TOPIK TAKALAR

Selasa, 30 Juni 2026

Bupati Takalar Serahkan Ranperda APBD 2025, Takalar Cetak Opini WTP Lima Kali Berturut-turut

Takalar – Bupati Takalar, Daeng Manye, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Takalar dalam rangka penyerahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Takalar Tahun Anggaran 2025. Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Takalar.Selasa 30 juni 2026

Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, H. Muhammad Rijal dari Fraksi PKB, didampingi Wakil Ketua II DPRD, Irwan.

Turut hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar H. Muhammad Hasbi, Wakapolres Takalar, perwakilan Kejaksaan Negeri Takalar, perwakilan Kodim 1426/Takalar, para anggota DPRD, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, serta tamu undangan lainnya.

Mengawali sambutannya, Bupati Daeng Manye mengajak seluruh peserta rapat memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga seluruh pihak dapat mengikuti Sidang Paripurna DPRD dalam keadaan sehat.

Bupati menjelaskan bahwa penyampaian Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 merupakan amanat Peraturan Daerah Kabupaten Takalar Nomor 9 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa kepala daerah wajib menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD berupa laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) paling lambat enam bulan setelah tahun anggaran berakhir.

“Untuk memenuhi kewajiban konstitusional tersebut, hari ini Pemerintah Kabupaten Takalar kembali menyampaikan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kabupaten Takalar untuk dibahas sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Daeng Manye.

Pada kesempatan itu, Bupati menyampaikan kabar menggembirakan bahwa Pemerintah Kabupaten Takalar kembali berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025. Prestasi tersebut menjadi opini WTP yang kelima kali diraih Kabupaten Takalar.

“Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja keras seluruh elemen Pemerintah Kabupaten Takalar. WTP bukanlah hadiah, tetapi hasil dari proses panjang yang membutuhkan komitmen, disiplin, kerja sama, dan kepatuhan terhadap aturan dalam pengelolaan keuangan daerah,” ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh kepala OPD, pengelola keuangan daerah, DPRD, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi mempertahankan kualitas tata kelola keuangan daerah.

Ia mengingatkan bahwa mempertahankan opini WTP jauh lebih berat dibandingkan meraihnya. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta terus menjaga integritas, meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan, serta memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Dalam pemaparannya, Daeng Manye juga menyampaikan gambaran umum pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Target pendapatan daerah Kabupaten Takalar pada tahun 2025 ditetapkan lebih dari Rp1,2 triliun yang terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp185 miliar dan pendapatan transfer lebih dari Rp1,035 triliun. Dari target tersebut, realisasi pendapatan daerah mencapai sekitar Rp1,1 triliun atau sebesar 97,7 persen.

Realisasi PAD mencapai Rp176,7 miliar atau sekitar 95 persen dari target. Sejumlah sektor bahkan melampaui target, di antaranya pajak daerah yang mencapai 110,6 persen dan retribusi daerah sebesar 106 persen. Capaian tersebut didukung meningkatnya penerimaan dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Sementara itu, pendapatan transfer terealisasi sebesar Rp1,017 triliun atau sekitar 98,2 persen dari target yang berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Desa, Insentif Fiskal, dan transfer dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Di sisi belanja, Pemerintah Kabupaten Takalar merealisasikan anggaran sebesar Rp1,089 triliun atau 91,40 persen dari total anggaran Rp1,191 triliun. Belanja tersebut meliputi belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, serta belanja transfer termasuk penyaluran Dana Desa dan Alokasi Dana Desa kepada 86 desa di Kabupaten Takalar.

Berdasarkan realisasi pendapatan dan belanja tersebut, Pemerintah Kabupaten Takalar membukukan surplus anggaran sebesar Rp105,50 miliar. Setelah dikurangi pembiayaan daerah, Kabupaten Takalar mencatatkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun 2025 sebesar Rp75,09 miliar yang berasal dari pelampauan target pendapatan dan efisiensi belanja.

Di akhir sambutannya, Bupati Daeng Manye mengajak DPRD Kabupaten Takalar untuk terus memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah dalam membahas Ranperda tersebut hingga ditetapkan menjadi Peraturan Daerah sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.

“Kami berharap pembahasan Ranperda ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Takalar. Mari kita terus memperkuat sinergi dan menjaga tata kelola pemerintahan yang baik demi mewujudkan Takalar yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tutup Bupati.

