TOPIK TAKALAR

Rabu, 22 April 2026

Bupati Daeng Manye On Air di Pa’biritta BBPMP Sulsel, Paparkan Terobosan Peningkatan SPM Pendidikan Takalar




TAKALAR — Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Takalar justru mencatat capaian impresif di sektor pendidikan.

Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan mengalami lonjakan signifikan, menempatkan Kabupaten Takalar sebagai salah satu daerah dengan performa terbaik di Sulawesi Selatan.

Capaian tersebut menjadi sorotan dalam kegiatan On Air Pa’biritta yang digelar Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (20/4/2026), yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi BBPMP Sulsel.

Kegiatan bertema “Praktik Baik Strategi Peningkatan SPM Pendidikan” ini menghadirkan sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala BBPMP Sulsel Imran sebagai pembuka, serta Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye sebagai keynote speaker.

Turut hadir pula Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar Rifany, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dalam pemaparannya, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak bisa dilakukan dengan cara biasa.

Ia memilih pendekatan tegas berbasis data sebagai fondasi utama perubahan.

“Perubahan harus dimulai dari kepala sekolah. Mereka tidak boleh lagi hanya bergantung pada operator.

“Kepala sekolah harus memahami data sekolahnya sendiri dan menjadikannya dasar dalam mengambil keputusan,” tegas Daeng Manye.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi titik awal dalam membangun kepemimpinan pendidikan yang akuntabel dan berorientasi pada hasil nyata.

Ia bahkan menerapkan pendekatan “shock therapy” untuk mendorong percepatan perubahan di lapangan.
“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama.

“Harus ada keberanian untuk membongkar kelemahan secara terbuka, lalu diperbaiki secara sistematis. Fokus kita bukan administrasi, tapi dampak langsung ke siswa,” lanjutnya.

Daeng Manye menjelaskan, seluruh kebijakan pendidikan di Takalar kini berbasis pada data Rapor Pendidikan yang terintegrasi dengan perencanaan anggaran.

Dengan demikian, setiap program yang dijalankan memiliki dasar yang jelas dan terukur.

Selain itu, pemerintah daerah juga membangun sistem pembinaan terstruktur melalui Dinas Pendidikan dan pengawas sekolah, dengan fokus pada peningkatan literasi, numerasi, serta iklim belajar yang aman dan inklusif.

“Ini bukan sekadar program, tapi gerakan perubahan. Kita ingin sekolah menjadi ruang refleksi dan perbaikan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar, Rifany, mengungkapkan bahwa capaian SPM merupakan hasil kerja konsisten seluruh pihak.

“Peningkatan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan di Kabupaten Takalar bukanlah sesuatu yang instan, tetapi merupakan hasil dari upaya yang dilakukan secara konsisten dari waktu ke waktu,” kata Rifany.

Ia menyebutkan, indeks SPM pendidikan Takalar melonjak dari 16,64 pada 2025 menjadi kisaran 65,01 hingga 81,65 pada 2026.

Capaian ini menggeser status Takalar dari kategori Tuntas Muda menjadi Tuntas Madya.

Menurut Rifany, keberhasilan tersebut didorong oleh berbagai strategi konkret, mulai dari instruksi langsung bupati kepada kepala sekolah untuk memahami Rapor Pendidikan, hingga penguatan komitmen melalui perjanjian kinerja.

“Seluruh jajaran, dari dinas hingga kepala sekolah, memiliki tanggung jawab yang jelas dalam pemenuhan SPM pendidikan,” jelasnya.

Tak hanya itu, intervensi terhadap Anak Tidak Sekolah (ATS) usia 7–18 tahun juga menjadi fokus utama dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk operator desa dan PKBM.

Upaya peningkatan kualitas pendidikan juga dilakukan melalui pelatihan guru, workshop, serta pembentukan komunitas belajar di 10 kecamatan.

Di sisi lain, pendidikan nonformal diperkuat melalui peningkatan keterampilan hidup bagi peserta didik.

Rifany menambahkan, kolaborasi lintas sektor turut menjadi kunci, termasuk dengan Dukcapil, Dinas Sosial, dan PMD dalam validasi data pendidikan.

