TOPIK TAKALAR

Selasa, 14 Juli 2026

Bupati Takalar Buka MPLS Sekolah Rakyat, Perjuangan ke Jakarta Berbuah Manis, 330 Siswa Siap Tempuh Pendidikan Gratis Berasrama

TAKALAR-Kabupaten Takalar kembali menorehkan sejarah di dunia pendidikan. Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahun Ajaran 2026/2027, selasa (14/7/2026).

Pembukaan berlangsung meriah dan sarat makna. Acara diawali dengan penampilan Angngaru, tari tradisional khas Bugis-Makassar, dilanjutkan tari kreasi daerah yang memukau para tamu undangan.

Tak hanya itu, sejumlah siswa juga menunjukkan kemampuan akademiknya melalui pidato dalam Bahasa Inggris, yang menuai tepuk tangan dari para hadirin.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Takalar Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., MM, Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar, Wakil Ketua I DPRD Takalar, unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Sosial RI, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PUPR, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, para kepala OPD, camat se-Kabupaten Takalar, kepala sekolah, tenaga pendidik, wali asuh, serta ratusan orang tua siswa.

Dalam laporannya, perwakilan Kementerian Sosial RI menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Takalar yang dinilai berhasil mempercepat pelaksanaan program Sekolah Rakyat.

Dari sembilan lokasi Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan, baru tiga daerah yang telah memulai MPLS, yakni Kota Makassar, Kabupaten Takalar, dan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

“Kementerian Sosial menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Takalar. Berkat dukungan dan koordinasi yang kuat, Sekolah Rakyat Takalar menjadi salah satu yang tercepat memulai MPLS di Sulawesi Selatan,” ujar perwakilan Kemensos.

Antusiasme masyarakat pun sangat tinggi. Ratusan orang tua turut mengantar anak-anak mereka pada hari pertama sekolah sehingga jumlah tamu yang hadir jauh melampaui perkiraan panitia.

Sementara itu, PPK Kementerian PUPR mengungkapkan bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Takalar telah mencapai 85 persen. Meski masih terdapat sejumlah pekerjaan penyelesaian, fasilitas utama telah siap digunakan sehingga kegiatan MPLS dapat berlangsung sesuai jadwal.

Menurutnya, keberhasilan Takalar tidak lepas dari komunikasi dan koordinasi yang intensif antara Kementerian PUPR, Kementerian Sosial, dan Pemerintah Kabupaten Takalar.

“Komitmen Bupati Takalar sangat luar biasa. Kami terus berkoordinasi agar sekolah ini dapat segera difungsikan dan memberikan manfaat bagi anak-anak,” katanya.

Dalam sambutannya, Bupati Takalar mengungkap kisah perjuangan memperoleh program Sekolah Rakyat. Ia mengaku tetap memperjuangkan Takalar meski saat itu masa pengusulan program telah dinyatakan ditutup.

“Saya datang langsung ke Jakarta membawa proposal dan mempresentasikan kesiapan Takalar. Walaupun pengusulan sudah ditutup, saya tetap berusaha memenuhi seluruh persyaratan, mulai dari kesiapan lahan, sertifikat hingga infrastruktur. Alhamdulillah, Takalar akhirnya dipercaya menjadi salah satu daerah penerima Sekolah Rakyat,” ungkap Daeng Manye.

Perjuangan tersebut membuahkan hasil membanggakan. Takalar menjadi salah satu daerah yang memperoleh Sekolah Rakyat jenjang SMP dan SMA sekaligus, sebagai bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap kesiapan daerah.

Bupati menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas. Menurutnya, fasilitas sekolah yang lengkap dengan ruang belajar modern, aula, lapangan olahraga, asrama, hingga layanan makan bagi siswa menjadi modal besar untuk mencetak generasi unggul.

“Kalau menanam padi, tiga bulan sudah panen. Tetapi pendidikan baru akan kita panen hasilnya 10 sampai 20 tahun ke depan. Dari sekolah ini saya berharap lahir camat, tentara, polisi, dokter, bupati, bahkan menteri. Tidak ada yang mustahil jika anak-anak belajar dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.

Pada tahun ajaran perdana ini, Sekolah Rakyat Takalar diikuti 330 siswa, termasuk 60 siswa asal Kabupaten Gowa yang akan menjalani pendidikan berasrama bersama peserta didik dari Kabupaten Takalar.

Bupati berharap seluruh siswa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya serta mengajak seluruh orang tua, tenaga pendidik, dan pemerintah bersama-sama menjaga Sekolah Rakyat sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia unggul.

