TOPIK TAKALAR

Jumat, 13 Maret 2026

Takalar Raih Peringkat Pertama Capaian SPM Pendidikan di Sulsel, BBPMP Beri Apresiasi

Takalar – Pemerintah Kabupaten Takalar kembali menorehkan prestasi membanggakan di sektor pendidikan. Di bawah kepemimpinan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, Kabupaten Takalar berhasil meraih peringkat pertama capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan di Provinsi Sulawesi Selatan dengan predikat Tuntas Madya.(13/03/2026)

Capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat.

Bupati Dg Manye Buktikan Kinerja, Takalar Realisasi Pendapatan APBD Tertinggi se IndonesiaPemkab Takalar Siapkan 45 Miliar untuk Bayar THR ASN, P3K, Insentif PJLP, Tunjangan Kades dan Perangkatnya, BPD dan Guru NgajiKecamatan Pattallassang Bagikan Takjil Rutin, Semangat Berbagi Ramadhan Menjangkau Masyarakat

Berdasarkan data tahun 2025, Kabupaten Takalar mencatat Indeks SPM sebesar 81,65 persen dengan status Tuntas Madya.
Beberapa indikator penting turut menunjukkan perkembangan yang signifikan

Wakil Bupati Takalar Tekankan Sinergi Program Dalam Forum Lintas Perangkat Daerah

TAKALAR-Wakil Bupati Takalar, Hengky Yasin, memimpin Forum Lintas Perangkat Daerah yang digelar untuk mensinergikan usulan prioritas kecamatan dengan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD). Kegiatan ini dihadiri oleh para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para camat se-Kabupaten Takalar di Ruang Auditorium Kantor Bupati Takalar, Sulawesi Selatan Jum’at (13/3/2026).

Forum ini menjadi wadah untuk menyatukan pemikiran, berdiskusi, serta menyaring berbagai usulan dari kecamatan agar dapat disinkronkan dengan rancangan program dan kegiatan perangkat daerah

Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya sinergi program yang dimulai dari tingkat bawah. Ia menyampaikan bahwa berbagai usulan dari kecamatan perlu dikaji secara matang agar benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat.

“Saya menekankan pentingnya sinergi program yang dimulai dari program tingkat bawah, serta menyaring usulan-usulan dari kecamatan untuk diselaraskan dan dikaji agar benar-benar untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi lintas sektoral agar setiap program pembangunan dapat berjalan secara terarah dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Kita pastikan bahwa program ini bisa diketahui oleh lintas sektoral, jangan sampai berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Melalui forum ini diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah kecamatan dan perangkat daerah dalam menyusun program pembangunan yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat Kabupaten Takalar.

Pertemuan ini jg diikuti secara daring Oleh Lurah , Kepala Desa dan Ormas serta dr Forum Anak Kecamatan Se Kab.Takalar.

Kamis, 12 Maret 2026

Catat Rekor Nasional, Realisasi Pendapatan APBD Takalar Tertinggi di Indonesia



Takalar/Sulsel - Pemerintah Kabupaten Takalar provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye berhasil mengukir prestasi gemilang di panggung nasional. 

Hingga awal Maret 2026, Kabupaten Takalar tercatat menempati posisi pertama sebagai daerah dengan realisasi pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tertinggi di Indonesia, mencapai angka signifikan sebesar 45 persen.

Prestasi ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang digelar secara virtual pada Senin (9/3/2026).

Mendagri menilai kinerja Pemerintah Kabupaten Takalar sangat luar biasa karena mampu mengoptimalkan pundi-pundi pendapatan daerah secara drastis, padahal tahun anggaran 2026 baru saja memasuki triwulan pertama

Keberhasilan ini dipandang sebagai buah dari kepemimpinan Mohammad Firdaus Daeng Manye yang responsif dan taktis. 

Ia dinilai sukses mendorong akselerasi di berbagai lini serta memperkuat tata kelola keuangan daerah menjadi lebih efektif dan transparan. 

Fokus pada efisiensi birokrasi menjadi kunci utama mengapa aliran pendapatan dapat terserap lebih cepat dibandingkan daerah lain di Indonesia

Menanggapi capaian tersebut, Mohammad Firdaus Daeng Manye menegaskan bahwa prestasi ini bukanlah hasil kerja individu, melainkan sinergi kolektif seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Menurutnya, optimalisasi sumber pendapatan, baik yang bersumber dari transfer pemerintah pusat maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD), dilakukan dengan pengawasan yang ketat dan terukur.