Dalam aspek karakter, Pemkab Takalar juga menggandeng aparat penegak hukum melalui program Polisi Masuk Sekolah dan Jaksa Masuk Sekolah guna menanamkan nilai anti perundungan dan anti korupsi sejak dini.

“Evaluasi dilakukan secara rutin dengan pendekatan identifikasi, refleksi, dan pembenahan berkelanjutan,” tambahnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Takalar optimistis capaian pendidikan akan terus meningkat dan berkelanjutan.

Bupati Daeng Manye pun menegaskan bahwa keberhasilan saat ini bukanlah akhir, melainkan awal dari standar baru yang harus terus dijaga.
“Kita tidak boleh puas. Ini harus menjadi pijakan untuk melompat lebih jauh ke depan,” pungkasnya.

Jumat, 17 April 2026

Juara 1 Kejurda FORKI 2026, Siswi SDN 1 Centre Pattallassang Harumkan Nama Takalar

TAKALAR-Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Kabupaten Takalar. Najwa Ramadhana Afrijal, siswi UPT SD Negeri 1 Centre Pattallassang, sukses meraih Juara 1 Kata Perorangan Putri Usia Dini dalam Kejuaraan Daerah Karate yang diselenggarakan oleh Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia Sulawesi Selatan tahun 2026.

Kejuaraan bergengsi tersebut berlangsung di JK Arenatorium UNHAS, Kota Makassar, pada 16 hingga 19 April 2026, dan diikuti oleh atlet-atlet muda berbakat dari berbagai perguruan karate se-Sulawesi Selatan.

Najwa tampil impresif sejak babak awal hingga final. Dengan teknik yang matang, keseimbangan gerakan yang baik, serta ketenangan saat bertanding, ia mampu mengungguli para pesaingnya dan mengunci posisi juara pertama di kategori usia dini.

Keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Di balik pencapaiannya, terdapat latihan rutin, kerja keras, serta dukungan penuh dari pelatih dan keluarga. Najwa dikenal sebagai sosok disiplin, tekun, dan memiliki semangat belajar tinggi, baik dalam bidang akademik maupun olahraga.

Najwa Ramadhana Afrijal, berasal dari perguruan Gojukai Takalar

Kepala UPT SD Negeri 1 Centre Pattallassang, Dra. Siswaty M., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas prestasi tersebut. Menurutnya, capaian Najwa menjadi bukti bahwa siswa tidak hanya mampu unggul secara akademik, tetapi juga berprestasi di bidang non-akademik.

“Prestasi ini adalah kebanggaan bagi sekolah, keluarga, dan daerah. Kami berharap ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri dan meraih prestasi,” ujarnya.

Ia juga berharap keberhasilan ini menjadi langkah awal bagi Najwa untuk menembus kompetisi yang lebih tinggi, baik di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.

Prestasi gemilang ini tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Takalar untuk terus berjuang, berlatih, dan berani bermimpi besar demi masa depan yang lebih cerah.

Wabup Takalar Jawab Kritis Fraksi, Tegaskan Legalitas Kehadiran dan Beberkan Kinerja APBD 2025

TAKALAR-Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Takalar dengan agenda penyampaian jawaban atas pandangan umum fraksi terhadap LKPJ Bupati 2025 berlangsung dinamis di lantai II Gedung DPRD, Jumat (17/04/2026).

Agenda ini sekaligus dirangkaikan dengan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ.

Rapat yang telah tiga kali digelar setelah sebelumnya sempat tertunda itu dipimpin Wakil Ketua I DPRD, Achmad Fadel. Sementara Ketua DPRD, H. Muhammad Rijal, berhalangan hadir karena mengikuti kegiatan retret di Magelang.

Dalam forum tersebut, Wakil Bupati Takalar, H. Hengky Yasin, mewakili Bupati Takalar, Ir. Mohammad Firdaus Daeng Manye, menyampaikan tanggapan sekaligus jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD.

Dari sembilan fraksi yang ada, delapan fraksi menyatakan persetujuan terhadap LKPJ Bupati 2025, meski dinamika dan kritik tajam tetap mewarnai jalannya rapat.