“Ini bukan sekadar membangun gedung sekolah. Ini adalah membangun masa depan Indonesia. Dari tempat inilah kita berharap lahir generasi yang mampu mengangkat derajat keluarga, daerah, dan bangsa,” pungkasnya.

Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Takalar menjadi tonggak penting dimulainya perjalanan pendidikan bagi 330 siswa. Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi model pendidikan berasrama yang melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan menjadi solusi nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Senin, 13 Juli 2026

Bupati Takalar Daeng Manye Adakan Syukuran ke 59 Tahun

Takalar – Suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan rasa syukur mewarnai Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Senin (13/7/2026), saat Pemerintah Kabupaten Takalar menggelar syukuran memperingati hari ulang tahun ke-59 Bupati Takalar, H. Mohammad Firdaus Daeng Manye. Kegiatan ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Bupati Takalar H. Hengky Yasin, Sekretaris Daerah, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, pimpinan BUMD, pejabat administrator, para camat, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Takalar.

Acara diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Pimpinan Pondok Pesantren Bajeng Takalar. Dalam doa tersebut dipanjatkan harapan agar Bupati Daeng Manye senantiasa diberikan kesehatan, umur yang berkah, kekuatan, serta kebijaksanaan dalam mengemban amanah memimpin Kabupaten Takalar. Doa juga dipanjatkan agar seluruh jajaran pemerintah tetap solid dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Takalar H. Hengky Yasin menyampaikan ucapan selamat ulang tahun sekaligus apresiasi atas dedikasi dan komitmen Bupati Daeng Manye dalam memimpin daerah. Ia berharap Bupati selalu diberi kesehatan, umur panjang, dan semangat untuk terus membawa Kabupaten Takalar menjadi daerah yang semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Takalar H. Mohammad Firdaus Daeng Manye mengungkapkan rasa syukur atas nikmat usia yang diberikan Allah SWT serta menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan seluruh pihak. Menurutnya, berbagai capaian pembangunan yang diraih Kabupaten Takalar merupakan hasil kerja sama seluruh elemen pemerintah, Forkopimda, dan masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga kekompakan dan memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan visi pembangunan daerah.

“Semua capaian yang diraih hingga hari ini merupakan hasil kerja bersama. Terima kasih atas doa, dukungan, dan kebersamaan yang terus terjalin. Insya Allah saya akan terus berupaya menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya demi mewujudkan Kabupaten Takalar yang semakin maju, sejahtera, adil, dan berdaya saing,” ujar Daeng Manye.

Suasana kekeluargaan semakin terasa ketika seluruh tamu undangan memberikan ucapan selamat dan doa terbaik kepada Bupati Takalar. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan siang bersama sebagai simbol kebersamaan dan soliditas seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Takalar dalam melanjutkan pembangunan daerah demi mewujudkan Takalar yang lebih maju dan sejahtera.

Wakil Bupati Takalar Insfektur Upacara Hari Koperasi Ke - 79 Perkuat Peran Koperasi sebagai Motor Ekonomi Rakyat

Takalar – Pemerintah kabupaten Takalar menegaskan komitmennya memperkuat koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan pada peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026. Momentum ini sekaligus menjadi ajang untuk mendorong lahirnya koperasi yang modern, profesional, dan mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi nasional.

Peringatan Hari Koperasi yang mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” digelar melalui upacara di Lapangan Kantor Bupati Takalar, Senin (13/7/2026). Wakil Bupati Takalar, H. Hengky Yasin, bertindak sebagai inspektur upacara.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Takalar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, Sekretaris Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pengurus dan pengawas koperasi, serta aparatur sipil negara di lingkungan pemda Takalar

Dalam kesempatan itu, Hengky Yasin membacakan amanat Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, yang menegaskan bahwa Hari Koperasi bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kembali peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.

Menurutnya, di tengah dinamika ekonomi global, koperasi dituntut semakin adaptif dalam memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan.

Dalam kesempatan itu, Hengky Yasin membacakan amanat Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, yang menegaskan bahwa Hari Koperasi bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kembali peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.

Menurutnya, di tengah dinamika ekonomi global, koperasi dituntut semakin adaptif dalam memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan.

MPLS SMPN 1 Takalar Tampil Beda! 245 Siswa Baru Digembleng Lewat Kelas Inspiratif, Ada Barbershop Hingga Pojok Rias

TAKALAR-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Takalar hadir dengan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebanyak 245 siswa baru yang terbagi dalam delapan rombongan belajar (rombel) mengikuti kegiatan MPLS selama lima hari dengan mengusung konsep Kelas Inspiratif yang dipadukan dengan berbagai inovasi ramah anak.

