TOPIK TAKALAR

Minggu, 16 Agustus 2026

Bupati Takalar Daeng Manye Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

TAKALAR-Perjuangan Pemerintah Kabupaten Takalar untuk mendapatkan program Kampung Nelayan Merah Putih akhirnya membuahkan hasil. Empat desa di Kabupaten Takalar resmi menjadi bagian dari pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang ditandai dengan peletakan batu pertama secara simbolis oleh Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM.

Peletakan batu pertama pembangunan empat Kampung Nelayan Merah Putih tersebut dipusatkan di Desa Topejawa, Minggu 16 Agustus 2026

Kecamatan Mangarabombang (Marbo), dan menjadi momentum penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Takalar.

Empat desa yang akan menjadi lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yakni Desa Topejawa, Desa Boddia, Desa Sampulungan, dan Desa Bontokanang.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Takalar Daeng Manye didampingi Kepala Dinas Nasaruddin A, bersama Kepala Bidang Perikanan Kabupaten Takalar, Camat Mangarabombang Mappaturung, serta Kepala Desa Topejawa Arman Siantang

Turut hadir dalam kegiatan tersebut,Firzal muzaffar Dirut PT.SINAR MOGILOLANG dari pihak pelaksana pembangunan, perwakilan Dandim 1426/Takalar, serta perwakilan Polres Takalar yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Takalar.

Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan tidak sekadar menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kawasan pesisir, meningkatkan produktivitas nelayan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Dengan pembangunan tersebut, kawasan nelayan di Takalar diharapkan dapat berkembang menjadi lingkungan yang lebih tertata, produktif, dan memiliki daya saing. Kehadiran program ini juga menjadi bukti bahwa perhatian terhadap masyarakat pesisir terus menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan daerah.

Peletakan batu pertama ini sekaligus menandai dimulainya babak baru pembangunan kawasan nelayan di Takalar. Pemerintah daerah berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para nelayan dan keluarga yang menggantungkan kehidupan dari sektor kelautan dan perikanan.

Bagi Kabupaten Takalar yang memiliki wilayah pesisir dan potensi kelautan yang besar, Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan menjadi salah satu pengungkit ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi sektor perikanan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.

Momentum tersebut juga menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan warga pesisir.

Dari pesisir Takalar, pembangunan diharapkan terus bergerak, membuka peluang, dan menghadirkan kesejahteraan yang semakin nyata bagi masyarakat nelayan.

Ukir Sejarah, UPT SD Negeri 174 Inpres Kalappo Raih Juara 2 Lomba Gerak Jalan Indah Tingkat Kabupaten Takalar

TAKALAR-Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan oleh UPT SD Negeri 174 Inpres Kalappo, Kelurahan Mangadu, Kecamatan Mangarabombang. Untuk pertama kalinya sejak sekolah tersebut berdiri, pasukan gerak jalan dari Lingkungan Kalappo dipercaya mewakili Kecamatan Mangarabombang pada ajang Lomba Gerak Jalan Indah tingkat Kabupaten Takalar dan berhasil meraih Juara 2.

Kontingen yang tampil dengan nomor urut 001 itu diperkuat oleh 34 siswa, termasuk peserta cadangan. Penampilan mereka mampu menarik perhatian para juri dan masyarakat berkat kekompakan, ketepatan barisan, serta variasi formasi yang dipadukan dengan yel-yel yang ditampilkan secara energik dan penuh semangat.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran tim pelatih yang dipimpin oleh Dedy Wahyudin Idris, S.Pd., Gr. Melalui latihan yang intensif, para siswa dibina untuk membangun kedisiplinan, kekompakan, serta mental bertanding sehingga mampu memberikan penampilan terbaik di tingkat kabupaten.

Kepala UPT SD Negeri 174 Inpres Kalappo, Sahabuddin, S.Pd., Gr., mengungkapkan rasa bangga dan harunya atas pencapaian yang diraih para siswa. Menurutnya, prestasi ini menjadi tonggak sejarah bagi sekolah karena untuk pertama kalinya berhasil mewakili Kecamatan Mangarabombang sekaligus membawa pulang gelar juara di tingkat kabupaten.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Dukungan orang tua, kerja sama guru, pelatih, dan seluruh warga sekolah menjadi kunci keberhasilan yang mengantarkan para siswa mengharumkan nama sekolah dan Kecamatan Mangarabombang.