Hengky Yasin menilai dinamika tersebut sebagai bentuk keseriusan DPRD dalam mengawal pembangunan daerah.

“Ini menunjukkan bahwa seluruh anggota dewan memiliki perhatian besar dan komitmen untuk memperjuangkan kemajuan Kabupaten Takalar,” ujarnya.

Menanggapi pertanyaan salah satu anggota dewan terkait keabsahan kehadirannya, Hengky Yasin menegaskan bahwa kehadirannya sah secara hukum.

Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya Pasal 65 dan 66, yang mengatur bahwa wakil kepala daerah berwenang menjalankan tugas kepala daerah saat berhalangan.

“Bupati saat ini sedang menjalankan tugas di luar negeri dalam rangka promosi investasi di Republik Rakyat Tiongkok, sehingga secara otomatis saya menjalankan kewenangan tersebut,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Hengky Yasin mengungkapkan bahwa realisasi pendapatan daerah tahun 2025 mencapai Rp1,19 triliun atau 97,77 persen dari target Rp1,22 triliun.

Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp176 miliar atau 95,05 persen dari target Rp185 miliar.

“Capaian ini menunjukkan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah yang cukup baik,” jelasnya.

Di sisi belanja, realisasi mencapai 91,39 persen. Meski belum maksimal, angka tersebut dinilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Namun demikian, ia mengakui adanya sejumlah kendala, terutama akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang berdampak pada pemangkasan transfer daerah.

“Akibatnya, beberapa program tidak dapat dilaksanakan dan belanja infrastruktur menjadi terbatas,” ungkapnya.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemkab Takalar menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya:

Evaluasi dan penyesuaian target pendapatan

Intensifikasi dan ekstensifikasi pajak serta retribusi

Digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS, e-wallet, dan marketplace

Optimalisasi retribusi sektor pasar dan layanan publik

Penguatan pengawasan dan penegakan sanksi bagi wajib pajak

Selain itu, pemutakhiran data wajib pajak, khususnya PBB-P2, juga terus dilakukan.

Terkait Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), Pemkab memproyeksikan sebesar Rp34 miliar. Namun angka riil masih menunggu hasil audit BPK.

Hengky menilai perbedaan angka yang muncul di fraksi disebabkan adanya komponen pendapatan yang belum masuk ke kas daerah.

Sementara realisasi Belanja Tidak Terduga (BTT) hanya mencapai 14,42 persen atau sekitar Rp634 juta, karena penggunaannya memang dibatasi untuk kondisi darurat seperti bencana dan situasi mendesak.

Dalam sektor sosial, sebanyak 13.400 jiwa telah diverifikasi sebagai penerima bantuan melalui proses validasi lapangan oleh pendamping PKH yang mengacu pada data BPS.

Menutup penyampaiannya, Hengky Yasin menyampaikan apresiasi kepada DPRD atas masukan dan rekomendasi yang diberikan.

“Seluruh catatan DPRD akan menjadi perhatian penting bagi kami dalam penyempurnaan penyelenggaraan pemerintahan ke depan,” tutupnya.

Rapat paripurna ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mendorong pembangunan Kabupaten Takalar yang lebih maju dan berkelanjutan.


Kamis, 16 April 2026

Bupati Takalar Bertemu Konjen RI di Guangzhou, Bahas Investasi hingga Peluang Sister City dengan Guangdong

GUANGZHOU, CHINA — Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, melanjutkan agenda kunjungan luar negerinya dengan bertemu Konsul Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou, Ben Perkasa, guna membahas potensi kerja sama antara Kabupaten Takalar dan wilayah Tiongkok Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, Ben Perkasa mengungkapkan apresiasinya atas kunjungan Bupati Takalar bersama delegasi.

“Saya mendapat kehormatan untuk bertemu dengan Bupati Takalar, Pak Firdaus Daeng Manye. Kami membicarakan potensi hubungan antara Tiongkok Selatan, termasuk Provinsi Guangdong, dengan Kabupaten Takalar di Sulawesi Selatan,” ujarnya (16,04,26)

Ia menambahkan, sejumlah peluang kerja sama telah didiskusikan, mulai dari sektor bisnis, investasi, hingga kemungkinan pembentukan kerja sama sister city antara daerah di Provinsi Guangdong dengan Kabupaten Takalar.

