TOPIK TAKALAR

Selasa, 11 Agustus 2026

85 CPNS Takalar Resmi Diangkat Menjadi PNS, Bupati Takalar Tekankan Peran Sebagai Agen Perubahan.

Takalar – Sebanyak 85 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pengangkatan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK), pengambilan sumpah/janji PNS, serta pelantikan jabatan fungsional.

Prosesi pengangkatan dan pengambilan sumpah/janji PNS dipimpin langsung oleh Bupati Takalar, Daeng Manye, di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Inspektur Daerah Kabupaten Takalar serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Takalar.

Prosesi pengangkatan ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh perwakilan PNS yang dilantik. Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya masa CPNS sekaligus awal pengabdian penuh sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar.

Dalam sambutannya, Bupati Takalar Daeng Manye menyampaikan ucapan selamat kepada 85 PNS yang baru saja diangkat. Ia menegaskan bahwa perubahan status dari CPNS menjadi PNS bukan sekadar perubahan administratif, tetapi juga merupakan peningkatan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

“Selamat kepada para PNS yang baru dilantik. Ini adalah fase awal yang baru untuk menapaki dunia birokrasi sebagai PNS. Setahun sudah berlalu dengan status 80 persen, dan hari ini kita sudah mencapai 100 persen atau sudah menjadi PNS,” ujar Daeng Manye.

Menurutnya, selama menjalani masa sebagai CPNS, para pegawai telah memperoleh berbagai pengalaman dan pembelajaran mengenai tugas serta dinamika birokrasi. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal untuk meningkatkan kualitas kerja setelah resmi menjadi PNS.

“Tentu banyak pelajaran yang sudah diambil selama setahun menjadi CPNS dan sudah memahami dunia birokrasi. Setelah berganti status menjadi PNS, harus menunjukkan kinerja yang lebih baik. Tampilkan yang terbaik,” tegasnya.

Bupati Daeng Manye juga memberikan pesan khusus agar para PNS baru tidak hanya menjalankan rutinitas pekerjaan, tetapi mampu menghadirkan gagasan, kreativitas, dan inovasi di lingkungan kerjanya masing-masing.

Ia mengibaratkan PNS yang baru dilantik sebagai “kertas kosong” yang harus diisi dengan prestasi, kreativitas, inovasi, dan kinerja positif.

“PNS baru ini ibarat kertas kosong yang harus diisi. Isi dengan kreativitas dan kinerja yang membawa perubahan. Berikan contoh yang bagus dalam pelayanan, tertib dalam administrasi, dan hadirkan inovasi yang kreatif di tempat kerja masing-masing.

Sehingga keberadaan PNS baru benar-benar memiliki arti. Jadilah agen perubahan,” ungkapnya.menekankan, aparatur pemerintah memiliki posisi strategis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, setiap PNS dituntut untuk menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, serta bekerja secara profesional dan bertanggung jawab.

“Saya berharap PNS baru ini menunjukkan bahwa Anda adalah ASN yang berkualitas dan menjadi agen perubahan. Jangan kecewakan saya, jangan terkontaminasi dengan hal-hal buruk. Tetap tingkatkan skill dan pengalaman agar kemampuan semakin terasa,” pesan Daeng Manye.

Lebih lanjut, Bupati meminta Inspektorat Daerah dan BKPSDM Kabupaten Takalar untuk terus melakukan monitoring dan pembinaan terhadap para PNS yang baru diangkat. Pembinaan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja sekaligus mendukung pengembangan karier aparatur secara profesional.

Menurutnya, penguatan kapasitas aparatur menjadi bagian penting dalam mewujudkan birokrasi yang efektif, disiplin, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Dengan resmi diangkatnya 85 CPNS tersebut, Pemkab Takalar berharap para PNS baru dapat segera beradaptasi dengan tanggung jawab yang lebih besar serta memberikan kontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat.