“Ini adalah hasil kerja keras bersama. Kami terus mendorong percepatan kinerja pengelolaan keuangan agar setiap rupiah yang masuk dapat segera dikelola untuk kepentingan publik. 

"Jika pendapatan lancar di awal tahun, maka eksekusi program pembangunan pun tidak akan terhambat,” ujar Daeng Manye dengan nada optimis.

Tingginya realisasi pendapatan ini menjadi indikator positif bagi stabilitas ekonomi lokal di Kabupaten Takalar sepanjang tahun 2026. 

Dengan modal finansial yang sehat sejak dini, pemerintah daerah memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk menjalankan program-program strategis, mulai dari infrastruktur hingga penguatan daya beli masyarakat dalam menghadapi tantangan inflasi.

Menutup momentum bersejarah ini, Pemerintah Kabupaten Takalar berkomitmen untuk tidak cepat berpuas diri. 

Fokus ke depan adalah memastikan bahwa anggaran yang telah terealisasi tersebut benar-benar dimanfaatkan secara efektif dan tepat sasaran. 

Komitmen pada transparansi tetap menjadi prioritas utama guna mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Takalar.

Bupati Takalar Kucurkan Rp 45 Miliar untuk THR dan Insentif

Takalar - Suasana bulan suci Ramadhan 1447 H di Kabupaten Takalar kian terasa menyejukkan. Pemerintah Kabupaten Takalar resmi mengumumkan kabar gembira berupa pencairan dana fantastis senilai total Rp45 Miliar.

Anggaran jumbo ini dialokasikan khusus untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) ASN, upah PPPK, insentif PJLP, hingga tunjangan bagi perangkat desa dan guru mengaji, guna memastikan seluruh lapisan pelayan masyarakat dapat menyambut Idul Fitri dengan suka cita.

Pemerintah Kabupaten Takalar memastikan bahwa proses pembayaran THR bagi ASN akan mulai dilakukan tepat pada hari Jumat, 13 Maret 2026

ditargetkan rampung paling lambat H-1 Lebaran.

Anggaran sebesar Rp20 Miliar telah disiapkan untuk THR ASN, ditambah dengan alokasi senilai Rp1,2 Miliar yang diperuntukkan bagi THR PPPK penuh waktu. Langkah cepat ini diambil agar para abdi negara memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan kebutuhan hari raya bersama keluarga.

Tidak hanya bagi ASN, perhatian besar juga diberikan kepada tenaga PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu di seluruh Perangkat Daerah, yang akan menerima pembayaran upah selama dua bulan sekaligus.

Hal serupa dirasakan oleh PPPK paruh waktu di bawah naungan Dinas Pendidikan, yang mencakup 1.073 Guru TPG, 115 Guru Non-TPG, serta 482 staf teknis.

Total anggaran sebesar Rp1,1 Miliar dikucurkan khusus untuk memastikan kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan ini tetap terjaga di bulan mulia.

Kabar gembira ini pun menyentuh sektor pendidikan lebih luas dengan disiapkannya dana sebesar Rp15 Miliar untuk membayarkan kekurangan gaji dua bulan bagi 1.861 orang guru. Di tingkat desa, Pemkab Takalar juga mengalokasikan dana ADD senilai Rp3 Miliar untuk membayar gaji dan tunjangan dua bulan bagi seluruh Kepala Desa, Perangkat Desa, serta tunjangan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Takalar.

Hal ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mengapresiasi garda terdepan pelayanan masyarakat di tingkat desa.

Keberkahan Ramadhan tahun ini kian lengkap dengan adanya pemberian insentif bagi seluruh tenaga Non-ASN melalui skema Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).