Senin, 29 Juni 2026

Bupati Takalar Lantik Alauddin Torki Ketua KONI Takalar

Takalar – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Takalar masa bakti terbaru resmi dilantik dan dilanjutkan dengan rapat kerja sebagai langkah awal menyusun strategi pembinaan olahraga menuju prestasi yang lebih tinggi. senin 29 juni 2026

Pelantikan tersebut dihadiri Ketua DPRD Takalar, Dandim 1426/Takalar, Ketua Harian KONI Sulawesi Selatan, jajaran pengurus KONI Takalar, para pengurus cabang olahraga, serta sejumlah tamu undangan.

Momentum ini menjadi titik awal kebangkitan olahraga Takalar di bawah kepemimpinan Ketua KONI Takalar yang baru, Kompol Alauddin Torki.

Dalam sambutannya, Torki menyampaikan komitmennya membangun organisasi yang solid dan menargetkan peningkatan prestasi olahraga Takalar pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Bupati Takalar, Daeng Manye, dalam arahannya menegaskan bahwa keberhasilan olahraga di berbagai negara lahir dari sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Ia mencontohkan Amerika Serikat yang mengintegrasikan olahraga dengan sistem pendidikan, serta Tiongkok yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari budaya disiplin sejak usia dini hingga mampu menjadi tuan rumah Olimpiade dan melahirkan atlet-atlet dunia.

Menurutnya, olahraga bukan sekadar ajang meraih medali, tetapi mampu mengangkat nama daerah, menggerakkan perekonomian, bahkan menjadi instrumen pembangunan.

“Hari ini kita melantik Ketua KONI Takalar yang baru. Saya yakin dengan semangat yang ditunjukkan, Takalar mampu masuk 10 besar Porprov. Spirit itu harus ada, tidak boleh loyo,” tegas Daeng Manye.

Ia menegaskan bahwa atlet hebat lahir dari tim yang kuat, sementara tim yang kuat dibentuk oleh organisasi yang profesional.

“Organisasi yang hebat akan melahirkan tim olahraga yang tangguh, dan tim yang tangguh akan melahirkan atlet-atlet berprestasi. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis ilmu olahraga,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan agar olahraga Takalar tidak lagi dipandang sebagai sektor yang berjalan tanpa arah.

“Tantangan KONI hari ini adalah melahirkan prestasi agar Takalar semakin dikenal. Jangan lagi ada anggapan olahraga Takalar seperti anak ayam kehilangan induk,” katanya.

Sebagai bentuk motivasi, Daeng Manye secara khusus menargetkan Takalar mampu menembus 10 besar Porprov Sulawesi Selatan. Ia bahkan menjanjikan bonus bagi atlet peraih medali apabila target tersebut tercapai.

“Saya sudah hitung peluangnya berdasarkan hasil Pra Porprov. Saya yakin 10 besar bisa diraih. Kalau masuk 10 besar, atlet peraih medali akan mendapat hadiah dari Bupati. Tapi syaratnya harus masuk 10 besar dulu,” tegasnya.

Selain prestasi, Bupati mengajak KONI membangun ekosistem olahraga yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media melalui konsep pentahelix.

Menurutnya, olahraga harus berkembang menjadi industri melalui konsep sport business dan sport tourism, sehingga mampu meningkatkan ekonomi daerah sekaligus Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Takalar telah mengusulkan pembangunan Stadion Takalar dan Sport Center kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai bagian dari penguatan infrastruktur olahraga.

Di sisi lain, Daeng Manye berencana menghadirkan berbagai event olahraga tahunan, termasuk mengembangkan olahraga air yang dipadukan dengan potensi wisata Takalar agar mampu menarik wisatawan sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi.

Menutup sambutannya, Bupati meminta seluruh pengurus KONI meninggalkan ego sektoral antar cabang olahraga dan mengedepankan kebersamaan demi membawa nama baik Kabupaten Takalar.

“Yang kita perjuangkan bukan kepentingan cabang olahraga masing-masing, tetapi nama besar Takalar. Hilangkan egoisme, bangun kekompakan, dan jadikan KONI sebagai rumah besar seluruh insan olahraga,” pesannya.

Pelantikan dan rapat kerja ini diharapkan menjadi awal lahirnya organisasi olahraga yang solid, profesional, dan mampu membawa Kabupaten Takalar meraih prestasi yang lebih tinggi di tingkat provinsi maupun nasional.

