TOPIK TAKALAR

Kamis, 22 Oktober 2026

Festival Pesantren Gagasan Bupati Daeng Manye Meriahkan Hari Santri 2026, 18 Ponpes se-Takalar Ikut Pawai


Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Takalar berlangsung meriah melalui Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar. Festival yang merupakan gagasan Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, ini menghadirkan pawai santri dan pameran potensi pesantren sebagai ruang untuk memperkenalkan kreativitas serta kontribusi pesantren kepada masyarakat.

Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar tersebut berlangsung pada Kamis (22/10/2026), dengan diikuti 18 pondok pesantren dari berbagai wilayah di Kabupaten Takalar.

Pawai dan pameran pondok pesantren secara resmi dilepas dan dibuka langsung oleh Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M., didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Takalar, Sekretaris Daerah Takalar, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar.

Festival ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Takalar dalam memeriahkan Hari Santri Nasional sekaligus memberikan ruang bagi pesantren untuk menunjukkan potensi, kreativitas, dan perannya dalam pembangunan daerah.

Gagasan Bupati Daeng Manye, Beri Ruang bagi Pesantren

Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar lahir dari gagasan Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi pondok pesantren agar eksistensi, potensi, dan kontribusinya semakin dikenal masyarakat.

Melalui festival ini, pesantren tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk memperlihatkan hasil pembinaan pendidikan, kreativitas santri, serta potensi kewirausahaan yang dikembangkan di lingkungan pesantren.

Gagasan tersebut sejalan dengan pentingnya peran pesantren dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, disiplin, dan memiliki semangat kebangsaan.

Dalam sambutannya, Bupati Daeng Manye menegaskan bahwa pawai santri memiliki makna lebih dari sekadar kegiatan seremonial.

“Pawai ini bukan sekadar seremonial, tapi menjadi syiar Islam dan ajang silaturahmi antar pondok pesantren. Santri adalah aset bangsa, penjaga moral dan masa depan Indonesia Emas,” ujar Daeng Manye.

Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarpesantren sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap peran santri dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

18 Pondok Pesantren Ikut Pawai Santri

Kemeriahan festival diawali dengan penampilan drum band dari SMP Negeri 1 Takalar yang tampil energik, kemudian dilanjutkan dengan barisan pawai dari 18 pondok pesantren.

Adapun 18 pondok pesantren yang mengikuti pawai tersebut, yakni:

1. PP Al-Fatih

2. Pondok Modern Nurul Asafah Pattallassang

3. PP Miftahul U’lum Sanrobone

4. PP Ahlul Jannah Hidayatullah Takalar

5. PP Assalam Timbuseng

6. PPTQ Al-Imam Mangadu

7. PP Tahfizul Qur’an Ar-Rayyan

8. PP Nahdatul Ummah

9. PP Assalamiyah Galesong

10. PP Tarbiyah Palleko

11. PPTQ Faliqul Irsyad Banggae

12. PP Mahyajatul Qurra Lassang

13. PP Al-Qamar Bajang

14. PP Babussalam Galut

15. PP Khaerunnisa Galesong

16. PP Darul Aman Lengkese

17. PPLH Puntondo

18. PP Jamal Rahma

Rute pawai dimulai dari Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, kemudian menyusuri rute yang telah ditentukan dan kembali finis di lokasi semula.

Suasana semakin semarak dengan penampilan drum band dari SD Center Pattallassang dan Drum Band Pondok Modern Nurul Asafah. Barisan Drum Band MTs Mannongkoki menjadi penutup rangkaian pawai.

Kehadiran para santri dari berbagai pesantren tersebut memperlihatkan semangat kebersamaan dan menjadi ajang silaturahmi antarlembaga pendidikan Islam di Kabupaten Takalar.

Pameran Pesantren Tampilkan Karya dan Potensi Santri

Usai melepas peserta pawai, Bupati Takalar bersama Forkopimda meninjau Pameran Pondok Pesantren yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar 2026.