Yang paling menyentuh, pemerintah memberikan perhatian khusus bagi para penjaga moral bangsa, yakni 508 Guru Mengaji di Kabupaten Takalar. Mereka akan menerima insentif dua bulan dengan total anggaran mencapai Rp600 Juta, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi pelanjut

Bupati Takalar, Daeng Manye, menegaskan bahwa keputusan pencairan dana Rp45 Miliar ini merupakan hasil diskusi mendalam dengan seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh elemen yang telah bekerja keras untuk Takalar, mulai dari ASN hingga Guru Mengaji, mendapatkan haknya tepat waktu. Ini adalah bentuk komitmen kami agar semua bisa merasakan kebahagiaan menyambut kemenangan di hari yang fitri,” tegasnya dalam pertemuan tersebut.

Menutup pengumuman ini, Bupati Daeng Manye, berharap agar pencairan dana di hari Jumat berkah

mampu meningkatkan daya beli masyarakat dan memacu perputaran roda ekonomi lokal di Butta Panrannuangku.

Dengan dukungan finansial ini, diharapkan seluruh aparatur dan tenaga kerja di lingkungan Pemkab Takalar dapat merayakan Idul Fitri 1447 H, dengan penuh kebahagiaan, suka cita, dan keberkahan yang melimpah

Rabu, 11 Maret 2026

Diskominfo Takalar Hadirkan Edukasi Donor Darah Lewat Program Takalar Cepat Menyapa

TAKALAR-Program talkshow “Takalar Cepat Menyapa” yang disiarkan melalui Suara Libang Bajeng Siber FM Diskominfo Takalar kembali menghadirkan narasumber inspiratif.

Kali ini, Kepala Unit Pengelola Darah Rumah Sakit Haji Pajonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar, dr. Vitalis Talik, M.Kes., FISQua, hadir memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya donor darah, Selasa (10/3/2026).

Talkshow yang dipandu oleh host Hesti S. tersebut mengangkat tema “Sehat dengan Donor Darah”, dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.

Dalam pembukaan acara, host menyampaikan salam kepada para pendengar Radio Libang Bajeng dan pemirsa kanal resmi Pemerintah Kabupaten Takalar. Program ini secara rutin menghadirkan narasumber dari berbagai bidang untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, dr. Vitalis Talik menjelaskan bahwa ketersediaan darah di rumah sakit merupakan hal yang sangat vital dalam pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah saat operasi maupun kondisi darurat di ruang UGD.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah bertugas di Rumah Sakit Haji Pajonga Daeng Ngalle Takalar selama kurang lebih 18 tahun, dan selama 16 tahun menjabat sebagai kepala unit transfusi darah, yang kini telah berubah nama menjadi Unit Pengelola Darah Rumah Sakit (UPD-RS).

Menurutnya, perubahan dari istilah bank darah menjadi unit pengelola darah memiliki perbedaan mendasar. Jika bank darah hanya menyimpan stok darah yang diperoleh dari pihak lain seperti Palang Merah Indonesia (PMI), maka unit pengelola darah memiliki kewenangan lebih luas untuk mengelola serta mengorganisir kegiatan donor darah secara mandiri.

“Kalau bank darah hanya menyimpan darah dari PMI, sementara unit pengelola darah sudah bisa mencari sendiri stok darah melalui kegiatan donor darah dengan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa darah merupakan satu-satunya komponen medis yang tidak bisa diproduksi atau dibeli seperti obat-obatan maupun alat kesehatan lainnya. Oleh karena itu, ketersediaannya sangat bergantung pada kepedulian masyarakat untuk menjadi pendonor.

Unit Pengelola Darah Rumah Sakit Takalar, kata dia, memiliki tugas merencanakan kebutuhan darah, mengorganisir kegiatan donor darah, serta menjalin kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan kelompok donor darah agar kebutuhan pasien dapat terpenuhi.

Namun demikian, ia mengakui bahwa masih terdapat sejumlah tantangan dalam memenuhi stok darah, terutama pada bulan Ramadan. Banyak masyarakat yang enggan mendonorkan darah karena khawatir kondisi tubuh menjadi lemah saat menjalankan ibadah puasa.

“Biasanya setelah donor darah orang harus minum dan makan untuk memulihkan kondisi. Saat puasa hal itu tidak bisa dilakukan, sehingga jumlah pendonor menurun,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meskipun sebelumnya stok darah sempat mencapai lebih dari 200 kantong melalui berbagai kegiatan donor darah, namun kebutuhan pasien yang terus meningkat membuat stok tersebut sering kali tidak mencukupi.

Saat ini pihak rumah sakit juga memberdayakan keluarga pasien untuk mencari donor pengganti jika stok darah terbatas.

Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara rutin juga menjadi tantangan tersendiri. Menurut dr. Vitalis, jumlah pendonor sukarela yang rutin melakukan donor setiap tiga bulan di Kabupaten Takalar masih sangat sedikit.

“Pendonor sukarela yang rutin di Takalar mungkin hanya sekitar 100 sampai 150 orang, jumlah ini masih sangat kecil dibandingkan kebutuhan darah,” jelasnya.

Melalui program Takalar Cepat Menyapa, dr. Vitalis berharap masyarakat semakin memahami pentingnya donor darah dan terdorong untuk berpartisipasi secara sukarela dan rutin.

“Donor darah bukan hanya membantu orang lain yang membutuhkan, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor itu sendiri,” pungkasnya.

Senin, 09 Maret 2026

Ribuan Masyarakat Hadiri Buka Puasa Bersama Wakil Bupati Takalar

TAKALAR-Ribuan masyarakat menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh Wakil Bupati Takalar, Dr. H. Hengky Yasin, bersama Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Fadilah Fahriana, di Rumah Jabatan Wakil Bupati Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (9/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Sejak sore hari, masyarakat mulai berdatangan untuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga waktu berbuka puasa tiba

Acara buka puasa bersama ini juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Dandim 1426 Takalar, Kapolres Takalar, Kajari Takalar, serta Ketua DPRD Takalar bersama unsur pimpinan DPRD.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua TP PKK Takalar, tokoh adat, tokoh agama, serta ribuan masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Takalar yang memadati area Rumah Jabatan Wakil Bupati.

Minggu, 08 Maret 2026

Sekda Takalar Serahkan Bantuan dan Dorong Transformasi Digital dalam Safari Ramadan

TAKALAR-Memasuki malam ke-17 Ramadan 1447 H/2026 M, Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar, Dr. Muhammad Hasbi, S.STP., M.AP., M.IKom, melaksanakan kegiatan Safari Ramadan di Masjid Nurul Masyaariq Bilacaddi, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dandim 1426 Takalar, para Asisten, Staf Ahli, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Takalar, para Kepala Bagian Setda Kabupaten Takalar, Camat Pattallassang, para lurah se-Kecamatan Pattallassang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah dan masyarakat setempat.

Di hadapan jamaah tarawih, Sekda Takalar menyampaikan pentingnya ibadah puasa bagi umat Islam sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT untuk mencapai derajat takwa. Menurutnya, puasa tidak hanya menjadi sarana membersihkan jiwa dan menebus dosa, tetapi juga melatih pengendalian hawa nafsu, kesabaran, serta meningkatkan empati sosial.

Selain itu, puasa juga memberikan manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental.

“Mari kita manfaatkan bulan suci Ramadan ini untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan dan meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Sekda juga menyampaikan program Pemerintah Kabupaten Takalar yang tertuang dalam visi dan misi “Takalar Maju, Berdaya Saing Melalui Ekonomi Digital.”

Melalui visi tersebut, Bupati Takalar Daeng Manye bersama Wakil Bupati H. Hengky Yasin mendorong transformasi pelayanan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui pemanfaatan teknologi internet atau digitalisasi guna mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Takalar juga berkomitmen memperluas akses internet bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kepulauan Tanakeke, agar masyarakat dan para pelajar dapat lebih mudah mengakses informasi serta tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi.

“Bupati Takalar berkomitmen agar masyarakat Takalar, khususnya yang berada di Kepulauan Tanakeke, dapat mengakses internet sehingga masyarakat dan anak-anak sekolah lebih mudah memperoleh informasi dari luar daerah,” jelasnya.

Dengan adanya akses internet, para pelaku UMKM juga diharapkan dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan produk melalui media sosial sehingga jangkauan pemasaran semakin luas dan produk dapat dipesan secara daring.

Dalam kegiatan Safari Ramadan tersebut, Sekda Takalar juga menyerahkan beberapa bantuan kepada masyarakat, di antaranya rekomendasi jaminan kesehatan JKN PBI bagi masyarakat kurang mampu, bantuan PKMK bagi bayi dan balita dari keluarga kurang mampu, serta bantuan hibah untuk pembangunan masjid sebesar Rp10.000.000.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done