Jumat, 26 Juni 2026

Promosi Wisata Alam Parialau, Bupati Takalar Daeng Manye Bersama Rombongan Alumni Teknik IKA Unhas Nikmati Pesona Senja

TAKALAR-Keindahan Wisata Alam Parialau kembali menjadi magnet bagi para pencinta wisata alam. Dalam rangka mempromosikan destinasi unggulan Kabupaten Takalar, Bupati Takalar, H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, bersama rombongan Alumni Teknik IKA Unhas menikmati pesona senja yang memukau di kawasan wisata tersebut, Jumat (26/6/2026).
Hamparan panorama alam yang masih asri, udara yang sejuk, serta cahaya matahari yang perlahan tenggelam di ufuk barat menciptakan suasana yang menenangkan. Momen kebersamaan itu semakin lengkap dengan sajian aneka makanan dan minuman khas Takalar yang dinikmati sambil bersantai di tengah keindahan alam Parialau.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi bersama para alumni, tetapi juga merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Takalar memperkenalkan potensi wisata daerah kepada masyarakat luas.

Wisata Alam Parialau dinilai memiliki daya tarik yang kuat sebagai destinasi wisata berbasis alam yang menawarkan ketenangan, panorama yang indah, serta pengalaman berbeda bagi para pengunjung.

Bupati Daeng Manye menyampaikan bahwa pengembangan sektor pariwisata menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Melalui promosi yang berkelanjutan, diharapkan Wisata Alam Parialau semakin dikenal dan mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah untuk berkunjung ke Kabupaten Takalar.

Dengan pesona alam yang masih alami dan suasana senja yang memikat, Wisata Alam Parialau terus menunjukkan potensinya sebagai salah satu destinasi unggulan yang layak menjadi pilihan wisata bagi masyarakat Sulawesi Selatan maupun wisatawan dari luar daerah.

Kamis, 25 Juni 2026

Dialog Humanis Hengky Yasin Redam Gejolak Petani Akibat Krisis Air di Mangarabombang

TAKALAR-Ketegangan di Kecamatan Mangarabombang hampir saja memuncak menjadi aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Bupati Takalar. Dipicu oleh krisis air yang tak kunjung usai, ratusan warga yang tergabung dalam aliansi petani setempat sempat berencana menggelar aksi damai guna menuntut keadilan atas distribusi air dari Bendungan Pammukkulu yang dinilai tidak maksimal. Namun, potensi riuh tersebut berhasil diredam berkat langkah cepat dan persuasif dari Wakil Bupati Takalar, H. Hengky Yasin, yang memilih langsung turun ke lapangan untuk menemui warga secara tatap muka, Kamis (25/6/2026).

Sebelum berdialog langsung dengan massa yang diselimuti kekecewaan, Wakil Bupati H. Hengky Yasin terlebih dahulu menyambangi Kantor Kecamatan Mangarabombang. Langkah ini diambil guna memetakan akar masalah secara objektif dan mendengarkan laporan berkala dari pihak otoritas setempat. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi birokrasi dan penegak hukum untuk menyelaraskan persepsi demi menjaga kondusivitas wilayah, sekaligus mencari jalan keluar yang paling taktis bagi jeritan para petani.

Dalam pertemuan di kantor kecamatan tersebut, Camat Mangarabombang, Mappaturung,S.Sos.,AKP. menyampaikan aspirasi mendalam yang selama ini dipendam oleh masyarakat. Mappaturung mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan sudah sangat kritis dan memicu keputusasaan yang hebat di kalangan petani.

“Padi warga kami sudah banyak yang mati akibat tidak maksimalnya aliran air. Debit air yang sampai ke wilayah ini sangat kecil hingga petani menjerit kekeringan, bahkan beberapa warga yang terlanjur frustrasi sudah membakar tanaman padi mereka yang puso,” urai Mappaturung dengan nada prihatin.

Mendengar langsung laporan yang mengiris hati tersebut, Wakil Bupati H. Hengky Yasin tidak tinggal diam di balik meja. Didampingi oleh Camat Mangarabombang, ia segera bergerak melakukan peninjauan langsung (sidak) ke titik-titik persawahan yang paling parah terdampak, di antaranya di Desa Lengkese dan Desa Bontomanai. Di bawah terik matahari, sang Wakil Bupati menyaksikan langsung hamparan sawah yang retak-retak dan batangan padi yang menguning kering sebelum waktunya akibat minimnya suplai air.

Langkah taktis H. Hengky Yasin yang menemui warga di saat situasi memanas mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai mampu mendinginkan suasana. Di hadapan para perwakilan petani yang batal mengepung kantor bupati, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk segera mengevaluasi sistem pembagian dan manajemen debit air dari Bendungan Pammukkulu. Pemerintah berjanji akan segera berkoordinasi dengan pihak pengelola bendungan agar distribusi air bisa mengalir lebih adil dan menyentuh wilayah hilir seperti Mangarabombang.