Mereka diharapkan mampu menjadi aparatur yang profesional, berintegritas, kompeten, inovatif, dan responsif, sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Takalar dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik 

Senin, 10 Agustus 2026

Bupati Takalar pertama Kali Adakan Apel Sore dan Menyoroti Kehadiran Absensi Disiplin ASN dan Staf


Takalar — Pemerintah Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan,untuk pertama kalinya menggelar apel sore di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut diawali dengan shalat Ashar berjamaah sebelum seluruh Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, serta staf lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar mengikuti apel sore.

Bupati Takalar, Ir. H. Muhammad Firdaus Daeng Manye, M.M ,bertindak sebagai pembina apel. Dalam arahannya, ia secara tegas menyoroti kedisiplinan aparatur, khususnya terkait kehadiran dan absensi ASN.

Daeng Manye mengatakan, apel sore tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Takalar untuk memastikan kehadiran pegawai sekaligus membangun budaya kerja yang lebih disiplin.

"Apel sore ini dilaksanakan untuk mengetahui kehadiran pegawai. Saya yakin ada pegawai yang tidak hadir tadi pagi dan sore ini hadir. Mari kita mengubah pola pikir untuk terus mendisiplinkan diri dan menanamkan dalam diri kita untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

Bupati Takalar meminta seluruh ASN lebih serius memperhatikan kewajiban kehadiran dan absensi.

Ia menyebut masih ditemukan pegawai yang tidak hadir maupun tidak melakukan absensi sebagaimana mestinya.

Karena itu, Daeng Manye meminta para pimpinan OPD, kecamatan hingga kelurahan melakukan pengawasan secara langsung terhadap kehadiran staf masing-masing.

“Seminggu ke depan saya ingin melihat kehadiran dan absensi setiap organisasi, kecamatan, dan kelurahan. Untuk itu, kepada pimpinan masing-masing agar mengawasi absensi stafnya. Kehadiran harus di atas 95 persen,” ujarnya.

Ia juga meminta agar setiap ASN yang tidak hadir memiliki alasan yang jelas.

Menurut Daeng Manye, kedisiplinan aparatur menjadi salah satu kunci utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Bagi ASN yang tidak hadir, harus jelas apa alasannya. Bagaimana kita bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat kalau kita sendiri tidak disiplin? Ini yang harus kita ubah,” tegasnya.

Untuk memastikan target tersebut tercapai, seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta meningkatkan pengawasan terhadap stafnya.

ASN yang belum menunjukkan kedisiplinan diharapkan tidak hanya diberikan teguran, tetapi juga pembinaan agar mampu memperbaiki pola kerja dan tanggung jawabnya sebagai aparatur pemerintah.

Daeng Manye menekankan, disiplin bukan semata-mata persoalan hadir dan melakukan absensi, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Selain kedisiplinan, Bupati Takalar juga mengingatkan seluruh ASN agar mampu mengikuti perkembangan dan perubahan yang semakin cepat.

Menurutnya, tantangan pemerintahan ke depan akan semakin besar sehingga aparatur dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi.

“Kita harus siap mengikuti alur perubahan yang terjadi. Tantangan ke depan semakin besar, sehingga kita harus terus beradaptasi dan meningkatkan kemampuan,” katanya.

Ia berharap seluruh ASN tidak terjebak dalam pola kerja lama, tetapi terus melakukan perubahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam apel tersebut, Daeng Manye juga menyinggung pelaksanaan Takalar Award yang digelar sehari sebelumnya.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Takalar kepada ASN maupun organisasi perangkat daerah yang dinilai memiliki dedikasi dan menunjukkan kinerja terbaik.

Daeng Manye berharap penghargaan tersebut dapat menjadi pemacu semangat bagi para penerima untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasinya.

Sementara bagi ASN yang belum mendapatkan penghargaan, ia meminta agar capaian tersebut dijadikan motivasi untuk bekerja lebih baik.

“Semoga apresiasi yang diberikan ini dapat semakin memicu peningkatan kinerja. Bagi yang belum mendapatkan penghargaan, jadikan ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kinerja agar ke depan bisa meraih penghargaan tersebut,” tutupnya.

