TOPIK TAKALAR

Sabtu, 03 Oktober 2026

APBD Perubahan 2026 Takalar Disetujui, 9 Fraksi Terima dan Bupati Tekankan Anggaran Harus Tepat Sasaran


DPRD Kabupaten Takalar menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Rabu (30/9/2026).

Rapat yang berlangsung di Lantai II Gedung DPRD Takalar tersebut dimulai sekitar pukul 19.30 WITA dan dipimpin langsung Ketua DPRD Takalar, H. Muhammad Rijal.

Turut hadir Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, Wakapolres Takalar, para kepala OPD, serta camat se-Kabupaten Takalar.

Dalam rapat tersebut, seluruh fraksi DPRD Takalar menyampaikan pendapat akhirnya terhadap Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Fraksi PKB menyatakan menerima dan menyetujui Ranperda APBD Perubahan 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

Sikap serupa disampaikan Fraksi PPP melalui Hj. Dawati yang menyatakan menerima dan menyetujui Ranperda tersebut untuk ditetapkan menjadi Perda.

Fraksi NasDem melalui H. Syarif juga menerima dan menyetujui Ranperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 untuk disahkan menjadi Peraturan Daerah.

Selanjutnya, Fraksi PDI Perjuangan melalui Syamsuddin Serang menyatakan menerima dan menyetujui Ranperda tersebut untuk ditetapkan menjadi Perda.

Fraksi Gerindra melalui Isrwati menyatakan menerima dan menyetujui Ranperda APBD Perubahan 2026 untuk disahkan menjadi Peraturan Daerah.

Fraksi Golkar melalui Mansur Salam juga menerima dan menyetujui APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 untuk ditetapkan menjadi Perda.

Fraksi Gelora melalui Daeng Taugi menyatakan menyetujui Ranperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

Sementara Fraksi PKS melalui Muh. Ibrahim Bakri menerima dan menyetujui APBD Perubahan 2026 untuk ditetapkan menjadi Perda, dengan catatan agar pemerintah daerah memperhatikan perbaikan Jalan Ruas Puntondo.

Adapun Fraksi Demokrat yang pendapat akhirnya dibacakan Ketua DPRD Takalar, menyatakan menerima dan menyetujui Ranperda APBD Perubahan 2026 dengan sejumlah catatan.

Setelah seluruh fraksi menyampaikan pendapat akhir, agenda dilanjutkan dengan persetujuan anggota DPRD secara lisan terhadap Ranperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

Bupati Tekankan Anggaran Harus Tepat Sasaran

Dalam pendapat akhirnya, Bupati Takalar Ir. Mohammad Firdaus Daeng Manye menyampaikan bahwa proses pembahasan Perubahan APBD 2026 telah melalui berbagai tahapan, mulai dari penyusunan perubahan RKPD, perubahan KUA dan PPAS hingga pembahasan bersama antara eksekutif dan legislatif.

Menurutnya, seluruh tahapan tersebut bukan sekadar proses administratif dan penganggaran, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama memastikan setiap kebijakan dan alokasi anggaran memberikan manfaat yang jelas bagi masyarakat.

“Pembahasan yang telah kita lalui bukan semata-mata merupakan proses administratif dan penganggaran, akan tetapi merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan alokasi anggaran benar-benar memiliki manfaat yang jelas,” ujar Daeng Manye dalam pendapat akhirnya.

Ia menekankan, implementasi APBD Perubahan 2026 harus diarahkan untuk kepentingan masyarakat Takalar dan tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bupati juga berpesan kepada pihak eksekutif agar program dan kegiatan yang telah disepakati dapat dimanfaatkan secara optimal serta dilaksanakan secara tepat sasaran.

 

“Sehingga dalam proses pengelolaan keuangan dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” tegasnya.