Di sisi lain, rilis ini juga menyoroti tantangan teknis yang dihadapi dalam pengelolaan Bendungan Pammukkulu. Berdasarkan data awal, kecilnya debit air yang sampai ke hilir tidak hanya disebabkan oleh faktor pembagian volume air, melainkan juga adanya kendala infrastruktur irigasi sekunder yang diduga mengalami penyumbatan atau belum sepenuhnya rampung. Oleh karena itu, penyelesaian masalah ini membutuhkan pendekatan berimbang: penanganan darurat untuk menyelamatkan sisa lahan petani, sekaligus perbaikan struktural jangka panjang pada saluran irigasi.

Kunjungan lapangan ini akhirnya ditutup dengan kesepakatan damai antara pemerintah daerah dan tokoh masyarakat Mangarabombang. Warga sepakat menunda rencana aksi demonstrasi dan memberikan kesempatan bagi pemerintah daerah untuk merealisasikan solusi taktis dalam beberapa hari ke depan. Pertemuan persuasif ini membuktikan bahwa komunikasi yang transparan dan kehadiran pemimpin di tengah krisis mampu menjadi jembatan peredam konflik demi keselamatan hajat hidup orang banyak.

Rabu, 24 Juni 2026

Bupati Takalar Raih Penghargaan Nasional Cita Loka Fest 2026, Bukti Inovasi dan Kemajuan Daerah

Takalar-Pemerintah Kabupaten Takalar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, menerima penghargaan dalam ajang Cita Loka Fest 2026 yang diselenggarakan oleh Tribun Network bersama Kompas Gramedia Group di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Takalar hadir didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo SP) Kabupaten Takalar, Suhardiyanto, beserta sejumlah pejabat terkait. Kehadiran Pemerintah Kabupaten Takalar merupakan tindak lanjut atas undangan resmi yang disampaikan oleh Tribun Network.

Mengusung tema “Menguatkan Akar untuk Indonesia Asri”, Cita Loka Fest 2026 menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman, gagasan, dan inovasi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Penghargaan yang diterima Kabupaten Takalar diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan keberhasilan daerah dalam menghadirkan berbagai program pembangunan yang inovatif, berdampak langsung bagi masyarakat, serta mampu mendorong peningkatan kesejahteraan dan daya saing daerah.

Di bawah kepemimpinan Bupati Firdaus Daeng Manye, Kabupaten Takalar dinilai berhasil menjalankan sejumlah program strategis di berbagai sektor. Penguatan sektor pertanian, pengembangan ekonomi masyarakat, transformasi digital pelayanan publik, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian dari capaian yang mendapat perhatian dan pengakuan di tingkat nasional.

Selain itu, Takalar juga dinilai mampu membangun tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap perkembangan teknologi serta memperkuat sinergi antar sektor dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.

Bupati Takalar menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat yang selama ini mendukung berbagai program pembangunan.


Minggu, 21 Juni 2026

Bupati Takalar dan Rektor Unhas Diskusi Santai Matangkan Proyek Kemaritinan di Takalar, Dorong PAD dan Lapangan Kerja Baru

Takalar – Komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mengembangkan potensi maritim daerah terus diperkuat.

Bupati Takalar, Ir. Mohammad Firdaus Daeng Manye, menggelar diskusi strategis bersama jajaran pimpinan Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Minggu (21/6/2026) sore.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh substansi tersebut membahas secara mendalam rencana pengembangan institusi dan sektor kemaritiman Unhas yang akan ditempatkan di wilayah Kabupaten Takalar.

Langkah ini dinilai sebagai peluang besar untuk menghadirkan kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah yang mampu memberikan dampak nyata terhadap pembangunan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan sektor kelautan dan perikanan di Takalar.

Sebagai daerah yang memiliki garis pantai panjang dan kekayaan sumber daya laut yang melimpah, Takalar dinilai sangat potensial menjadi pusat pengembangan riset, pendidikan, dan industri kemaritiman di Sulawesi Selatan.

Di sisi lain, Unhas terus bertransformasi menjadi korporasi akademik modern yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga mendorong kemandirian finansial melalui pengembangan bisnis berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

Melalui sinergi tersebut, kedua pihak berupaya membangun hubungan yang saling menguntungkan. Takalar berpeluang meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui tumbuhnya aktivitas ekonomi baru, sementara Unhas memperoleh ruang pengembangan ekosistem akademik dan bisnis yang lebih luas.

Rencana besar ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani antara Pemerintah Kabupaten Takalar dan Universitas Hasanuddin pada April 2025 lalu.