Pameran tersebut menghadirkan berbagai hasil karya dan potensi santri, mulai dari produk kreatif, karya tulis, kaligrafi, hingga produk kewirausahaan pesantren.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada pondok pesantren untuk memperkenalkan program, karya, dan hasil pembinaan santri kepada pemerintah daerah serta masyarakat luas.

Selain sebagai sarana promosi potensi pesantren, pameran tersebut juga menjadi ruang untuk mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi santri agar mampu berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Perkuat Peran Pesantren Menuju Indonesia Emas

Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda perayaan Hari Santri Nasional, tetapi juga menjadi sarana memperkuat peran pesantren dalam bidang pendidikan, dakwah, pembentukan karakter, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui gagasan Bupati Daeng Manye ini, pesantren diharapkan semakin memperoleh ruang untuk memperkenalkan potensinya sekaligus memperluas kontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Takalar.

Momentum Hari Santri Nasional juga menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat persatuan, dan mempersiapkan generasi masa depan yang berilmu serta berakhlak mulia.

Dengan semangat kebersamaan yang terbangun melalui festival tersebut, Kabupaten Takalar diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi santri yang kreatif, mandiri, berdaya saing, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Bupati Takalar Berharap Agar Santri Tak Hanya Kuasai Ilmu Agama, tapi Memguasai juga Teknologi


TAKALAR  - Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, memimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar.

Upacara berlangsung khidmat dengan nuansa busana putih-putih. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Takalar, pejabat pengawas dan administrator lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar, serta ratusan santri dan santriwati dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Takalar.

Rangkaian upacara ditandai dengan pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan Undang-Undang Dasar 1945, pembacaan Resolusi Jihad, serta doa bersama.

Bupati Takalar bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, yang menekankan pentingnya peran santri dalam memperkuat bangsa dan mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Pada peringatan Hari Santri Tahun 2026 ini, kita mengusung tema ‘Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas’. Tema ini mengandung pesan penting bahwa santri memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan masa depan bangsa,” ujar Daeng Manye saat membacakan amanat Menteri Agama.

Ia menyampaikan, tahun 2045 menjadi momentum bersejarah ketika Indonesia genap berusia 100 tahun. Indonesia Emas merupakan cita-cita untuk mewujudkan bangsa yang maju, sejahtera, berdaya saing, dan mampu berdiri sejajar dengan negara-negara lain di dunia.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki akhlak mulia, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan dan inovasi.

“Oleh karena itu, kuasailah ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi. Peliharalah tradisi pesantren, tetapi jangan pernah takut terhadap perubahan. Jadilah generasi yang teguh memegang kemajuan, serta mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat,” lanjutnya.

Pesantren Jadi Pilar Pembentukan Karakter Bangsa

Dalam amanat tersebut, pesantren disebut memiliki kekuatan besar dalam membangun karakter bangsa. Pesantren bukan hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang pembentukan akhlak, penumbuhan kemandirian, dan penanaman semangat pengabdian kepada masyarakat.

Bupati Daeng Manye juga menyampaikan ajakan kepada seluruh santri agar mengambil peran lebih besar dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi hingga menjaga persatuan serta mendorong kemandirian ekonomi.

“Saya mengajak seluruh santri di manapun kalian berada, jadilah pelopor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, jadilah pelopor persatuan, penjaga kerukunan, penggerak kemandirian ekonomi, serta sahabat bagi lingkungan,” ucapnya.

Ia berharap pondok pesantren semakin optimal menjalankan tiga fungsi utamanya, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui fungsi pendidikan, pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. Melalui dakwah, pesantren berperan menebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin sekaligus memperkuat kerukunan dan persatuan bangsa.

Sementara itu, melalui pemberdayaan masyarakat, pesantren diharapkan mampu mendorong kemandirian, meningkatkan kesejahteraan, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Melalui fungsi pendidikan, pesantren melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. Melalui fungsi dakwah, pesantren menebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin serta memperkuat kerukunan dan persatuan bangsa. Sementara melalui fungsi pemberdayaan, pesantren hadir untuk mendorong kemandirian, meningkatkan kesejahteraan dan memberikan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat,” pungkas Bupati.

