsung ditindaklanjuti PMI Kabupaten Takalar dengan melakukan pendistribusian air bersih secara rutin ke sejumlah titik yang mengalami kekeringan.

Langkah tersebut menjadi bentuk kehadiran pemerintah daerah dan PMI dalam merespons kebutuhan masyarakat, khususnya ketika kondisi musim kering menyebabkan ketersediaan sumber air mengalami penurunan.

PMI Kabupaten Takalar juga terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi untuk mengidentifikasi wilayah yang mengalami kekurangan air bersih. Dengan demikian, bantuan diharapkan dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran.

Bagi Daeng Nappu dan warga lainnya, bantuan air bersih tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bukti hadirnya pemerintah dan PMI di tengah masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

Pemkab Takalar bersama PMI Kabupaten Takalar berkomitmen untuk terus mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak selama masyarakat masih membutuhkan, hingga kondisi ketersediaan air kembali normal.

Sabtu, 08 Agustus 2026

Inovasi “PASSIRIKA BOS” Tembus Panggung Nasional, Daeng Manye Terima Detiktimur Awards 2026

JAKARTA-Pemerintah Kabupaten Takalar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, inovasi “PASSIRIKA BOS” berhasil menembus panggung nasional setelah mendapat apresiasi dalam ajang detiktimur Awards 2026.

Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, menerima penghargaan tersebut dalam Anugerah Inovasi dan Kontribusi untuk Indonesia Bagian Timur yang digelar di Jakarta, Jumat (7/8/2026) malam.

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa terobosan yang dilakukan Pemkab Takalar dalam mendorong transformasi digital di sektor pendidikan mulai mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Salah satu terobosan tersebut adalah PASSIRIKA BOS, inovasi yang dihadirkan Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di bawah kepemimpinan Dody Riyan Saputra.

Dody Riyan Saputra, Kadis Termuda Dorong Pendidikan Berbasis Digital

Di bawah kepemimpinan Dody Riyan Saputra, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Takalar terus mendorong lahirnya berbagai inovasi untuk memperkuat tata kelola pendidikan.

Dody yang dikenal sebagai salah satu kepala dinas termuda di lingkungan Pemkab Takalar dinilai mampu membawa semangat baru dalam menghadirkan inovasi pelayanan pendidikan.

Salah satu hasilnya adalah Smart System Tata Kelola Dana Pendidikan yang diwujudkan melalui aplikasi PASSIRIKA BOS.

Inovasi tersebut dirancang untuk membantu satuan pendidikan dalam mengelola Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara digital.

Dengan sistem tersebut, proses administrasi penggunaan dana BOS dapat dilakukan secara lebih terintegrasi, efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

PASSIRIKA BOS juga diharapkan dapat mempermudah sekolah dalam melakukan pencatatan dan pelaporan sekaligus memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran pendidikan.

Tak Hanya Digitalisasi, Tapi Perbaikan Tata Kelola

Bagi Pemkab Takalar, PASSIRIKA BOS bukan sekadar aplikasi digital.

Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pendidikan yang lebih transparan dan tepat sasaran.

Digitalisasi pengelolaan dana pendidikan juga menjadi langkah untuk mengurangi proses administrasi yang selama ini membutuhkan waktu dan memperkuat akses terhadap informasi pengelolaan anggaran di satuan pendidikan.

Keberhasilan inovasi ini mendapat perhatian dalam detiktimur Awards 2026, yang memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah, lembaga dan berbagai pihak yang dinilai menghadirkan inovasi serta kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia bagian timur.

Bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Takalar, penghargaan tersebut menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas inovasi.

Dody Riyan Saputra dan jajaran Disdikbud Takalar pun berhasil menunjukkan bahwa OPD daerah tidak hanya dituntut menjalankan rutinitas birokrasi, tetapi juga harus mampu melahirkan terobosan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Daeng Manye: Inovasi Takalar Mendapat Pengakuan Nasional

Penghargaan yang diterima Bupati Daeng Manye sekaligus menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Takalar.

Di bawah kepemimpinannya, transformasi digital menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong pemerintahan yang lebih cepat, efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Melalui inovasi PASSIRIKA BOS, Pemkab Takalar menunjukkan komitmennya membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperbaiki tata kelola dan akuntabilitas anggaran pendidikan.

Raihan detiktimur Awards 2026 menjadi tambahan motivasi bagi Pemkab Takalar untuk terus melahirkan inovasi di berbagai sektor.

PASSIRIKA BOS kini bukan sekadar inovasi milik Dinas Pendidikan Takalar. Terobosan tersebut telah membawa nama Takalar ke panggung nasional dan menjadi bukti bahwa inovasi dari daerah mampu mendapatkan apresiasi di tingkat nasional.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done