TOPIK TAKALAR

Rabu, 28 Oktober 2026

Kepala Sekolah SD se-Kecamatan Laikang Ikuti Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026


Sejumlah kepala sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Laikang mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang semangat perjuangan para pemuda Indonesia dalam mempersatukan bangsa.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober merupakan momen bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Sejak diikrarkannya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, para pemuda telah menunjukkan komitmen untuk menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.

Keikutsertaan para kepala sekolah SD se-Kecamatan Laikang dalam upacara tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan pemuda sekaligus wujud komitmen insan pendidikan dalam menanamkan semangat nasionalisme kepada generasi muda.

Dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berintegritas, dan cinta Tanah Air.

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun ini, diharapkan semangat persatuan, gotong royong, dan tanggung jawab terus tertanam dalam lingkungan pendidikan.

Momentum bersejarah dengan rentang waktu 28 Oktober 1928 hingga 28 Oktober 2026 ini menjadi pengingat bahwa generasi muda, termasuk para pelajar, memiliki peran penting dalam melanjutkan perjuangan serta membangun Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.

Sekda Takalar Insfektur Upacara Sumpah Pemuda ke-98

TAKALAR  - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Drs Achmad Rivai, M.Si., memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di pelataran Kantor Bupati Takalar, Rabu (28/10/2026).

Upacara tersebut menjadi kali pertama Achmad Rivai memimpin peringatan Hari Sumpah Pemuda sejak menjabat sebagai Sekda Takalar. Dalam kesempatan itu, ia membacakan amanat berdasarkan Surat Edaran Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Nomor 10.14.19 Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD Takalar H. Muhammad Rijal, jajaran TNI dari Kodim 1426 Takalar, personel Polres Takalar, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah. Sementara itu, ikrar Sumpah Pemuda dibacakan Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris KNPI, Muhammad Kasim, yang juga merupakan mantan Ketua MHI Komisariat Takalar.

Dalam amanatnya, Sekda Takalar Achmad Rivai menegaskan bahwa, peringatan Sumpah Pemuda tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan dan meneguhkan kembali komitmen kebangsaan yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928.

“Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 harus terus kita jaga dan aktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama di tengah dinamika zaman dan berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda,” demikian pesan dalam amanat yang dibacakan Achmad Rivai.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun ini mengusung tema nasional “Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda untuk Indonesia.”

Tema tersebut menekankan pentingnya membangun generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap tanah air, tangguh menghadapi tantangan, serta peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

Menurut pesan dalam amanat tersebut, patriotisme pada masa kini tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan fisik, tetapi juga melalui dedikasi, kejujuran, dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Generasi muda juga didorong untuk terus belajar, tidak mudah menyerah, serta mengembangkan inovasi dan kemampuan dalam penguasaan teknologi. Literasi keuangan turut menjadi salah satu bekal penting bagi pemuda untuk menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

Selain ketangguhan dan kemampuan beradaptasi, aspek empati juga menjadi perhatian. Kemajuan teknologi dan persaingan global, menurut pesan tersebut, perlu diimbangi dengan kepedulian terhadap sesama, pelestarian lingkungan, serta keterlibatan dalam pembangunan yang inklusif.

“Pemuda Indonesia harus berani bermimpi besar, tidak takut menghadapi kegagalan, dan mengambil peran aktif dalam menghadirkan perubahan sosial yang positif,” demikian pesan Presiden yang disampaikan melalui amanat peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga juga menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan potensi dan kreativitas generasi muda agar mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Peringatan Sumpah Pemuda di Kabupaten Takalar diharapkan menjadi pengingat bahwa persatuan, semangat perjuangan, dan kepedulian sosial merupakan modal penting untuk menghadapi tantangan masa depan.

Semangat yang lahir pada 1928 itu diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan upacara, tetapi diwujudkan melalui karya, inovasi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah serta Indonesia.

Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi juga tampil sebagai bagian penting dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Minggu, 25 Oktober 2026

Tiga Malam Semarak, Festival Pesantren Gagasan Daeng Manye Jadi Kenangan Indah bagi 24 Ponpes Takalar


Festival Pondok Pesantren (Ponpes) yang digagas Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, berlangsung selama tiga malam berturut-turut dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para santri untuk menampilkan kreativitas, bakat, serta potensi seni dan budaya yang berkembang di lingkungan pondok pesantren.

Memasuki malam terakhir sekaligus penutupan festival, pergelaran seni para santri berlangsung meriah dan penuh semangat.

Berbagai penampilan yang disuguhkan menjadi bukti bahwa santri tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan dan kreativitas dalam bidang seni dan budaya.

Pantauan di lokasi, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) atau pejabat eselon II bersama para camat se-Kabupaten Takalar turut hadir menyaksikan rangkaian pergelaran seni tersebut.

Mereka menempati kursi di barisan kedua, sementara barisan pertama diisi Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, Sekretaris Daerah Takalar Drs. Ahmad Rivai, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar, Dody Riyan Saputra.

Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Takalar menjadi bentuk perhatian terhadap pengembangan potensi generasi muda, khususnya para santri.

Festival ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga memberikan ruang bagi santri untuk mengekspresikan kemampuan, membangun rasa percaya diri, serta mempererat hubungan antarpesantren melalui kegiatan yang positif dan edukatif.

Melalui Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar, diharapkan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kreativitas dan pelestarian budaya.

Pergelaran seni pada malam penutupan ini sekaligus menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah daerah dan kalangan pesantren dalam mendorong lahirnya generasi muda yang religius, berkarakter, kreatif, dan berprestasi, sejalan dengan semangat Hari Santri Nasional 2026.

Jumat, 23 Oktober 2026

Daeng Manye Satukan 24 Pesantren Takalar Di Panggung Lewat Festival Seni dan Kreativitas


Pergelaran seni Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar menjadi momentum istimewa yang mempertemukan 24 pondok pesantren dalam satu panggung kebersamaan, kreativitas, dan persaudaraan.

Festival yang digagas oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, ini tidak sekadar menghadirkan pertunjukan seni dan perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperlihatkan bahwa pondok pesantren bukan hanya benteng moral dan pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga tempat tumbuhnya peradaban, inovasi, kreativitas, serta karya generasi muda Islam.

Melalui festival ini, berbagai potensi santri dari pondok pesantren di Kabupaten Takalar dipertemukan dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan.

Jika mendengar kata festival, masyarakat mungkin langsung membayangkan panggung, perlombaan, pertunjukan, dan kemeriahan. Namun, Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar memiliki makna yang jauh lebih luas.

Kegiatan ini mempertemukan tradisi keilmuan, karakter pendidikan, kekayaan kreativitas, serta semangat berkarya dari berbagai pondok pesantren.

Setiap pesantren memiliki keunggulan dan karakter tersendiri. Ada yang menonjol dalam pembelajaran Al-Qur’an, pengembangan seni dan keterampilan, pembentukan karakter dan kepemimpinan, hingga upaya mempersiapkan santri agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai Islam.

Seluruh potensi tersebut layak mendapatkan ruang untuk saling bertemu, mengenal, belajar, dan menginspirasi.

Perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh. Justru melalui perbedaan tradisi, pengalaman, dan keunggulan, setiap pondok pesantren dapat saling memperkaya wawasan serta membangun kolaborasi yang lebih kuat.

Inilah salah satu pesan penting yang ingin dibangun melalui Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar.

Festival ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial yang hanya menghadirkan kemeriahan selama tiga hari. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi awal lahirnya tradisi positif yang mempertemukan pesantren secara berkelanjutan.

Tradisi untuk mengapresiasi karya santri, membuka ruang kolaborasi, memperkuat persaudaraan antarpesantren, serta membangun hubungan yang semakin erat antara pendidikan pesantren dan pembangunan daerah.