Festival Pondok Pesantren Perkuat Peran Santri di Takalar

Pelaksanaan Upacara Hari Santri Nasional 2026 ini menjadi bagian penting dari rangkaian Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar yang digagas Pemerintah Kabupaten Takalar.

Melalui momentum tersebut, peran santri dan pesantren diharapkan semakin kuat, tidak hanya dalam bidang pendidikan dan keagamaan, tetapi juga dalam pengembangan kreativitas, kemandirian, serta pembangunan sumber daya manusia.

Peringatan Hari Santri Nasional menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran strategis dalam perjalanan bangsa. Dengan bekal ilmu agama, penguasaan teknologi, akhlak mulia, dan semangat kebangsaan, santri diharapkan mampu menjadi generasi penerus yang berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Selasa, 20 Oktober 2026

Bupati Takalar Gagas Festival Pondok Pesantren di Takalar, Kadis Pertanian Ajak Masyarakat Meriahkan!


TAKALAR —  Bupati Takalar gagas pestifal pesantren, Semarak Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Takalar akan diwarnai dengan penyelenggaraan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar pada 22–24 Oktober 2026, bertempat di Lapangan Kantor Bupati Takalar

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Takalar, Drs. H. Parawangsa, M.Si., mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan memeriahkan kegiatan yang diinisiasi oleh Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M., tersebut.

Festival ini diharapkan menjadi ruang kebersamaan bagi pondok pesantren, para santri, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus menampilkan potensi, kreativitas, serta prestasi santri kepada publik.

Lebih dari sekadar perayaan, festival ini membawa semangat untuk memperkuat peran pesantren dalam membangun generasi muda yang berilmu, berakhlak, kreatif, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Berawal dari Silaturahmi, Lahir Gagasan Festival Pondok Pesantren

Lahirnya gagasan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar tidak terlepas dari interaksi dan silaturahmi Bupati Takalar, Daeng Manye, dengan sejumlah pondok pesantren di daerah tersebut.

Dalam beberapa kesempatan, Bupati Daeng Manye mendapat undangan untuk berkunjung dan bersilaturahmi dengan lingkungan pesantren, di antaranya Pondok Pesantren Mahyatul Qurra di Lassang, Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah, dan Pondok Pesantren As-Syafaa.

Silaturahmi tersebut menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat kehidupan pesantren, aktivitas pendidikan keagamaan, serta potensi besar para santri yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Takalar.

Dari rangkaian pertemuan itu, muncul gagasan untuk menghadirkan kegiatan yang dapat mempertemukan berbagai pondok pesantren dalam satu panggung kebersamaan. Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar, sebagai ruang silaturahmi, syiar keagamaan, apresiasi kreativitas, dan pengembangan potensi santri.

Melalui festival ini, pondok pesantren diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan karya, prestasi, seni, serta kontribusi para santri kepada masyarakat.

Dari silaturahmi lahir gagasan, dari gagasan hadir sebuah gerakan kebersamaan. Festival ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan pemerintah daerah dengan dunia pesantren sekaligus membuka ruang bagi santri untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Kadis Pertanian Ajak Seluruh Masyarakat Ikut Meramaikan

Kepala Dinas Pertanian Takalar, Drs. H. Parawangsa, M.Si., mengajak masyarakat menjadikan Festival Pondok Pesantren sebagai momentum untuk memberikan dukungan nyata kepada generasi muda, khususnya para santri yang tumbuh melalui pendidikan pesantren.

Partisipasi masyarakat dinilai penting agar festival tidak hanya menjadi kegiatan kalangan pesantren, tetapi juga menjadi perayaan bersama seluruh elemen masyarakat Kabupaten Takalar.

Kehadiran masyarakat diharapkan dapat menambah semarak kegiatan sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas, bakat, dan potensi santri.

Festival ini juga menjadi kesempatan bagi keluarga, pelajar, komunitas, dan masyarakat umum untuk mengenal lebih dekat kehidupan pesantren serta kontribusinya dalam membangun karakter generasi penerus bangsa.