Pertemuan kali ini menjadi momentum evaluasi sekaligus percepatan implementasi berbagai poin kerja sama agar segera diwujudkan dalam program yang lebih konkret dan terukur.

Diskusi tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., yang menunjukkan keseriusan kampus dalam mengawal proyek strategis tersebut.

Menurutnya, pengembangan sektor kemaritiman di Takalar memiliki prospek yang sangat besar. Dengan menggabungkan pendekatan ilmiah, riset terapan, dan hilirisasi industri maritim, kehadiran pusat pendidikan maupun riset Unhas di Takalar diyakini mampu mendorong modernisasi tata kelola sektor kelautan sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan dan Bisnis Unhas, Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, S.T., M.Phil., yang membahas berbagai peluang investasi dan skema kerja sama bisnis yang dapat dikembangkan bersama.

Selain itu, hadir pula Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Alumni dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., yang memberikan perhatian terhadap aspek penguatan SDM, tata kelola, dan legalitas kerja sama.

Bagi Pemerintah Kabupaten Takalar, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjadi proyek prestisius semata, tetapi juga mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kehadiran aktivitas pendidikan, penelitian, dan bisnis Unhas di Takalar diyakini akan menciptakan efek berganda (multiplier effect), mulai dari meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, tumbuhnya usaha pendukung, meningkatnya literasi kemaritiman, hingga terbukanya lapangan kerja baru bagi generasi muda Takalar.

Di akhir pertemuan, kedua belah pihak sepakat untuk segera menurunkan tim teknis guna menyusun langkah operasional lanjutan. Tim tersebut akan bertugas melakukan survei lokasi, menyusun draf teknis kerja sama, serta merancang linimasa pelaksanaan agar pengembangan sektor kemaritiman Unhas di Kabupaten Takalar dapat segera terealisasi secara profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.

Kolaborasi strategis antara Pemkab Takalar dan Unhas ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengembangan kawasan maritim Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat posisi Takalar sebagai daerah pesisir yang maju, produktif, dan berbasis ilmu pengetahuan.


Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Layak Huni di Takalar, Wujud Sinergi Pemprov Sulsel dan Kodam XIV/Hasanuddin

TAKALAR-Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaeman, S.T., bersama Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menghadiri kegiatan peletakan batu pertama (Groundbreaking) pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Dusun Panyangkalang, Desa Panyangkalang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Jumat (19/06/2026).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 orang tersebut merupakan bagian dari program bantuan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Provinsi Sulawesi Selatan melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan Kodam XIV/Hasanuddin.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M., Dandim 1426/Takalar Letkol Inf. Anton Timotius Milala, S.E., M.I.P., Aster Kasdam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf. Muh. Saifudinkhoiruzzamani, Kazidam XIV/Hasanuddin Kolonel Czi. Prastiwanto S., S.E., M.L.Pol., Dandeninteldam XIV/Hasanuddin Letkol Inf. Alfredo Siahaan, Dandenzibang 1 Makassar Letkol Czi. Azis Siswanto, Sekda Takalar Dr. H. Muhammad Hasbi, S.STP., M.AP., M.I.Kom., Wakapolres Takalar Kompol Alauddin, para kepala OPD, unsur Forkopimcam, serta para kepala desa se-Kecamatan Laikang.

Dalam sambutannya, Bupati Takalar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Selatan atas bantuan pembangunan 140 unit rumah layak huni bagi masyarakat Kabupaten Takalar. Menurutnya, program tersebut sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah dan menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menegaskan bahwa program pembangunan rumah layak huni merupakan wujud kepedulian dan komitmen Kodam XIV/Hasanuddin yang bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan kumuh dan wilayah terdampak bencana.

“Program ini juga selaras dengan salah satu program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat yang berfokus pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui renovasi serta pembangunan rumah yang sehat, aman, dan layak huni bagi warga kurang mampu,” ujarnya.

Pangdam menambahkan, pada tahap pertama program tersebut akan dibangun sebanyak 40 unit rumah dari total 140 unit rumah yang direncanakan untuk wilayah Kabupaten Takalar.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaeman menyampaikan bahwa peletakan batu pertama ini menjadi tanda dimulainya pembangunan 40 unit Rumah Layak Huni di Kecamatan Laikang. Ia berharap program tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga.

“Pembangunan rumah layak huni ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mendukung program pengentasan kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan,” ungkap Gubernur.

Kegiatan peletakan batu pertama berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Program pembangunan Rumah Layak Huni ini diharapkan dapat memberikan hunian yang sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat serta menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup warga Kabupaten Takalar
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done