Gagasan Bupati Takalar, Daeng Manye, melalui festival ini juga menjadi pesan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membutuhkan penguatan karakter, pendidikan, kebudayaan, dan kualitas sumber daya manusia.

Santri memiliki potensi besar untuk menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, kreatif, kritis, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui panggung seni dan kreativitas, para santri diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuktikan bahwa nilai-nilai keislaman dapat berjalan beriringan dengan inovasi dan perkembangan zaman.

Dengan mempertemukan 24 pondok pesantren dalam satu kegiatan, Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar diharapkan menjadi wadah yang memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun masa depan Takalar.

Sebab, pada akhirnya, festival ini bukan hanya tentang siapa yang tampil terbaik di atas panggung, melainkan tentang bagaimana setiap santri dapat tumbuh, setiap pesantren dapat saling menguatkan, dan seluruh potensi pendidikan Islam dapat menjadi kekuatan bagi kemajuan daerah.

Kamis, 22 Oktober 2026

Festival Pesantren Gagasan Bupati Daeng Manye Meriahkan Hari Santri 2026, 18 Ponpes se-Takalar Ikut Pawai


Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Takalar berlangsung meriah melalui Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar. Festival yang merupakan gagasan Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, ini menghadirkan pawai santri dan pameran potensi pesantren sebagai ruang untuk memperkenalkan kreativitas serta kontribusi pesantren kepada masyarakat.

Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar tersebut berlangsung pada Kamis (22/10/2026), dengan diikuti 18 pondok pesantren dari berbagai wilayah di Kabupaten Takalar.

Pawai dan pameran pondok pesantren secara resmi dilepas dan dibuka langsung oleh Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M., didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Takalar, Sekretaris Daerah Takalar, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar.

Festival ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Takalar dalam memeriahkan Hari Santri Nasional sekaligus memberikan ruang bagi pesantren untuk menunjukkan potensi, kreativitas, dan perannya dalam pembangunan daerah.

Gagasan Bupati Daeng Manye, Beri Ruang bagi Pesantren

Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar lahir dari gagasan Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi pondok pesantren agar eksistensi, potensi, dan kontribusinya semakin dikenal masyarakat.

Melalui festival ini, pesantren tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk memperlihatkan hasil pembinaan pendidikan, kreativitas santri, serta potensi kewirausahaan yang dikembangkan di lingkungan pesantren.

Gagasan tersebut sejalan dengan pentingnya peran pesantren dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, disiplin, dan memiliki semangat kebangsaan.

Dalam sambutannya, Bupati Daeng Manye menegaskan bahwa pawai santri memiliki makna lebih dari sekadar kegiatan seremonial.

“Pawai ini bukan sekadar seremonial, tapi menjadi syiar Islam dan ajang silaturahmi antar pondok pesantren. Santri adalah aset bangsa, penjaga moral dan masa depan Indonesia Emas,” ujar Daeng Manye.

Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarpesantren sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap peran santri dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

18 Pondok Pesantren Ikut Pawai Santri

Kemeriahan festival diawali dengan penampilan drum band dari SMP Negeri 1 Takalar yang tampil energik, kemudian dilanjutkan dengan barisan pawai dari 18 pondok pesantren.

Adapun 18 pondok pesantren yang mengikuti pawai tersebut, yakni:

1. PP Al-Fatih

2. Pondok Modern Nurul Asafah Pattallassang

3. PP Miftahul U’lum Sanrobone

4. PP Ahlul Jannah Hidayatullah Takalar

5. PP Assalam Timbuseng

6. PPTQ Al-Imam Mangadu

7. PP Tahfizul Qur’an Ar-Rayyan

8. PP Nahdatul Ummah

9. PP Assalamiyah Galesong

10. PP Tarbiyah Palleko

11. PPTQ Faliqul Irsyad Banggae

12. PP Mahyajatul Qurra Lassang

13. PP Al-Qamar Bajang

14. PP Babussalam Galut

15. PP Khaerunnisa Galesong

16. PP Darul Aman Lengkese

17. PPLH Puntondo

18. PP Jamal Rahma

Rute pawai dimulai dari Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, kemudian menyusuri rute yang telah ditentukan dan kembali finis di lokasi semula.