Selain itu, Daeng Manye meminta seluruh perangkat daerah tetap berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam menjalani tahapan selanjutnya sebelum diterbitkannya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA-SKPD) sebagai dasar pelaksanaan program dan kegiatan.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Takalar, Bupati menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Takalar atas kerja sama, perhatian, dan komitmen selama proses pembahasan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada TAPD dan seluruh perangkat daerah yang telah bekerja dalam proses penyusunan hingga pembahasan APBD Perubahan tersebut.

“Marilah kita terus menjaga kebersamaan, memperkuat sinergi, dan melangkah dengan semangat yang sama untuk mewujudkan Takalar Maju dan Berdaya Saing melalui Ekonomi Digital,” kata Daeng Manye.

Rangkaian rapat paripurna kemudian dilanjutkan dengan agenda penandatanganan persetujuan bersama antara Bupati Takalar dan pimpinan DPRD terhadap Ranperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Dengan adanya persetujuan bersama tersebut, Ranperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 memasuki tahapan selanjutnya sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan sebelum ditetapkan sebagai Peraturan Daerah.

Rapat Paripurna dilanjutkan Penandatanganan bersama pimpinan DPRD Takalar

Sebelum Agenda Rapat Paripurna DPRD di tutup Ketua DPRD Takalar h.muhammad Rijal berharap kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati Takalar  terkait Kesejahteraan ASN.

Siswa SDN 166 Bontorita Teriak “Bupatiku!”, Daeng Manye Balas dengan Susu dan Hadiah


Suasana berbeda terlihat di SDN 166 Inpres Bontorita, Kelurahan Manongkoki, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sabtu (3/10/2026).

Puluhan siswa spontan keluar dari lingkungan sekolah saat mengetahui Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye berada di sekitar sekolah.

Kunjungan tersebut berlangsung secara spontan sekitar pukul 10.00 Wita. Daeng Manye awalnya datang untuk mengunjungi usaha mebel milik H Baharuddin Dg Ngago yang berada tepat di seberang sekolah.

Kedatangan Bupati disambut Lurah Manongkoki, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Saat melihat iring-iringan kendaraan Bupati, puluhan siswa SDN 166 Inpres Bontorita langsung berhamburan keluar dari gerbang sekolah.

Mereka kemudian berebut bersalaman dengan Daeng Manye yang saat itu berada di sekitar lokasi usaha mebel.

Melihat antusiasme para siswa, Daeng Manye meminta ajudannya mengambil persediaan susu kotak dari dalam mobil.

Susu tersebut kemudian dibagikan kepada para siswa yang datang menyambutnya.

Setelah berdialog dengan warga dan meninjau usaha mebel, Daeng Manye kemudian memutuskan untuk melihat langsung kondisi SDN 166 Inpres Bontorita.

Didampingi Kepala SDN 166 Inpres Bontorita, Imran, Bupati berjalan menuju halaman sekolah.

Kedatangannya kembali disambut sorak-sorai puluhan siswa.

Sebelum masuk lebih jauh ke lingkungan sekolah, Daeng Manye sempat memperhatikan baliho kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Palang Merah Remaja (PMR).

“Ini kegiatan perekrutan anggota baru PMR melalui kegiatan Diksar yang sudah dilaksanakan, Pak Bupati,” jelas Imran.

Daeng Manye kemudian memilih membaur bersama para siswa di pelataran selasar kelas.

Suasana semakin meriah ketika seorang siswa berteriak lantang, “Daeng Manye!”

Puluhan siswa lainnya spontan menjawab, “Bupatiku!”

Momen tersebut kemudian dilanjutkan dengan ajakan Bupati kepada para siswa untuk menunjukkan keberanian dan bakat mereka.

“Ayo, siapa di sini yang berani dan pintar menyanyi, mengaji, atau mendongeng?” tantang Daeng Manye.

Seorang siswi kemudian maju dan menyanyikan lagu Laskar Pelangi di hadapan Bupati dan teman-temannya.

Setelah itu, Hilal, siswa kelas V SDN 166 Inpres Bontorita, tampil membawakan dongeng.