“Sudah banyak kita diskusikan beberapa proyeksi kerja sama yang bisa dilakukan, termasuk kemungkinan sistem sister city. Ini nantinya akan ditindaklanjuti oleh Pak Bupati bersama tim kami di KJRI, khususnya fungsi ekonomi,” jelasnya.

Ben Perkasa juga menyampaikan harapannya agar berbagai rencana dan program yang telah dibahas dapat segera direalisasikan.

“Terima kasih Pak Bupati atas kunjungannya ke KJRI Guangzhou. Semoga rencana dan proyek yang dibicarakan bisa segera terwujud,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Daeng Manye menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pihak KJRI Guangzhou.

“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Konjen dan seluruh tim yang hari ini menerima kami dengan luar biasa. Banyak hal yang telah dibicarakan terkait bagaimana potensi Takalar dapat dikembangkan dan dieksplorasi dari wilayah China Selatan,” ujarnya.

Menurutnya, peluang kerja sama yang ditawarkan, termasuk skema sister city dengan wilayah di Provinsi Guangdong, akan membuka ruang lebih luas bagi masuknya investasi ke Takalar.

“Diharapkan ke depan ada hubungan yang lebih terkoordinasi dengan salah satu daerah di Provinsi Guangdong, sehingga membuka peluang lebih besar bagi investasi di Takalar,” tambahnya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Bupati Takalar bersama Liaison Officer (LO) Jenny Widjaya juga meninjau langsung salah satu pusat pameran terbesar di Guangzhou, Provinsi Guangdong.

Bupati Daeng Manye mengungkapkan, lokasi tersebut merupakan pusat pameran berskala internasional yang diikuti oleh berbagai investor dari berbagai negara.

“Ini adalah salah satu pameran terbesar yang dilaksanakan oleh pemerintah China. Diikuti oleh berbagai investor dari berbagai negara, dengan berbagai sektor seperti robotik, kecerdasan buatan (AI), teknologi pertanian, perikanan, kesehatan, dan lainnya,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa dirinya dijadwalkan menghadiri undangan dari pemerintah Provinsi Guangdong untuk mempresentasikan potensi Kabupaten Takalar.

“Insya Allah, saya diundang untuk berbicara dan menyampaikan potensi Takalar sekaligus mengundang para investor untuk datang dan berinvestasi di Takalar,” ungkapnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membuka akses kerja sama internasional serta menarik minat investor asing untuk mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Takalar.


Bupati Takalar Perkuat Dinas Perikanan Dorong Legalitas Kapal Nelayan Untuk Lebih Mudah Akses BBM Subsidi

Takalar – Komitmen Bupati Takalar, Daeng Manye, dalam memperkuat sektor perikanan kembali dibuktikan.

Menindaklanjuti arahannya terkait fasilitasi dan pendampingan penerbitan dokumen kapal bagi nelayan dengan kapasitas di bawah 7 GT, jajaran Dinas Perikanan Kabupaten Takalar langsung bergerak cepat.

Kepala Dinas Perikanan Takalar, Nasruddin Azis, turun langsung melakukan kunjungan ke Kantor KSOP Utama Makassar guna berkonsultasi terkait percepatan penerbitan dokumen kapal berupa Pas Kecil. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi oleh Kepala Bidang Perikanan Tangkap.

Rombongan Dinas Perikanan Takalar diterima langsung oleh Kepala KSOP Utama Makassar, Ir. John Kennedy, M.Eng., M.Sc dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Kamis 16 April 2026

Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan nelayan kecil mendapatkan legalitas kapal secara mudah dan cepat.

Dalam arahannya, John Kennedy memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Takalar atas kepeduliannya terhadap nelayan. Ia bahkan berharap langkah progresif ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

“Dokumen Pas Kecil yang diterbitkan KSOP merupakan bukti sah kepemilikan kapal sekaligus legalitas penting bagi nelayan,” ujarnya.

Lebih dari itu, Pas Kecil juga menjadi salah satu syarat utama bagi nelayan untuk mendapatkan BBM bersubsidi melalui aplikasi XStar.