Kegiatan yang resmi dibuka oleh Kepala SMP Negeri 1 Takalar, H. Jufri Abdullah, S.Pd., pada Senin (13/7/2026) itu tidak hanya berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun karakter, menumbuhkan semangat belajar, dan memperkenalkan budaya sekolah yang positif kepada seluruh peserta didik baru.

Dalam sambutannya, H. Jufri Abdullah menegaskan bahwa MPLS harus menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi siswa, bukan kegiatan yang menakutkan atau sekadar seremonial.

“Kami ingin anak-anak merasa nyaman sejak hari pertama menginjakkan kaki di sekolah. Karena itu, MPLS tahun ini kami kemas lebih edukatif, inspiratif, dan menyenangkan agar mereka cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah,” ujarnya.

Sebagai bagian dari konsep tersebut, SMPN 1 Takalar menghadirkan Kelas Inspiratif dengan melibatkan sejumlah tokoh dari berbagai bidang. Di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar, Wakapolres Takalar, Direktur RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle (HPDN) Takalar, serta dosen dari Universitas Negeri Makassar (UNM).

Melalui sesi inspiratif tersebut, para siswa baru akan mendapatkan motivasi, wawasan, serta pembelajaran tentang pentingnya disiplin, kesehatan, kepemimpinan, pendidikan, hingga perencanaan masa depan sejak dini.

Selain itu, setiap hari peserta MPLS diperkenalkan dengan berbagai kegiatan unggulan sekolah melalui penampilan ekstrakurikuler seperti Pramuka, Paskibraka, Drumband, PMR, Sanggar Seni, OSIS, hingga kegiatan keagamaan. Seluruh kegiatan tersebut ditampilkan agar siswa baru memiliki gambaran nyata mengenai kehidupan sekolah sekaligus dapat menentukan minat dan bakat yang ingin dikembangkan.

Tidak hanya melibatkan siswa, pihak sekolah juga mengundang para orang tua untuk hadir menyaksikan rangkaian kegiatan MPLS. Mereka diajak berkeliling melihat ruang belajar, fasilitas sekolah, sarana kesehatan, hingga lingkungan sekolah agar semakin yakin terhadap kenyamanan dan keamanan tempat anak-anak mereka menempuh pendidikan.

Yang menjadi perhatian dalam MPLS tahun ini adalah hadirnya sejumlah inovasi baru yang diperkenalkan langsung oleh Kepala SMPN 1 Takalar. Sekolah menyediakan layanan barbershop bagi siswa yang rambutnya belum sesuai dengan tata tertib sekolah. Selain itu, tersedia pula pojok rias yang dapat dimanfaatkan siswa untuk merapikan penampilan sebelum mengikuti proses belajar.

Menurut H. Jufri Abdullah, pendekatan tersebut merupakan bentuk pembinaan yang lebih humanis. Siswa tidak lagi langsung diberikan sanksi, tetapi dibantu untuk memperbaiki penampilannya sesuai aturan sekolah.

“Kalau ada siswa yang rambutnya belum sesuai aturan, sekolah sudah menyiapkan tempat cukur. Kami juga menyediakan tempat rias agar anak-anak tampil rapi dan percaya diri. Kami ingin membangun budaya disiplin melalui pembinaan, bukan hukuman,” jelasnya.

Melalui konsep MPLS yang lebih inovatif, edukatif, dan ramah anak ini, SMP Negeri 1 Takalar berharap seluruh peserta didik baru dapat mengenal lingkungan sekolah dengan baik, membangun karakter positif, serta tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Dengan konsep tersebut, SMPN 1 Takalar tidak hanya menghadirkan MPLS sebagai kegiatan pengenalan sekolah, tetapi juga menjadikannya sebagai ruang inspirasi, pembinaan karakter, dan pengembangan potensi siswa sejak hari pertama mereka menjadi bagian dari keluarga besar sekolah

Minggu, 12 Juli 2026

Bupati Takalar Firdaus Daeng Manye Berusia 59 Tahun Dengan Membawa Pengalaman Telekomunikasi Menata Wajah Baru Takalar

Takalar - Tanggal 12 Juli 2026 menjadi penanda usia ke-59 bagi Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye.

Lahir di Ujung Pandang pada 12 Juli 1967, ia datang ke dunia pemerintahan bukan dari jalur birokrasi, melainkan membawa bekal panjang sebagai profesional di industri telekomunikasi nasional.

Puluhan tahun mengabdi di PT Telkom Indonesia membentuk karakter kepemimpinannya.