Ayo datang dan ramaikan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar! Mari bersama-sama menyukseskan kegiatan yang mengedepankan kebersamaan, pendidikan, kreativitas, dan nilai-nilai keagamaan.

Lima Agenda Utama Siap Semarakkan Festival

Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar akan menghadirkan lima agenda utama yang dirancang untuk memberikan ruang partisipasi sekaligus menampilkan beragam potensi pesantren.

🔹 1. Apel Santri

Menjadi momentum memperkuat persatuan, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan di kalangan santri.

🔹 2. Pawai Santri

Menghadirkan semarak syiar pesantren di ruang publik sekaligus memperlihatkan kebersamaan para santri dari berbagai pondok pesantren.

🔹 3. Pameran

Menjadi wadah untuk memperkenalkan karya, produk, keterampilan, dan berbagai potensi yang dimiliki pondok pesantren.

🔹 4. Pagelaran Seni

Memberikan kesempatan kepada para santri untuk menampilkan bakat dan kreativitas melalui pertunjukan seni yang edukatif dan inspiratif.

🔹 5. Seminar

Menjadi ruang bertukar gagasan, memperluas wawasan, dan membahas peran pesantren serta generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.

Melalui lima agenda tersebut, festival diharapkan menghadirkan suasana yang meriah sekaligus memberikan nilai edukasi dan manfaat bagi masyarakat.

Semarak Hari Santri, Menguatkan Generasi Menuju Indonesia Ema

Festival Pondok Pesantren ini digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober.

Pada 2026, peringatan Hari Santri Nasional mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Tema ini menegaskan pentingnya peran santri dalam pembangunan bangsa melalui ilmu pengetahuan, akhlak, karakter, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Penyelenggaraan festival di Takalar diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pondok pesantren, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga ruang tumbuhnya generasi yang memiliki potensi dalam bidang seni,  keterampilan, kreativitas, dan kehidupan sosial.

Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pada Tanggal: 22–24 Oktober 2026 di Lapangan Kantor Bupati Takalar

Masyarakat Kabupaten Takalar diajak hadir bersama keluarga, sahabat, dan kerabat untuk menyaksikan berbagai rangkaian kegiatan serta memberikan dukungan kepada para santri.

Mari jadikan Festival Pondok Pesantren sebagai momentum mempererat silaturahmi, merawat nilai-nilai keagamaan, dan memperkuat semangat generasi muda dalam membangun daerah.

Dari Takalar, santri menguatkan negeri. Bersama membangun generasi berakhlak, kreatif, dan berprestasi menuju Indonesia Emas!

Daeng Manye Di Dampingi Brigjen TNI Fadli Mulyono Menyaksikan Latihan Free Fall Brigif 3/TBS Digelar di Takalar, 21 Prajurit Terjun dari Pesawat Hercules


Latihan Pemeliharaan Kemampuan Terjun Bebas (Free Fall) atau Harpuan Free Fall Denma Brigif 3/TBS Semester II Tahun 2026 resmi digelar di Lapangan Sahareng, Desa Pa’rappunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut), Kabupaten Takalar, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA tersebut berlangsung aman dan tertib. Latihan ini dipimpin langsung oleh Kepala Staf Divisi 3 Kostrad, Brigjen TNI Fadli Mulyono, S.I.P., M.Sos., serta dihadiri Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M., jajaran perwira TNI, dan sejumlah pejabat pemerintah daerah. Sekitar 200 warga turut menyaksikan kegiatan tersebut.

Sejumlah pejabat TNI yang hadir di antaranya Danbrigif 3 Kostrad Kolonel Inf. Morison, S.Sos., Asops Divisi 3 Kostrad Kolonel Inf. Winas Kurniawan, S.I.P., M.Tr.Han., serta Danyonif 432/Wsj Kostrad Letkol Inf. Muh. Sultan Yusuf, S.I.P., M.Hub., Int. Turut hadir kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Takalar, Camat Polut, Kepala Desa Pa’rappunganta, dan Babinsa setempat.

Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 06.30 WITA dengan keberangkatan personel penerjun menggunakan pesawat Hercules C-130 dari Bandara Lanud Hasanuddin, Makassar. Sebanyak 21 prajurit diterjunkan dalam dua gelombang dan berhasil mendarat dengan aman di lokasi latihan di bawah pimpinan Letkol Inf. Muh. Sultan Yusuf.

Latihan Harpuan Free Fall ini dijadwalkan berlangsung hingga 24 Oktober 2026. Pihak penyelenggara mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi agar tetap waspada, mematuhi arahan petugas, serta tidak memasuki atau mengganggu area latihan demi menjaga keamanan dan keselamatan bersama.

Selasa, 13 Oktober 2026

Gubernur Sulsel Resmikan Rumah Layak Huni Sinergi Bersama TNI dan Bupati Takalar


Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, meresmikan dan menyerahkan secara langsung kunci rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Dusun Panyangkalang, Desa Panyangkalang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar di enam desa yakni desa Panyangkalan, desa Bontoparang, desa Pattopakang,desa cikoang,desa Laikang dan desa punaga.(12/10/2026).

Program pemprov ini dihadiri sekitar 100 tamu undangan, termasuk Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, Sekda Provinsi Sulsel, serta jajaran TNI-Polri dan pemerintah daerah setempat.

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Sulsel atas perhatian dan sinergi pembangunan yang dihadirkan di wilayahnya. Menurut Daeng Manye, rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang bagi keluarga untuk membangun kehidupan, mendidik anak, dan menata masa depan. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai sebagai langkah konkret yang manfaatnya terasa langsung oleh warga.

Dukungan serupa disampaikan Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko. Ia mengapresiasi komitmen pemerintah daerah dan semangat gotong royong dalam merenovasi hunian warga yang membutuhkan. Keterlibatan prajurit TNI dalam program sosial ini menjadi wujud kepedulian bersama untuk mengatasi berbagai tantangan di lapangan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan.

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa program ini lebih dari sekadar perbaikan infrastruktur, melainkan bentuk dorongan untuk meningkatkan kualitas hidup dan memberikan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat. Ia menyampaikan terima kasih atas kolaborasi solid Kodam XIV/Hasanuddin serta Pemkab Takalar, sekaligus berpesan kepada warga penerima agar merawat hunian tersebut sebagai tempat membina keluarga yang harmonis.

Salah satu penerima rumah layak huni yang bernama Rahim DG Se’re warga dusun pandala desa Laikang berterima kasih sebesar besarnya kepada gubernur Sulsel, Pangdam XIV Hasanuddin dan pemkab takalar atas bantuan Rumah layak huni yang di bangunkannya.” Terima kasih banyak pak gubernur, dan pak Bupati atas bantuan bedah rumahnya”. Ucapnya dengan nada gembira

Rangkaian acara yang dimulai dengan penyerahan kunci, dilanjutkan dengan peninjauan langsung kondisi rumah oleh Gubernur Sulsel beserta, pandam, bupati takalar dan rombongan. Kegiatan penyerahan dan peninjauan hunian baru tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar .

Bupati Takalar Manargetksn KONI Masuk 10 Besar, Matangkan Persiapan Menuju Porprov XVIII Sulsel 2026


Pemerintah Kabupaten Takalar terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan yang akan berlangsung di Kabupaten Bone dan Wajo pada 7–14 November 2026 mendatang.

Dengan mengusung target menembus 10 besar klasemen perolehan medali, Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menggelar pertemuan bersama jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Takalar dan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Takalar, di Kantor Bupati Takalar, Senin (12/10/2026) malam.

Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WITA tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan memastikan kesiapan kontingen Kabupaten Takalar menjelang pelaksanaan pesta olahraga terbesar tingkat Provinsi Sulawesi Selatan itu.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Takalar menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Takalar terhadap seluruh atlet, pelatih, ofisial, dan panitia yang akan berjuang membawa nama daerah pada ajang Porprov XVIII Sulsel 2026.

Bupati berharap seluruh kontingen dapat mempersiapkan diri secara maksimal serta menunjukkan kemampuan terbaik dalam setiap cabang olahraga yang dipertandingkan.