Suasana semakin semarak dengan penampilan drum band dari SD Center Pattallassang dan Drum Band Pondok Modern Nurul Asafah. Barisan Drum Band MTs Mannongkoki menjadi penutup rangkaian pawai.

Kehadiran para santri dari berbagai pesantren tersebut memperlihatkan semangat kebersamaan dan menjadi ajang silaturahmi antarlembaga pendidikan Islam di Kabupaten Takalar.

Pameran Pesantren Tampilkan Karya dan Potensi Santri

Usai melepas peserta pawai, Bupati Takalar bersama Forkopimda meninjau Pameran Pondok Pesantren yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar 2026.

Pameran tersebut menghadirkan berbagai hasil karya dan potensi santri, mulai dari produk kreatif, karya tulis, kaligrafi, hingga produk kewirausahaan pesantren.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada pondok pesantren untuk memperkenalkan program, karya, dan hasil pembinaan santri kepada pemerintah daerah serta masyarakat luas.

Selain sebagai sarana promosi potensi pesantren, pameran tersebut juga menjadi ruang untuk mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi santri agar mampu berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Perkuat Peran Pesantren Menuju Indonesia Emas

Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda perayaan Hari Santri Nasional, tetapi juga menjadi sarana memperkuat peran pesantren dalam bidang pendidikan, dakwah, pembentukan karakter, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui gagasan Bupati Daeng Manye ini, pesantren diharapkan semakin memperoleh ruang untuk memperkenalkan potensinya sekaligus memperluas kontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Takalar.

Momentum Hari Santri Nasional juga menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat persatuan, dan mempersiapkan generasi masa depan yang berilmu serta berakhlak mulia.

Dengan semangat kebersamaan yang terbangun melalui festival tersebut, Kabupaten Takalar diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi santri yang kreatif, mandiri, berdaya saing, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Bupati Takalar Berharap Agar Santri Tak Hanya Kuasai Ilmu Agama, tapi Memguasai juga Teknologi


TAKALAR  - Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, memimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar.

Upacara berlangsung khidmat dengan nuansa busana putih-putih. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Takalar, pejabat pengawas dan administrator lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar, serta ratusan santri dan santriwati dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Takalar.

Rangkaian upacara ditandai dengan pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan Undang-Undang Dasar 1945, pembacaan Resolusi Jihad, serta doa bersama.

Bupati Takalar bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, yang menekankan pentingnya peran santri dalam memperkuat bangsa dan mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Pada peringatan Hari Santri Tahun 2026 ini, kita mengusung tema ‘Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas’. Tema ini mengandung pesan penting bahwa santri memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan masa depan bangsa,” ujar Daeng Manye saat membacakan amanat Menteri Agama.

Ia menyampaikan, tahun 2045 menjadi momentum bersejarah ketika Indonesia genap berusia 100 tahun. Indonesia Emas merupakan cita-cita untuk mewujudkan bangsa yang maju, sejahtera, berdaya saing, dan mampu berdiri sejajar dengan negara-negara lain di dunia.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki akhlak mulia, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan dan inovasi.

“Oleh karena itu, kuasailah ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi. Peliharalah tradisi pesantren, tetapi jangan pernah takut terhadap perubahan. Jadilah generasi yang teguh memegang kemajuan, serta mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat,” lanjutnya.

Pesantren Jadi Pilar Pembentukan Karakter Bangsa

Dalam amanat tersebut, pesantren disebut memiliki kekuatan besar dalam membangun karakter bangsa. Pesantren bukan hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang pembentukan akhlak, penumbuhan kemandirian, dan penanaman semangat pengabdian kepada masyarakat.