Apel sore perdana tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Takalar dalam memperkuat budaya disiplin aparatur, meningkatkan pengawasan kehadiran, sekaligus mendorong ASN agar semakin adaptif dan berorientasi pada pelayanan masyarakat


Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin Hadiri Gerakan Pangan Murah di Lapangan Makkatang Daeng Sibali

Pemerintah Kabupaten Takalar menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Alun-Alun Lapangan H. Makkatang Dg Sibali, Jalan Syekh Yusuf No. 16, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WITA itu dihadiri Wakil Bupati Takalar Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., M.M., Wakapolres Takalar Kompol Alauddin Torki, S.Sos., M.Si., Danramil 1426-07/Pattallassang Kapten Inf Nasrun, Kapolsek Pattallassang Iptu Sumarwan, S.H., M.H., serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Takalar. Antusiasme masyarakat terlihat dengan jumlah peserta mencapai sekitar 150 orang.

Komoditas Dijual dengan Harga Terjangkau
Dalam kegiatan GPM, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dan rumah tangga dengan harga relatif terjangkau.
Beberapa komoditas yang tersedia antara lain:
- Beras SPHP: Rp57.000 per 5 kilogram
- Gula pasir: mulai Rp14.500 per kilogram
- Minyak goreng: Rp15.000 per liter
- Bawang merah: Rp25.000 per kilogram
- Bawang putih: Rp30.000 per kilogram
- Telur: berkisar Rp48.000 hingga Rp52.000 per rak

Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul "Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin Hadiri Gerakan Pangan Murah di Lapangan Makkatang Daeng Sibali, Takalar"
Baca selengkapnya di: https://www.newsri.id/nasional/3152932692/wakil-bupati-takalar-hengky-yasin-hadiri-gerakan-pangan-murah-di-lapangan-makkatang-daeng-sibali-takalar

Dukungan TNI-Polri
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Dandim 1426/Takalar melalui Danramil 1426-07/Pattallassang Kapten Inf Nasrun. Menurutnya, Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga kestabilan harga pangan di wilayah.

“Kami dari Kodim 1426/Takalar sangat mendukung kegiatan Gerakan Pangan Murah ini. Kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat, khususnya dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di wilayah,” ujarnya.

Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul "Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin Hadiri Gerakan Pangan Murah di Lapangan Makkatang Daeng Sibali, Takalar"
Baca selengkapnya di: https://www.newsri.id/nasional/3152932692/wakil-bupati-takalar-hengky-yasin-hadiri-gerakan-pangan-murah-di-lapangan-makkatang-daeng-sibali-takalar

Kapten Inf Nasrun menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi sosial dan perekonomian masyarakat. Pihaknya juga menyatakan siap mendukung monitoring serta pengamanan kegiatan di wilayah agar pelaksanaan GPM berjalan tertib, aman dan memberikan manfaat secara maksimal kepada masyarakat.

Komitmen Pemkab Takalar
Gerakan Pangan Murah di Lapangan Makkatang Dg Sibali diharapkan tidak hanya menjadi upaya jangka pendek dalam menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga ketersediaan pangan dan mengantisipasi gejolak harga di pasaran.

Kehadiran Wakil Bupati Takalar bersama unsur TNI-Polri dan jajaran pemerintah daerah menunjukkan komitmen bersama dalam memastikan program tersebut dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul "Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin Hadiri Gerakan Pangan Murah di Lapangan Makkatang Daeng Sibali, Takalar"

Musim Kering Melanda Takalar, Bupati Daeng Manye Instruksikan PMI Salurkan Air Bersih Ke Warga


Dampak musim kering mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Takalar. Keterbatasan sumber air membuat sebagian warga mulai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Merespons kondisi tersebut, Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye bergerak cepat dengan menginstruksikan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Takalar untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan.

Instruksi tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah bersama PMI untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih di tengah kondisi musim kering.

Salah satu wilayah yang menjadi sasaran penyaluran air bersih adalah Dusun Puntondo, Desa Laikang, Kecamatan Mangara Bombang, Kabupaten Takalar.

Dalam kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Takalar menyalurkan sebanyak 5.000 liter air bersih kepada warga yang terdampak.