Menurutnya, keikutsertaan Kabupaten Takalar dalam ajang Porprov bukan sekadar memenuhi agenda kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi atlet daerah di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Bupati juga berharap kepercayaan dan dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Takalar dapat dijawab melalui torehan prestasi membanggakan dari para atlet yang akan berlaga.

Target menembus 10 besar diharapkan menjadi motivasi bersama bagi seluruh unsur kontingen untuk bekerja keras, menjaga kekompakan, serta menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Takalar, Kompol Alauddin Torki, S.Sos., M.Si., M.I.Kom., bersama jajaran pengurus KONI dan Disparpora Takalar terus melakukan koordinasi guna memastikan kesiapan teknis maupun nonteknis kontingen.

Berdasarkan data persiapan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, Kabupaten Takalar direncanakan memberangkatkan 336 orang, terdiri atas 203 atlet dan 133 orang unsur pendukung kontingen, yang meliputi ofisial, panitia, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung perjuangan atlet Kabupaten Takalar pada Porprov XVIII Sulsel 2026.

Pertemuan bersama Bupati Takalar berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan antusiasme. Dukungan yang diberikan pemerintah daerah diharapkan semakin meningkatkan semangat dan motivasi seluruh kontingen untuk memberikan hasil terbaik.

Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua KONI Takalar, Wakil Ketua I KONI Takalar, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Takalar, Sekretaris Disparpora Takalar, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI, Wakil Ketua Binpres, jajaran pengurus KONI, serta staf Disparpora Takalar.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Takalar, KONI, Disparpora, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga, persiapan menuju Porprov XVIII Sulsel 2026 diharapkan semakin solid dan terarah.

Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras seluruh kontingen, Kabupaten Takalar optimistis dapat bersaing secara maksimal dan mewujudkan target masuk 10 besar pada Porprov XVIII Sulsel 2026 di Bone dan Wajo.

Pada Porprov Sebelumnya, Takalar menempati peringkat 19 dari 24 Kabupaten/kota dengan hanya memperoleh 4 medali emas.

Sabtu, 10 Oktober 2026

Momen Hangat di Malam Pisah Sambut Kapolda Sulsel, Bupati Takalar Daeng Manye Berbincang dengan Irjen Awal Chairuddin

Bupati Takalar, Ir. Mohammad Firdaus Daeng Manye, menghadiri malam pisah sambut Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan dari Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro kepada Irjen Pol M. Awal Chairuddin, Jumat (9/10/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung khidmat di Aula Mappaoddang, Kantor Polda Sulawesi Selatan, Makassar, tersebut menjadi momentum pergantian kepemimpinan di tubuh Polda Sulsel sekaligus ajang silaturahmi antara unsur pemerintah daerah dan jajaran kepolisian.

Kehadiran Bupati Takalar dalam agenda tersebut mencerminkan pentingnya menjaga hubungan kelembagaan dan komunikasi yang harmonis antara pemerintah daerah dengan institusi Polri, khususnya dalam mendukung stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Sulawesi Selatan.

Di sela-sela kegiatan, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye tampak berbincang santai dengan Kapolda Sulsel yang baru, Irjen Pol M. Awal Chairuddin. Suasana akrab tersebut menjadi salah satu momen menarik dalam rangkaian malam pisah sambut.

Komunikasi yang terjalin di antara keduanya diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam menciptakan situasi yang aman, kondusif, serta mendukung kelancaran pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Selain Bupati Takalar, turut hadir Camat Galesong Utara, Mohammad Faisal Irfan, S.E., M.Si., yang ikut menghadiri kegiatan tersebut.

Malam pisah sambut ini tidak hanya menjadi seremoni pergantian pejabat, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi lintas institusi demi menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan aparat keamanan.

Dengan kepemimpinan baru di Polda Sulsel, diharapkan sinergi bersama pemerintah kabupaten dan seluruh elemen masyarakat semakin solid dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung kemajuan daerah di Sulawesi Selatan.

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done