Bupati Daeng Manye juga menyampaikan ajakan kepada seluruh santri agar mengambil peran lebih besar dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi hingga menjaga persatuan serta mendorong kemandirian ekonomi.

“Saya mengajak seluruh santri di manapun kalian berada, jadilah pelopor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, jadilah pelopor persatuan, penjaga kerukunan, penggerak kemandirian ekonomi, serta sahabat bagi lingkungan,” ucapnya.

Ia berharap pondok pesantren semakin optimal menjalankan tiga fungsi utamanya, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui fungsi pendidikan, pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. Melalui dakwah, pesantren berperan menebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin sekaligus memperkuat kerukunan dan persatuan bangsa.

Sementara itu, melalui pemberdayaan masyarakat, pesantren diharapkan mampu mendorong kemandirian, meningkatkan kesejahteraan, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Melalui fungsi pendidikan, pesantren melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. Melalui fungsi dakwah, pesantren menebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin serta memperkuat kerukunan dan persatuan bangsa. Sementara melalui fungsi pemberdayaan, pesantren hadir untuk mendorong kemandirian, meningkatkan kesejahteraan dan memberikan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat,” pungkas Bupati.

Festival Pondok Pesantren Perkuat Peran Santri di Takalar

Pelaksanaan Upacara Hari Santri Nasional 2026 ini menjadi bagian penting dari rangkaian Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar yang digagas Pemerintah Kabupaten Takalar.

Melalui momentum tersebut, peran santri dan pesantren diharapkan semakin kuat, tidak hanya dalam bidang pendidikan dan keagamaan, tetapi juga dalam pengembangan kreativitas, kemandirian, serta pembangunan sumber daya manusia.

Peringatan Hari Santri Nasional menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran strategis dalam perjalanan bangsa. Dengan bekal ilmu agama, penguasaan teknologi, akhlak mulia, dan semangat kebangsaan, santri diharapkan mampu menjadi generasi penerus yang berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Selasa, 20 Oktober 2026

Bupati Takalar Gagas Festival Pondok Pesantren di Takalar, Kadis Pertanian Ajak Masyarakat Meriahkan!


TAKALAR —  Bupati Takalar gagas pestifal pesantren, Semarak Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Takalar akan diwarnai dengan penyelenggaraan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar pada 22–24 Oktober 2026, bertempat di Lapangan Kantor Bupati Takalar

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Takalar, Drs. H. Parawangsa, M.Si., mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan memeriahkan kegiatan yang diinisiasi oleh Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M., tersebut.

Festival ini diharapkan menjadi ruang kebersamaan bagi pondok pesantren, para santri, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus menampilkan potensi, kreativitas, serta prestasi santri kepada publik.

Lebih dari sekadar perayaan, festival ini membawa semangat untuk memperkuat peran pesantren dalam membangun generasi muda yang berilmu, berakhlak, kreatif, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Berawal dari Silaturahmi, Lahir Gagasan Festival Pondok Pesantren

Lahirnya gagasan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar tidak terlepas dari interaksi dan silaturahmi Bupati Takalar, Daeng Manye, dengan sejumlah pondok pesantren di daerah tersebut.

Dalam beberapa kesempatan, Bupati Daeng Manye mendapat undangan untuk berkunjung dan bersilaturahmi dengan lingkungan pesantren, di antaranya Pondok Pesantren Mahyatul Qurra di Lassang, Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah, dan Pondok Pesantren As-Syafaa.

Silaturahmi tersebut menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat kehidupan pesantren, aktivitas pendidikan keagamaan, serta potensi besar para santri yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Takalar.

Dari rangkaian pertemuan itu, muncul gagasan untuk menghadirkan kegiatan yang dapat mempertemukan berbagai pondok pesantren dalam satu panggung kebersamaan. Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar, sebagai ruang silaturahmi, syiar keagamaan, apresiasi kreativitas, dan pengembangan potensi santri.