Bantuan tersebut disambut antusias masyarakat. Warga mengaku sangat terbantu karena dalam beberapa waktu terakhir mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Salah seorang warga, Daeng Nappu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Takalar serta PMI Kabupaten Takalar yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat di wilayahnya.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan PMI Takalar yang sudah membantu memberikan air bersih kepada kami. Bantuan ini sangat berarti bagi warga, terutama sekarang air mulai sulit didapat,” ujar Daeng Nappu, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, bantuan air bersih tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

“Kami sangat bersyukur karena air bersih ini bisa langsung digunakan oleh masyarakat. Mudah-mudahan penyaluran seperti ini terus dilakukan selama warga masih mengalami kesulitan air,” harapnya.

Bagi masyarakat di wilayah terdampak kekeringan, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan yang sangat penting. Air diperlukan bukan hanya untuk kebutuhan konsumsi, tetapi juga untuk memasak, mandi, mencuci, dan berbagai aktivitas rumah tangga lainnya.

Bupati Takalar Daeng Manye, yang juga dipercaya sebagai Ketua PMI Kabupaten Takalar, meminta agar distribusi air bersih dilakukan secara berkelanjutan dan menyasar wilayah yang benar-benar membutuhkan.

“Setiap hari distribusi air bersih ke daerah kering yang terdampak,” demikian arahan Bupati Takalar dalam merespons kondisi masyarakat di sejumlah wilayah.

Arahan tersebut langsung ditindaklanjuti PMI Kabupaten Takalar dengan melakukan pendistribusian air bersih secara rutin ke sejumlah titik yang mengalami kekeringan.

Langkah tersebut menjadi bentuk kehadiran pemerintah daerah dan PMI dalam merespons kebutuhan masyarakat, khususnya ketika kondisi musim kering menyebabkan ketersediaan sumber air mengalami penurunan.

PMI Kabupaten Takalar juga terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi untuk mengidentifikasi wilayah yang mengalami kekurangan air bersih. Dengan demikian, bantuan diharapkan dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran.

Bagi Daeng Nappu dan warga lainnya, bantuan air bersih tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bukti hadirnya pemerintah dan PMI di tengah masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

Pemkab Takalar bersama PMI Kabupaten Takalar berkomitmen untuk terus mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak selama masyarakat masih membutuhkan, hingga kondisi ketersediaan air kembali normal.

Sabtu, 08 Agustus 2026

Inovasi “PASSIRIKA BOS” Tembus Panggung Nasional, Daeng Manye Terima Detiktimur Awards 2026

JAKARTA-Pemerintah Kabupaten Takalar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, inovasi “PASSIRIKA BOS” berhasil menembus panggung nasional setelah mendapat apresiasi dalam ajang detiktimur Awards 2026.

Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, menerima penghargaan tersebut dalam Anugerah Inovasi dan Kontribusi untuk Indonesia Bagian Timur yang digelar di Jakarta, Jumat (7/8/2026) malam.

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa terobosan yang dilakukan Pemkab Takalar dalam mendorong transformasi digital di sektor pendidikan mulai mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Salah satu terobosan tersebut adalah PASSIRIKA BOS, inovasi yang dihadirkan Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di bawah kepemimpinan Dody Riyan Saputra.

Dody Riyan Saputra, Kadis Termuda Dorong Pendidikan Berbasis Digital

Di bawah kepemimpinan Dody Riyan Saputra, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Takalar terus mendorong lahirnya berbagai inovasi untuk memperkuat tata kelola pendidikan.

Dody yang dikenal sebagai salah satu kepala dinas termuda di lingkungan Pemkab Takalar dinilai mampu membawa semangat baru dalam menghadirkan inovasi pelayanan pendidikan.

Salah satu hasilnya adalah Smart System Tata Kelola Dana Pendidikan yang diwujudkan melalui aplikasi PASSIRIKA BOS.

Inovasi tersebut dirancang untuk membantu satuan pendidikan dalam mengelola Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara digital.

Dengan sistem tersebut, proses administrasi penggunaan dana BOS dapat dilakukan secara lebih terintegrasi, efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

PASSIRIKA BOS juga diharapkan dapat mempermudah sekolah dalam melakukan pencatatan dan pelaporan sekaligus memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran pendidikan.