Kepala sekolah Imran kemudian menjelaskan bahwa Hilal merupakan salah satu siswa berprestasi di sekolah tersebut.

“Izin Pak Bupati, Hilal ini sudah sering menjuarai lomba mendongeng bahasa Makassar di tingkat kabupaten. Pernah meraih juara 1 dan juara 2,” ujar Imran.

Mendengar capaian tersebut, Daeng Manye memberikan motivasi kepada Hilal agar terus mengembangkan kemampuannya.

“Wah bagus, dikembangkan terus! Nanti kalau bisa tembus ke tingkat nasional, seperti siswa dari SD Centre Pattallassang,” ujar Daeng Manye

Tidak hanya memberikan motivasi, Daeng Manye juga memberikan apresiasi kepada para siswa yang berani tampil di hadapannya.

Masing-masing siswa yang tampil diberikan hadiah uang tunai sebesar Rp100 ribu.

Kunjungan spontan tersebut kemudian ditutup dengan sesi foto bersama guru dan siswa SDN 166 Inpres Bontorita.

Sebelum meninggalkan sekolah, Daeng Manye sempat melambaikan tangan kepada para siswa yang masih berada di halaman.

Bupati kemudian melanjutkan agenda kunjungan kerja berikutnya.

Bupati Takalar Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran di Desa Cikoang


Pemerintah Kabupaten Takalar bergerak cepat memberikan bantuan darurat kepada korban kebakaran di Dusun Bila Bilaya, Desa Cikoang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar.

Bantuan tersebut disalurkan pada Sabtu (3/10/2026) sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang tertimpa musibah.

Bantuan atas instruksi langsung Bupati Takalar diserahkan melalui Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Takalar, Andi Rijal.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar korban setelah rumah tempat tinggal mereka dilalap api.

Kebakaran terjadi di kediaman Pempe Dg Ngeppe pada Jumat malam sekitar pukul 23.00 WITA. Kobaran api menghanguskan seluruh bangunan rumah hingga rata dengan tanah dan menyebabkan seluruh harta benda milik korban tidak dapat diselamatkan.

Kerugian sementara ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Andi Rijal mengatakan, penyaluran bantuan merupakan respons cepat Pemerintah Kabupaten Takalar setelah menerima informasi mengenai musibah tersebut.

“Bantuan awal yang kami serahkan berupa paket sembako, tenda, alat masak, alat makan, kasur, dan kebutuhan mendasar lainnya. Bantuan selanjutnya akan diserahkan oleh BPBD,” ujar Andi Rijal saat berada di lokasi kejadian.

Pemerintah Kabupaten Takalar berkomitmen terus memberikan pendampingan kepada Pempe Dg Ngeppe dan keluarga hingga kondisi mereka berangsur pulih. Pemerintah juga membuka ruang bagi masyarakat dan pihak lainnya yang ingin membantu agar dapat menyalurkan bantuan secara langsung kepada korban.

Jumat, 02 Oktober 2026

Pemkab Takalar Salurkan Air Bersih ke Warga Terdampak Kekeringan di Desa Bontoparang



Pemerintah Kabupaten Takalar terus bergerak cepat menangani krisis air bersih yang terjadi akibat kekeringan ekstrem dan fenomena El Nino. Salah satu langkah yang dilakukan yakni pendistribusian air bersih secara langsung kepada warga terdampak di Desa Bontoparang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar.

Dalam pelaksanaan distribusi tersebut, tim lapangan didampingi langsung oleh Kepala Desa Bontoparang, Abd. Rahman. Pendampingan dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan tertib, merata, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan air bersih dari Pemerintah Kabupaten Takalar disambut antusias oleh warga. Masyarakat mengaku bersyukur dan berterima kasih atas perhatian serta respons cepat pemerintah, mengingat sejumlah sumur dan sumber air utama warga telah mengering akibat kemarau panjang.