Melalui festival ini, pondok pesantren diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan karya, prestasi, seni, serta kontribusi para santri kepada masyarakat.

Dari silaturahmi lahir gagasan, dari gagasan hadir sebuah gerakan kebersamaan. Festival ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan pemerintah daerah dengan dunia pesantren sekaligus membuka ruang bagi santri untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Kadis Pertanian Ajak Seluruh Masyarakat Ikut Meramaikan

Kepala Dinas Pertanian Takalar, Drs. H. Parawangsa, M.Si., mengajak masyarakat menjadikan Festival Pondok Pesantren sebagai momentum untuk memberikan dukungan nyata kepada generasi muda, khususnya para santri yang tumbuh melalui pendidikan pesantren.

Partisipasi masyarakat dinilai penting agar festival tidak hanya menjadi kegiatan kalangan pesantren, tetapi juga menjadi perayaan bersama seluruh elemen masyarakat Kabupaten Takalar.

Kehadiran masyarakat diharapkan dapat menambah semarak kegiatan sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas, bakat, dan potensi santri.

Festival ini juga menjadi kesempatan bagi keluarga, pelajar, komunitas, dan masyarakat umum untuk mengenal lebih dekat kehidupan pesantren serta kontribusinya dalam membangun karakter generasi penerus bangsa.

Ayo datang dan ramaikan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar! Mari bersama-sama menyukseskan kegiatan yang mengedepankan kebersamaan, pendidikan, kreativitas, dan nilai-nilai keagamaan.

Lima Agenda Utama Siap Semarakkan Festival

Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar akan menghadirkan lima agenda utama yang dirancang untuk memberikan ruang partisipasi sekaligus menampilkan beragam potensi pesantren.

🔹 1. Apel Santri

Menjadi momentum memperkuat persatuan, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan di kalangan santri.

🔹 2. Pawai Santri

Menghadirkan semarak syiar pesantren di ruang publik sekaligus memperlihatkan kebersamaan para santri dari berbagai pondok pesantren.

🔹 3. Pameran

Menjadi wadah untuk memperkenalkan karya, produk, keterampilan, dan berbagai potensi yang dimiliki pondok pesantren.

🔹 4. Pagelaran Seni

Memberikan kesempatan kepada para santri untuk menampilkan bakat dan kreativitas melalui pertunjukan seni yang edukatif dan inspiratif.

🔹 5. Seminar

Menjadi ruang bertukar gagasan, memperluas wawasan, dan membahas peran pesantren serta generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.

Melalui lima agenda tersebut, festival diharapkan menghadirkan suasana yang meriah sekaligus memberikan nilai edukasi dan manfaat bagi masyarakat.

Semarak Hari Santri, Menguatkan Generasi Menuju Indonesia Ema

Festival Pondok Pesantren ini digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober.

Pada 2026, peringatan Hari Santri Nasional mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Tema ini menegaskan pentingnya peran santri dalam pembangunan bangsa melalui ilmu pengetahuan, akhlak, karakter, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Penyelenggaraan festival di Takalar diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pondok pesantren, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang tumbuhnya generasi yang memiliki potensi dalam bidang seni,  keterampilan, kreativitas, dan kehidupan sosial.

Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pada Tanggal: 22–24 Oktober 2026 di Lapangan Kantor Bupati Takalar

Masyarakat Kabupaten Takalar diajak hadir bersama keluarga, sahabat, dan kerabat untuk menyaksikan berbagai rangkaian kegiatan serta memberikan dukungan kepada para santri.

Mari jadikan Festival Pondok Pesantren sebagai momentum mempererat silaturahmi, merawat nilai-nilai keagamaan, dan memperkuat semangat generasi muda dalam membangun daerah.

Dari Takalar, santri menguatkan negeri. Bersama membangun generasi berakhlak, kreatif, dan berprestasi menuju Indonesia Emas!

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done