Ke depan, pencapaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan potensi dan menciptakan prestasi baru, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Jumat, 14 Agustus 2026

Bupati Takalar Datangi Kontingen Jamnas XII di Cibubur, Beri Motivasi dan Suntik Semangat Peserta

TAKALAR – Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, mengunjungi kontingen Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Takalar yang sedang mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (14/8/2026). Kehadiran Daeng Manye selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Pramuka Takalar menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap pengembangan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB, Daeng Manye disambut Ketua Kwarcab Takalar, H. Alamsyah Mile, Kabid Pemuda Disparpora Takalar, Ibrahim, serta para peserta kontingen. Suasana semakin meriah saat peserta menyambut kedatangannya dengan yel-yel dan lagu “Selamat Datang Kakak”. Momen penuh keakraban juga terlihat ketika salah seorang peserta, Kadir, mengalungkan syal Pramuka kepada Bupati Takalar.

Dalam suasana santai di bawah tenda, Daeng Manye duduk bersama peserta, pembina pendamping, pimpinan kontingen, dan tim official. Ketua Kwarcab Takalar, H. Alamsyah Mile, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Bupati yang terus mengikuti perkembangan kontingen sejak tahap seleksi hingga pelaksanaan Jamnas di Cibubur. Menurutnya, kehadiran orang nomor satu di Takalar tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh peserta.

Pada kesempatan itu, Daeng Manye mengingatkan para peserta agar memanfaatkan Jambore Nasional sebagai ajang untuk meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, serta membangun persahabatan dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. “Hari ini kita menunjukkan bahwa Pramuka Takalar juga bisa. Perjuangan adik-adik melewati proses seleksi tidaklah mudah. Karena itu, tunjukkan bahwa kalian memang pantas berada di sini,” ujar Daeng Manye yang disambut tepuk tangan peserta.

Selain memberikan motivasi, Bupati Takalar juga membawa bantuan logistik dan bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan peserta selama mengikuti perkemahan. Kehadirannya turut diwarnai dengan kuis berhadiah yang semakin mencairkan suasana. Kunjungan tersebut ditutup dengan sesi foto bersama dan bersalaman dengan seluruh peserta. Bagi kontingen Takalar, kehadiran Daeng Manye menjadi suntikan semangat untuk terus berprestasi dan membawa nama baik daerah di ajang Jambore Nasional XII Tahun 2026.


Rabu, 12 Agustus 2026

Wabup Hengky Yasin: Karnaval Kemerdekaan Jadi Momentum Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini


Wakil Bupati Takalar, Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., M.M., memberikan apresiasi kepada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Takalar atas terselenggaranya rangkaian kegiatan Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang diawali dengan karnaval peserta didik Raudhatul Athfal (RA), Rabu (13/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar tersebut berlangsung meriah dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag. Wakil Bupati Takalar hadir sekaligus membuka secara resmi kegiatan karnaval yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Dalam sambutannya, Dr. H. Hengky Yasin menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kemenag Takalar yang terus berupaya menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air kepada generasi muda sejak usia dini. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting dalam membentuk karakter anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, cerdas, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.

Sementara itu, Ketua Panitia Semarak Kemerdekaan RI ke-81 Kemenag Takalar, Dr. H. Mohammad Yahya, S.Ag., M.Ag., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara di kalangan peserta didik dan masyarakat.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan yang diselenggarakan meliputi berbagai perlombaan bernuansa edukatif dan hiburan, seperti karnaval, fashion show, lomba makan kerupuk, balap karung, serta sejumlah lomba tradisional lainnya yang melibatkan peserta dari berbagai satuan pendidikan.

Karnaval tahun ini diikuti oleh 41 Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Takalar. Para peserta tampil mengenakan beragam kostum bertema perjuangan, budaya nusantara, profesi, hingga simbol-simbol kebangsaan yang menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan di sepanjang rute karnaval.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat perjuangan para pahlawan dapat terus diwariskan kepada generasi muda. Selain menjadi ajang kreativitas dan kebersamaan, peringatan HUT RI ke-81 yang digelar Kemenag Takalar juga menjadi momentum memperkuat persatuan serta menanamkan nilai-nilai cinta tanah air kepada anak-anak sebagai penerus bangsa.

Selasa, 11 Agustus 2026

Kepala SMPN 2 Marbo Karmila Dorong Pembenahan Kebun TOGA Dan Pengelolaan Sampah Berbasis Edukasi



TAKALAR – Kepala SMP Negeri 2 Mangarabombang (Marbo), Ibu Karmila, terus mendorong pembenahan lingkungan sekolah melalui pengelolaan kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) serta pemilahan sampah secara terintegrasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, sekaligus memberikan ruang pembelajaran bagi peserta didik.

Pembenahan kebun TOGA dilakukan sebagai salah satu bentuk pemanfaatan lahan sekolah agar lebih produktif dan edukatif. Keberadaan kebun tersebut diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal berbagai jenis tanaman yang memiliki manfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Selain pembenahan kebun TOGA, SMPN 2 Marbo juga telah melaksanakan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. Sampah yang dihasilkan di lingkungan sekolah dipilah mulai dari sampah plastik, sampah organik hingga sampah nonorganik. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran warga sekolah agar tidak membuang sampah secara sembarangan.