Kondisi kekeringan tersebut membuat kebutuhan air bersih masyarakat semakin meningkat, terutama untuk keperluan sehari-hari. Karena itu, distribusi air bersih menjadi salah satu bentuk respons pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama kondisi krisis air berlangsung.

Pemerintah Kabupaten Takalar menegaskan akan terus melakukan operasi pendistribusian air bersih secara berkala ke sejumlah wilayah yang rawan terdampak kekeringan, termasuk di wilayah Kecamatan Laikang.

Langkah tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi.

Kamis, 01 Oktober 2026

Hari Kesaktian Pancasila, Kemenag Takalar Perkuat Semangat Kebangsaan



Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Takalar mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026), di halaman Kantor Kemenag Takalar.

Upacara tersebut diikuti jajaran pejabat dan ASN di lingkungan Kemenag Kabupaten Takalar. Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS), Hj. Kartini, bertindak sebagai pembina upacara.

Dalam rangkaian upacara, Hj. Kartini membacakan teks Pancasila dan memimpin peserta mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang bagi bangsa dan negara.

Selanjutnya, pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila disampaikan oleh Kepala KUA Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Ansar Bakri. Pembacaan ikrar tersebut menjadi bagian penting dalam mengenang kembali sejarah perjuangan bangsa serta berbagai upaya yang pernah mengancam Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi ASN Kemenag Takalar untuk merefleksikan kembali sejarah bangsa sekaligus meneguhkan komitmen dalam menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan mempertahankan keutuhan NKRI.

Momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa perjuangan para pendahulu bangsa dalam mempertahankan ideologi negara dan persatuan Indonesia perlu terus dihargai serta diwariskan kepada generasi penerus.

Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila, ASN Kemenag Takalar diharapkan senantiasa mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas, pelayanan kepada masyarakat, maupun dalam kehidupan sehari-hari.

APBD Perubahan 2026 Takalar, NasDem Desak Pemda Fokus Air Bersih dan Infrastruktur Tanakeke


Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Takalar mendesak pemerintah daerah memprioritaskan penanganan krisis air bersih, pemerataan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Kepulauan Tanakeke, serta penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.

Desakan tersebut disampaikan H. Syarif selaku juru bicara Fraksi NasDem dalam pemandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026

Fraksi NasDem menegaskan, perubahan anggaran harus benar-benar menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, bukan sekadar menjadi ruang untuk mengakomodasi kegiatan yang tidak melalui proses perencanaan dan penganggaran yang semestinya.

Selain menyoroti persoalan pelayanan dasar dan pemerataan pembangunan, NasDem juga mengingatkan Pemerintah Kabupaten Takalar agar mengelola keuangan daerah secara transparan, efisien, dan akuntabel.

Desak Prioritaskan Air Bersih dan Mitigasi Kekeringan

Mengantisipasi ancaman krisis air bersih akibat fenomena El Nino, Fraksi NasDem mendesak pemerintah daerah memprioritaskan anggaran tanggap darurat dan mitigasi kekeringan.

Upaya tersebut dinilai perlu dilakukan melalui penguatan infrastruktur penyediaan air bersih, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, serta penyaluran air bersih secara berkala ke wilayah-wilayah yang rentan mengalami kekeringan.

NasDem menilai kebutuhan air bersih harus menjadi salah satu fokus utama dalam pengalokasian belanja daerah pada APBD Perubahan 2026, mengingat dampaknya yang langsung dirasakan masyarakat.

Tanakeke Diminta Jadi Prioritas Pembangunan

Fraksi NasDem juga mendesak Pemkab Takalar memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur di Kecamatan Kepulauan Tanakeke.

H. Syarif menyoroti kebutuhan pembangunan jalan dan penerangan listrik yang dinilai masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan, menurut Fraksi NasDem, penting agar masyarakat Tanakeke turut merasakan manfaat pembangunan dan tidak mengalami kesenjangan dengan wilayah kecamatan lainnya di Kabupaten Takalar.