Tak Hanya Digitalisasi, Tapi Perbaikan Tata Kelola

Bagi Pemkab Takalar, PASSIRIKA BOS bukan sekadar aplikasi digital.

Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pendidikan yang lebih transparan dan tepat sasaran.

Digitalisasi pengelolaan dana pendidikan juga menjadi langkah untuk mengurangi proses administrasi yang selama ini membutuhkan waktu dan memperkuat akses terhadap informasi pengelolaan anggaran di satuan pendidikan.

Keberhasilan inovasi ini mendapat perhatian dalam detiktimur Awards 2026, yang memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah, lembaga dan berbagai pihak yang dinilai menghadirkan inovasi serta kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia bagian timur.

Bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Takalar, penghargaan tersebut menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas inovasi.

Dody Riyan Saputra dan jajaran Disdikbud Takalar pun berhasil menunjukkan bahwa OPD daerah tidak hanya dituntut menjalankan rutinitas birokrasi, tetapi juga harus mampu melahirkan terobosan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Daeng Manye: Inovasi Takalar Mendapat Pengakuan Nasional

Penghargaan yang diterima Bupati Daeng Manye sekaligus menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Takalar.

Di bawah kepemimpinannya, transformasi digital menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong pemerintahan yang lebih cepat, efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Melalui inovasi PASSIRIKA BOS, Pemkab Takalar menunjukkan komitmennya membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperbaiki tata kelola dan akuntabilitas anggaran pendidikan.

Raihan detiktimur Awards 2026 menjadi tambahan motivasi bagi Pemkab Takalar untuk terus melahirkan inovasi di berbagai sektor.

PASSIRIKA BOS kini bukan sekadar inovasi milik Dinas Pendidikan Takalar. Terobosan tersebut telah membawa nama Takalar ke panggung nasional dan menjadi bukti bahwa inovasi dari daerah mampu mendapatkan apresiasi di tingkat nasional.

Jumat, 07 Agustus 2026

Bupati Daeng Manye Tancap Gas! Gandeng Bank BTN, Takalar Bidik PAD Naik dan Layanan Publik Makin Digital

Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye terus tancap gas mendorong transformasi pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Takalar.

Terbaru, Daeng Manye melakukan koordinasi bersama Bank BTN di Kantor Cabang Bank BTN Jakarta Kuningan, Jumat (7/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Takalar dan Bank BTN melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang diarahkan untuk memperkuat sejumlah sektor strategis di Kabupaten Takalar.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Takalar Daeng Manye berdiskusi dengan jajaran Bank BTN, di antaranya Novie Fatmawatie, Department Head Government Institutional Banking 2 Division, serta Rozana Melly, Department Head Healthcare Institutional Banking 2.

Sejumlah agenda penting menjadi pembahasan dalam koordinasi tersebut, mulai dari upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mendorong peningkatan kinerja dan pelayanan ASN, hingga penguatan sistem layanan rumah sakit di Kabupaten Takalar.

Kerja sama ini diproyeksikan menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat digitalisasi dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Pemanfaatan sistem digital diharapkan mampu membuat pelayanan menjadi lebih cepat, efektif, terintegrasi dan mudah diakses masyarakat.

Di sisi lain, digitalisasi juga diharapkan dapat mendukung pemerintah daerah dalam mengoptimalkan berbagai potensi pendapatan daerah melalui sistem yang lebih tertata dan transparan.

Bagi Daeng Manye, kolaborasi dengan lembaga perbankan merupakan bagian dari upaya mempercepat berbagai agenda pembangunan dan pembenahan tata kelola pemerintahan.

Pertemuan di Jakarta tersebut juga menjadi langkah awal sebelum memasuki pembahasan teknis yang lebih detail.

Rencananya, pembahasan dan tindak lanjut secara teknis antara Pemkab Takalar dan Bank BTN akan dilakukan pada pekan depan.

Selanjutnya, kedua pihak menargetkan proses PKS dapat dirampungkan sekitar dua pekan kemudian.