Menariknya, sampah plastik tidak hanya dikumpulkan untuk dibuang, tetapi mulai dimanfaatkan sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler. Para siswa diberikan pemahaman dan keterampilan untuk mengolah sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna, salah satunya melalui pembuatan ecobrick.

Sementara itu, sampah organik dimanfaatkan dalam proses pembuatan pupuk kompos. Pengolahan tersebut menjadi langkah sederhana namun edukatif dalam mengurangi volume sampah yang dibuang sekaligus mengenalkan kepada siswa konsep pengelolaan limbah organik yang dapat dimanfaatkan kembali.

Tak hanya ecobrick dan pupuk kompos, sampah plastik juga diarahkan untuk dimanfaatkan dalam proses pembuatan paving block. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman praktis kepada siswa mengenai konsep ekonomi sirkular, yakni mengubah barang yang dianggap tidak bernilai menjadi sesuatu yang dapat digunakan kembali.

Kepala SMPN 2 Marbo, Karmila, melalui berbagai pembenahan tersebut menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya peduli lingkungan di sekolah. Pengelolaan sampah yang dipadukan dengan kegiatan ekstrakurikuler diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh di kalangan siswa sehingga SMPN 2 Marbo dapat menjadi lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, kreatif, dan berwawasan lingkungan.

85 CPNS Takalar Resmi Diangkat Menjadi PNS, Bupati Takalar Tekankan Peran Sebagai Agen Perubahan.

Takalar – Sebanyak 85 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pengangkatan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK), pengambilan sumpah/janji PNS, serta pelantikan jabatan fungsional.

Prosesi pengangkatan dan pengambilan sumpah/janji PNS dipimpin langsung oleh Bupati Takalar, Daeng Manye, di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Inspektur Daerah Kabupaten Takalar serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Takalar.

Prosesi pengangkatan ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh perwakilan PNS yang dilantik. Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya masa CPNS sekaligus awal pengabdian penuh sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar.

Dalam sambutannya, Bupati Takalar Daeng Manye menyampaikan ucapan selamat kepada 85 PNS yang baru saja diangkat. Ia menegaskan bahwa perubahan status dari CPNS menjadi PNS bukan sekadar perubahan administratif, tetapi juga merupakan peningkatan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

“Selamat kepada para PNS yang baru dilantik. Ini adalah fase awal yang baru untuk menapaki dunia birokrasi sebagai PNS. Setahun sudah berlalu dengan status 80 persen, dan hari ini kita sudah mencapai 100 persen atau sudah menjadi PNS,” ujar Daeng Manye.

Menurutnya, selama menjalani masa sebagai CPNS, para pegawai telah memperoleh berbagai pengalaman dan pembelajaran mengenai tugas serta dinamika birokrasi. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal untuk meningkatkan kualitas kerja setelah resmi menjadi PNS.

“Tentu banyak pelajaran yang sudah diambil selama setahun menjadi CPNS dan sudah memahami dunia birokrasi. Setelah berganti status menjadi PNS, harus menunjukkan kinerja yang lebih baik. Tampilkan yang terbaik,” tegasnya.

Bupati Daeng Manye juga memberikan pesan khusus agar para PNS baru tidak hanya menjalankan rutinitas pekerjaan, tetapi mampu menghadirkan gagasan, kreativitas, dan inovasi di lingkungan kerjanya masing-masing.

Ia mengibaratkan PNS yang baru dilantik sebagai “kertas kosong” yang harus diisi dengan prestasi, kreativitas, inovasi, dan kinerja positif.

“PNS baru ini ibarat kertas kosong yang harus diisi. Isi dengan kreativitas dan kinerja yang membawa perubahan. Berikan contoh yang bagus dalam pelayanan, tertib dalam administrasi, dan hadirkan inovasi yang kreatif di tempat kerja masing-masing.

Sehingga keberadaan PNS baru benar-benar memiliki arti. Jadilah agen perubahan,” ungkapnya.menekankan, aparatur pemerintah memiliki posisi strategis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, setiap PNS dituntut untuk menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, serta bekerja secara profesional dan bertanggung jawab.

“Saya berharap PNS baru ini menunjukkan bahwa Anda adalah ASN yang berkualitas dan menjadi agen perubahan. Jangan kecewakan saya, jangan terkontaminasi dengan hal-hal buruk. Tetap tingkatkan skill dan pengalaman agar kemampuan semakin terasa,” pesan Daeng Manye.

Lebih lanjut, Bupati meminta Inspektorat Daerah dan BKPSDM Kabupaten Takalar untuk terus melakukan monitoring dan pembinaan terhadap para PNS yang baru diangkat. Pembinaan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja sekaligus mendukung pengembangan karier aparatur secara profesional.