Ia terbiasa bekerja dengan target, mengelola perubahan, membangun sistem pelayanan, dan memimpin organisasi besar yang menjangkau jutaan pelanggan. Pengalaman itulah yang kemudian dibawanya ketika memimpin Kabupaten Takalar

Karier Daeng Manye di Telkom bukanlah perjalanan singkat. Berbagai wilayah pernah dipimpinnya sebagai Kepala Telkom, mulai dari Tulungagung dan Trenggalek, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya Timur, hingga Jakarta Selatan. Ia juga dipercaya memimpin Telkom Jabodetabek dan Banten untuk unit Customer Service, menjadi Deputy Marketing Telkom Flexi, Kepala Telkom Indonesia Barat, Kepala Telkom Indonesia Timur, hingga menjabat Direktur Utama PT PINS Indonesia.

Rekam jejak tersebut menunjukkan satu benang merah, yakni membangun pelayanan yang lebih cepat, lebih mudah, dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Cara berpikir itu kemudian menjadi warna dalam kepemimpinannya di Takalar.

Dedikasinya selama berkarier mendapat pengakuan di tingkat nasional. Pada 2016, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menganugerahkan Satyalancana Pembangunan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya. Pada tahun yang sama, ia juga menerima penghargaan The Role Model Culture Telkom 2016 karena dinilai berhasil membangun budaya perusahaan.


Jumat, 10 Juli 2026

Bupati Takalar Menyaksikan Penandatanganan Komitmen Bersama Percepat Pengembangan 7 Destinasi Wisata Unggulan Takalar

Takalar – Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM menyaksikan langsung Penandatanganan Komitmen Bersama Akselerasi Pengembangan Tujuh Destinasi Wisata Unggulan Kabupaten Takalar yang digelar di kawasan Wisata Alam Paria Lau, Kelurahan Takalar Lama, Kecamatan Mappakasunggu, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar Dr. H. Muhammad Hasbi, S.STP., M.AP., M.IKom, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, serta Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari tujuh destinasi wisata unggulan.

Sebelum acara dimulai, Bupati Daeng Manye bersama Sekda, para kepala OPD, camat, dan lurah tampak duduk bersama dalam suasana santai sambil berdiskusi mengenai berbagai strategi percepatan pembangunan sektor pariwisata.

Diskusi tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor agar pengembangan destinasi wisata dapat berjalan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

Penandatanganan komitmen dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran.

Sejumlah camat yang wilayahnya menjadi lokasi destinasi wisata unggulan juga turut membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut.

Melalui komitmen bersama itu, setiap perangkat daerah memiliki peran strategis sesuai tugas dan fungsinya. Dinas Pariwisata bertanggung jawab menyusun rencana induk pengembangan destinasi, meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif dan Pokdarwis, memperkuat promosi, serta mengelola destinasi wisata.

Dinas PUPR mendukung pembangunan akses jalan dan infrastruktur, DLHP menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, Dinas Sosial dan PMD memberdayakan masyarakat dan BUMDes, Dinas Perhubungan menata akses dan parkir, Diskominfo memperkuat promosi digital dan layanan internet, sedangkan Satpol PP menjaga ketertiban dan keamanan kawasan wisata.

Dalam sambutannya, Bupati Daeng Manye mengatakan bahwa pengembangan sektor pariwisata telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, perkembangan Wisata Alam Paria Lau menjadi bukti bahwa destinasi wisata yang dikelola dengan baik mampu menarik investasi, membuka lapangan kerja, dan mendorong lahirnya berbagai usaha baru.

“Orang datang membawa rezeki. Ketika pengunjung terus berdatangan, investor ikut datang, usaha masyarakat berkembang, dan ekonomi bergerak. Inilah yang kita harapkan terjadi di seluruh destinasi wisata unggulan Takalar,” ujarnya.

Ia menambahkan, pesatnya perkembangan Paria Lau tidak lepas dari promosi digital yang dilakukan masyarakat melalui media sosial. Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat strategi pemasaran digital agar potensi wisata Takalar semakin dikenal luas.

“Kita harus membangun awareness bahwa Takalar memiliki destinasi wisata yang menarik. Manfaatkan Facebook, TikTok, Instagram, dan berbagai platform digital lainnya agar semakin banyak orang datang berkunjung,” katanya.

Daeng Manye juga mengakui meningkatnya jumlah wisatawan harus diikuti dengan penyediaan fasilitas pendukung, seperti toilet, musala, area parkir, kebersihan kawasan, hingga pengelolaan sampah. Menurutnya, hal itu menjadi tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah.