Minta Data Bansos Akurat, PAD Dioptimalkan

Di sektor sosial, Fraksi NasDem meminta pemerintah daerah melalui perangkat teknis terkait melakukan verifikasi dan validasi data desil kesejahteraan penduduk secara berkala.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan program perlindungan sosial, subsidi, dan bantuan pemerintah tepat sasaran, sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak terlewatkan.

Sementara itu, menyikapi koreksi proyeksi pendapatan daerah akibat penyesuaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan transfer pemerintah pusat, NasDem mendorong optimalisasi potensi PAD secara efektif, objektif, dan transparan.

Fraksi NasDem juga menekankan prinsip kehati-hatian dan efisiensi dalam pengelolaan belanja serta pembiayaan daerah, termasuk memperhatikan SILPA berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Tegaskan Perubahan APBD Bukan Pintu Belakang Anggaran

Sorotan lain yang disampaikan Fraksi NasDem adalah pentingnya disiplin perencanaan dan penganggaran.

NasDem menegaskan bahwa APBD Perubahan tidak boleh menjadi ruang untuk melegitimasi kegiatan yang sejak awal tidak direncanakan dan tidak tercantum dalam dokumen APBD.

Pemerintah daerah diminta tidak membangun pola kegiatan dilaksanakan terlebih dahulu, kemudian anggarannya dicari atau dimasukkan belakangan.

Setiap kegiatan yang diusulkan dalam APBD Perubahan, kata H. Syarif, harus memiliki dasar perencanaan, urgensi yang jelas, landasan hukum, sumber pendanaan, target terukur, serta manfaat nyata bagi masyarakat.

Fraksi NasDem juga meminta agar setiap usulan kegiatan baru dievaluasi dan dijelaskan secara terbuka demi menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

“APBD adalah uang rakyat,” tegas Fraksi NasDem, seraya mengingatkan bahwa perubahan anggaran harus didasarkan pada kebutuhan objektif masyarakat, bukan sekadar mengejar serapan anggaran.

Menutup pemandangan umumnya, Fraksi NasDem berharap pembahasan lanjutan antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Takalar berlangsung secara konstruktif dan terbuka, dengan tetap memperhatikan kemampuan fiskal daerah.

Dengan sejumlah catatan tersebut, Fraksi Partai NasDem menyatakan menerima Ranperda tentang APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 untuk dibahas pada tingkat selanjutnya.


Kamis, 24 September 2026

Bupati Takalar Bersama Warga Ikut Tuang Air Tawar untuk Masyarakat Punaga

TAKALAR – Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah tidak menyurutkan kreativitas masyarakat Desa Punaga, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, Rabu (23/09/2026).

Secara geografis, Desa Punaga berada di wilayah pesisir. Namun, di tengah kondisi tersebut, warga menemukan sumber mata air tawar yang muncul di kawasan yang dikelilingi air laut. Sumber air tawar tersebut kemudian dimanfaatkan masyarakat dengan mengalirkannya sejauh kurang lebih 200 meter untuk memenuhi kebutuhan air warga.

Kondisi tersebut terlihat saat Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, melakukan kunjungan ke Desa Punaga, Kecamatan Laikang. Dalam kunjungannya, Bupati turut membantu warga menuangkan air tawar ke dalam galon yang akan dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Aksi tersebut menjadi gambaran langsung bagaimana masyarakat Desa Punaga memanfaatkan potensi sumber daya alam yang tersedia di tengah keterbatasan akibat musim kemarau. Kreativitas dan gotong royong warga menjadi salah satu cara untuk tetap memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kondisi kekeringan.

Usai membantu warga, Bupati Daeng Manye juga meminum dan membasuh wajahnya menggunakan air tawar dari sumber tersebut. Ia turut merasakan langsung kesegaran air yang dimanfaatkan masyarakat Desa Punaga.

Pemanfaatan sumber mata air tawar di kawasan pesisir ini menjadi salah satu potensi yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya menghadapi kondisi kemarau panjang.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done