Menurutnya, penguatan kapasitas aparatur menjadi bagian penting dalam mewujudkan birokrasi yang efektif, disiplin, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Dengan resmi diangkatnya 85 CPNS tersebut, Pemkab Takalar berharap para PNS baru dapat segera beradaptasi dengan tanggung jawab yang lebih besar serta memberikan kontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat.

Mereka diharapkan mampu menjadi aparatur yang profesional, berintegritas, kompeten, inovatif, dan responsif, sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Takalar dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik 

Senin, 10 Agustus 2026

Bupati Takalar pertama Kali Adakan Apel Sore dan Menyoroti Kehadiran Absensi Disiplin ASN dan Staf


Takalar — Pemerintah Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan,untuk pertama kalinya menggelar apel sore di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut diawali dengan shalat Ashar berjamaah sebelum seluruh Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, serta staf lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar mengikuti apel sore.

Bupati Takalar, Ir. H. Muhammad Firdaus Daeng Manye, M.M ,bertindak sebagai pembina apel. Dalam arahannya, ia secara tegas menyoroti kedisiplinan aparatur, khususnya terkait kehadiran dan absensi ASN.

Daeng Manye mengatakan, apel sore tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Takalar untuk memastikan kehadiran pegawai sekaligus membangun budaya kerja yang lebih disiplin.

"Apel sore ini dilaksanakan untuk mengetahui kehadiran pegawai. Saya yakin ada pegawai yang tidak hadir tadi pagi dan sore ini hadir. Mari kita mengubah pola pikir untuk terus mendisiplinkan diri dan menanamkan dalam diri kita untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

Bupati Takalar meminta seluruh ASN lebih serius memperhatikan kewajiban kehadiran dan absensi.

Ia menyebut masih ditemukan pegawai yang tidak hadir maupun tidak melakukan absensi sebagaimana mestinya.

Karena itu, Daeng Manye meminta para pimpinan OPD, kecamatan hingga kelurahan melakukan pengawasan secara langsung terhadap kehadiran staf masing-masing.

“Seminggu ke depan saya ingin melihat kehadiran dan absensi setiap organisasi, kecamatan, dan kelurahan. Untuk itu, kepada pimpinan masing-masing agar mengawasi absensi stafnya. Kehadiran harus di atas 95 persen,” ujarnya.

Ia juga meminta agar setiap ASN yang tidak hadir memiliki alasan yang jelas.

Menurut Daeng Manye, kedisiplinan aparatur menjadi salah satu kunci utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Bagi ASN yang tidak hadir, harus jelas apa alasannya. Bagaimana kita bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat kalau kita sendiri tidak disiplin? Ini yang harus kita ubah,” tegasnya.

Untuk memastikan target tersebut tercapai, seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta meningkatkan pengawasan terhadap stafnya.

ASN yang belum menunjukkan kedisiplinan diharapkan tidak hanya diberikan teguran, tetapi juga pembinaan agar mampu memperbaiki pola kerja dan tanggung jawabnya sebagai aparatur pemerintah.

Daeng Manye menekankan, disiplin bukan semata-mata persoalan hadir dan melakukan absensi, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Selain kedisiplinan, Bupati Takalar juga mengingatkan seluruh ASN agar mampu mengikuti perkembangan dan perubahan yang semakin cepat.

Menurutnya, tantangan pemerintahan ke depan akan semakin besar sehingga aparatur dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi.

“Kita harus siap mengikuti alur perubahan yang terjadi. Tantangan ke depan semakin besar, sehingga kita harus terus beradaptasi dan meningkatkan kemampuan,” katanya.

Ia berharap seluruh ASN tidak terjebak dalam pola kerja lama, tetapi terus melakukan perubahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam apel tersebut, Daeng Manye juga menyinggung pelaksanaan Takalar Award yang digelar sehari sebelumnya.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Takalar kepada ASN maupun organisasi perangkat daerah yang dinilai memiliki dedikasi dan menunjukkan kinerja terbaik.

Daeng Manye berharap penghargaan tersebut dapat menjadi pemacu semangat bagi para penerima untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasinya.

Sementara bagi ASN yang belum mendapatkan penghargaan, ia meminta agar capaian tersebut dijadikan motivasi untuk bekerja lebih baik.

“Semoga apresiasi yang diberikan ini dapat semakin memicu peningkatan kinerja. Bagi yang belum mendapatkan penghargaan, jadikan ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kinerja agar ke depan bisa meraih penghargaan tersebut,” tutupnya.

Apel sore perdana tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Takalar dalam memperkuat budaya disiplin aparatur, meningkatkan pengawasan kehadiran, sekaligus mendorong ASN agar semakin adaptif dan berorientasi pada pelayanan masyarakat


Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done