Karena itu, melalui penandatanganan komitmen bersama ini, Pemerintah Kabupaten Takalar ingin memastikan seluruh OPD bergerak dalam satu arah,

saling mendukung, dan menyelaraskan program serta anggaran guna mempercepat pengembangan tujuh destinasi wisata unggulan.

“Pembangunan pariwisata tidak bisa dilakukan oleh satu dinas saja. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak agar pengembangan destinasi berjalan lebih cepat, memberikan kenyamanan bagi wisatawan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati.

Melalui komitmen bersama tersebut, Pemerintah Kabupaten Takalar berharap tujuh destinasi wisata unggulan dapat berkembang menjadi destinasi yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.

Kamis, 09 Juli 2026

Seluruh 9 Fraksi DPRD Takalar Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Bupati Tekankan Kolaborasi dan Terobosan Hadapi Keterbatasan Anggaran

TAKALAR-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Takalar menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, yang dilanjutkan dengan jawaban Bupati Takalar.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Takalar, H. Muhammad Rijal, serta dihadiri Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, Wakil Ketua I DPRD, Wakil Ketua II DPRD, para anggota DPRD, unsur Forkopimda, jajaran Polres Takalar, Kodim 1426/Takalar, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan para camat se-Kabupaten Takalar.

Dalam pemandangan umum yang disampaikan, seluruh 9 fraksi DPRD Kabupaten Takalar, yakni Fraksi Hanura, Fraksi PKS, Fraksi PKB, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Golkar, Fraksi NasDem, Fraksi Gerindra, Fraksi PPP, dan Fraksi Gelora, pada prinsipnya menyatakan menyetujui Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 untuk dibahas pada tahapan selanjutnya.

Meski menyatakan persetujuan, seluruh fraksi juga memberikan sejumlah catatan strategis kepada Pemerintah Kabupaten Takalar.

Di antaranya terkait peningkatan kualitas pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan, optimalisasi pelayanan publik, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor pendidikan, kesehatan, hingga penguatan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan akuntabel.

Menanggapi pemandangan umum tersebut, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRD atas dukungan, kritik, dan masukan yang konstruktif.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin antara eksekutif dan legislatif selama Tahun Anggaran 2025.


Bupati mengungkapkan bahwa salah satu capaian membanggakan Kabupaten Takalar adalah kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk kelima kalinya. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah dan DPRD.


“Namun WTP bukan tujuan akhir. Masih ada berbagai catatan yang harus terus kita benahi agar tata kelola pemerintahan semakin transparan, akuntabel, dan profesional,” ujar Bupati.


Ia menjelaskan, tantangan terbesar yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Takalar saat ini adalah keterbatasan kemampuan fiskal daerah.


PAD Kabupaten Takalar baru berada pada kisaran Rp189 miliar, sementara kebutuhan belanja wajib seperti pembayaran gaji ASN dan kewajiban lainnya mencapai hampir Rp500 miliar. Kondisi tersebut membuat daerah masih sangat bergantung pada transfer dari pemerintah pusat.


Menurut Bupati, berbagai persoalan yang disampaikan fraksi, mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik, memang telah menjadi perhatian pemerintah daerah.

Namun penyelesaiannya harus dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas karena keterbatasan anggaran.


Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Takalar menghadapi tantangan yang lebih berat setelah alokasi anggaran daerah mengalami pengurangan lebih dari Rp210 miliar akibat kebijakan efisiensi pemerintah pusat.


Karena itu, pemerintah daerah dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam mencari sumber-sumber pendapatan baru.


Menurutnya, berbagai langkah terus dilakukan, mulai dari percepatan digitalisasi pemerintahan, pengembangan destinasi wisata, pemberdayaan UMKM, peningkatan literasi digital ASN, hingga aktif membangun komunikasi dengan kementerian dan lembaga di Jakarta untuk menjemput peluang investasi maupun program pembangunan.


“Takalar tidak bisa hanya menunggu bantuan dari pusat. Kita harus jemput bola, mencari peluang investasi, mengembangkan potensi daerah, dan terus berinovasi agar pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran,” tegasnya.


Bupati juga menilai berbagai masukan yang disampaikan fraksi DPRD akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam menyusun langkah-langkah perbaikan ke depan.

Di akhir penyampaiannya, Bupati mengajak seluruh unsur DPRD untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun Kabupaten Takalar.


Menurutnya, keberhasilan daerah tidak hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi dari semakin baiknya tata kelola pemerintahan, meningkatnya kepercayaan investor, serta manfaat pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.


Rapat paripurna berlangsung dengan tertib dan menjadi bagian dari tahapan pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 sebelum memasuki agenda pembahasan lebih lanjut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done