Dengan adanya dokumen resmi ini, diharapkan distribusi BBM subsidi menjadi lebih tepat sasaran dan mampu menekan praktik penyalahgunaan yang belakangan marak terjadi di kalangan masyarakat nelayan, khususnya di Kabupaten Takalar.

Langkah cepat yang diambil Pemkab Takalar ini dinilai sebagai bentuk nyata keberpihakan kepada nelayan kecil.

Selain memberikan kepastian hukum, kebijakan ini juga membuka akses lebih luas terhadap kebutuhan operasional nelayan, sekaligus menjaga tata kelola distribusi BBM subsidi agar lebih transparan dan akuntabel.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan pihak KSOP, harapan untuk mewujudkan nelayan yang mandiri, sejahtera, dan tertib administrasi kini semakin dekat menjadi kenyataan.

Bupati Takalar Siapkan 5 Desa Pesisir Jadi Kampung Nelayan Modern

Takalar – Bupati Takalar, ir Mohammad Firdaus Daeng Manye, menegaskan komitmennya mendorong pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai program strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Di tengah agenda persiapan kunjungan kerja ke luar negeri beberapa hari yang lalu, Bupati Takalar Daeng Manye tetap menyempatkan menerima langsung tim survei dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia yang akan melakukan penilaian calon lokasi KNMP di Kabupaten Takalar.

Sebanyak lima desa diusulkan sebagai kandidat, yakni Desa Sampulungan dan Desa Bontosunggu di Kecamatan Galesong Utara, Desa Boddia di Kecamatan Galesong, Desa Bontokanang di Kecamatan Galesong Selatan, serta Desa Topejawa di Kecamatan Mangarabombang.

Bupati Takalar di dampingi Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Takalar, Nasruddin Azis, menyampaikan bahwa program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Ini program strategis nasional yang harus kita dukung bersama. Kita berharap seluruh lokasi yang diusulkan bisa memenuhi kriteria dan ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih,” ujarnya.

” Peluang besar bagi daerah dalam memperkuat sektor perikanan tangkap yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir”

Program KNMP sendiri merupakan salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pembangunan kawasan nelayan yang terintegrasi dan modern.

Melalui program ini, pemerintah akan menghadirkan berbagai sarana dan prasarana penunjang seperti tempat pendaratan ikan, pabrik es, cold storage, tambatan perahu, hingga SPBUN. Fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus memperkuat rantai distribusi hasil tangkapan.

Bupati Takalar juga menginstruksikan jajaran Dinas Perikanan untuk terlibat langsung dalam mendampingi tim survei serta menyiapkan seluruh kebutuhan data selama proses penilaian berlangsung.

Menurutnya, kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih nantinya tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil tangkapan, tetapi juga akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

“Jika ini terealisasi, maka akan ada efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi nelayan dan pelaku usaha di sektor perikanan,” jelasnya.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, peluang Kabupaten Takalar untuk menjadi bagian dari program Kampung Nelayan Merah Putih dinilai semakin terbuka lebar.


Selasa, 14 April 2026

Bupati Takalar, Lakukan kunjungan Resmi di Kedutaan Besar Republik Indonesia Di Beijing

BEIJING-Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Anindityo Adi Primasto, dan LO Takalar-China, Jenny Wijaya, saat pertemuan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing adalah dalam rangka penjajakan kerja sama dan peluang investasi, di Beijing, China, (14/04/2026).

Bupati Takalar, Daeng Manye, memimpin delegasi Pemerintah Kabupaten Takalar dalam kunjungan resmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing.

Kunjungan tersebut bertujuan memperkenalkan potensi daerah sekaligus menjajaki peluang investasi dari China.

Rombongan Bupati Takalar diterima langsung oleh perwakilan KBRI Beijing, Anindityo Adi Primasto.

Kunjungan Daeng Manye ini juga didampingi oleh LO Takalar-China, Jenny Wijaya, yang turut memfasilitasi komunikasi dan koordinasi selama agenda berlangsung.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Takalar dalam memperluas jaringan kerja sama internasional.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done