Dengan demikian, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada tahap koordinasi, tetapi segera masuk ke tahap implementasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan di Takalar.

Menariknya, ruang kerja sama yang dibangun antara Pemkab Takalar dan Bank BTN juga terbuka untuk dikembangkan pada sektor lainnya.

Artinya, apabila dalam pelaksanaannya terdapat sektor strategis lain yang dapat dikolaborasikan, maka peluang kerja sama tersebut tetap terbuka.

Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkab Takalar untuk membangun pemerintahan yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.

Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Takalar berharap peningkatan PAD dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kinerja ASN serta pelayanan publik yang semakin cepat dan berkualitas.

Dari Jakarta, Daeng Manye membawa satu agenda besar untuk Takalar: mempercepat transformasi digital, memperkuat pendapatan daerah, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah bagi masyarakat.

Kamis, 06 Agustus 2026

Takalar Award 2026, Pemkab Takalar Beri Apresiasi bagi ASN, Desa, Sekolah, dan Puskesmas Berprestasi

Pemerintah Kabupaten Takalar akan menggelar Malam Apresiasi dan Inovasi Takalar Award 2026 pada Rabu malam (5/8/2026) di Halaman Kantor Bupati Takalar. Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan kepada perangkat daerah, pemerintah desa, satuan pendidikan, puskesmas, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menunjukkan kinerja, dedikasi, dan inovasi terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Takalar Award merupakan salah satu inovasi Pemerintah Kabupaten Takalar di bawah kepemimpinan Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, sebagai upaya membangun budaya kerja yang kompetitif, profesional, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

Melalui program ini, setiap perangkat daerah dan unit pelayanan didorong untuk terus meningkatkan kinerja, menghadirkan berbagai inovasi, serta memberikan pelayanan yang semakin berkualitas dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menegaskan bahwa Takalar Award tidak sekadar menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh aparatur pemerintah untuk terus berprestasi dan memberikan pelayanan terbaik.

“Takalar Award ini kami hadirkan sebagai pemacu semangat agar seluruh aparatur berlomba-lomba meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Daeng Manye.

Pada Takalar Award 2026, sejumlah kategori penghargaan akan diberikan, di antaranya Desa Terbaik, ASN Terbaik, Kepala Puskesmas dan Puskesmas Terbaik, Kepala Sekolah dan Sekolah Terbaik, Guru Terbaik, serta kategori Pelayanan Terbaik.

“Saya perlombakan desa terbaik, ASN terbaik, kepala puskesmas atau puskesmas terbaik, kepala sekolah dan sekolah terbaik, guru terbaik, hingga pelayanan terbaik. Daripada bermalas-malasan, nanti akan kelihatan siapa yang rajin. Kami siapkan medali emas, perak, perunggu, piala, beserta hadiah uang tunai bagi yang terbaik,” kata Daeng Manye.

Menurutnya, penghargaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi menjadi instrumen untuk mendorong lahirnya inovasi, meningkatkan profesionalisme aparatur, serta memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada hasil dan kepuasan masyarakat.

Proses penilaian dilakukan secara objektif oleh tim yang dibentuk melalui Surat Keputusan Bupati. Penilaian meliputi sejumlah indikator, seperti capaian kinerja, inovasi pelayanan, tata kelola pemerintahan, serta dampak nyata pelayanan yang dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Diskominfo-SP Kabupaten Takalar, Andi Gunawan, menyampaikan bahwa seluruh persiapan pelaksanaan Malam Apresiasi dan Inovasi Takalar Award 2026 telah dimatangkan agar kegiatan berlangsung lancar dan sukses.

Ia berharap Takalar Award menjadi momentum untuk memperkuat semangat kompetisi yang sehat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar, sehingga mampu melahirkan aparatur dan unit pelayanan yang semakin inovatif, profesional, responsif, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dengan mengusung semangat apresiasi, inovasi, dan kompetisi, Takalar Award 2026 diharapkan menjadi salah satu penggerak transformasi budaya kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar sekaligus mendorong terwujudnya pelayanan publik yang semakin cepat, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done