Bupati Takalar pertama Kali Adakan Apel Sore dan Menyoroti Kehadiran Absensi Disiplin ASN dan Staf
Kegiatan tersebut diawali dengan shalat Ashar berjamaah sebelum seluruh Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, serta staf lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar mengikuti apel sore.
Bupati Takalar, Ir. H. Muhammad Firdaus Daeng Manye, M.M ,bertindak sebagai pembina apel. Dalam arahannya, ia secara tegas menyoroti kedisiplinan aparatur, khususnya terkait kehadiran dan absensi ASN.
Daeng Manye mengatakan, apel sore tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Takalar untuk memastikan kehadiran pegawai sekaligus membangun budaya kerja yang lebih disiplin.
"Apel sore ini dilaksanakan untuk mengetahui kehadiran pegawai. Saya yakin ada pegawai yang tidak hadir tadi pagi dan sore ini hadir. Mari kita mengubah pola pikir untuk terus mendisiplinkan diri dan menanamkan dalam diri kita untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik,” tegasnya.
Bupati Takalar meminta seluruh ASN lebih serius memperhatikan kewajiban kehadiran dan absensi.
Ia menyebut masih ditemukan pegawai yang tidak hadir maupun tidak melakukan absensi sebagaimana mestinya.
Karena itu, Daeng Manye meminta para pimpinan OPD, kecamatan hingga kelurahan melakukan pengawasan secara langsung terhadap kehadiran staf masing-masing.
“Seminggu ke depan saya ingin melihat kehadiran dan absensi setiap organisasi, kecamatan, dan kelurahan. Untuk itu, kepada pimpinan masing-masing agar mengawasi absensi stafnya. Kehadiran harus di atas 95 persen,” ujarnya.
Ia juga meminta agar setiap ASN yang tidak hadir memiliki alasan yang jelas.
Menurut Daeng Manye, kedisiplinan aparatur menjadi salah satu kunci utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Bagi ASN yang tidak hadir, harus jelas apa alasannya. Bagaimana kita bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat kalau kita sendiri tidak disiplin? Ini yang harus kita ubah,” tegasnya.
Untuk memastikan target tersebut tercapai, seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta meningkatkan pengawasan terhadap stafnya.
ASN yang belum menunjukkan kedisiplinan diharapkan tidak hanya diberikan teguran, tetapi juga pembinaan agar mampu memperbaiki pola kerja dan tanggung jawabnya sebagai aparatur pemerintah.
Daeng Manye menekankan, disiplin bukan semata-mata persoalan hadir dan melakukan absensi, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Selain kedisiplinan, Bupati Takalar juga mengingatkan seluruh ASN agar mampu mengikuti perkembangan dan perubahan yang semakin cepat.
Menurutnya, tantangan pemerintahan ke depan akan semakin besar sehingga aparatur dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi.
“Kita harus siap mengikuti alur perubahan yang terjadi. Tantangan ke depan semakin besar, sehingga kita harus terus beradaptasi dan meningkatkan kemampuan,” katanya.
Ia berharap seluruh ASN tidak terjebak dalam pola kerja lama, tetapi terus melakukan perubahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam apel tersebut, Daeng Manye juga menyinggung pelaksanaan Takalar Award yang digelar sehari sebelumnya.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Takalar kepada ASN maupun organisasi perangkat daerah yang dinilai memiliki dedikasi dan menunjukkan kinerja terbaik.
Daeng Manye berharap penghargaan tersebut dapat menjadi pemacu semangat bagi para penerima untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasinya.
Sementara bagi ASN yang belum mendapatkan penghargaan, ia meminta agar capaian tersebut dijadikan motivasi untuk bekerja lebih baik.
“Semoga apresiasi yang diberikan ini dapat semakin memicu peningkatan kinerja. Bagi yang belum mendapatkan penghargaan, jadikan ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kinerja agar ke depan bisa meraih penghargaan tersebut,” tutupnya.
Apel sore perdana tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Takalar dalam memperkuat budaya disiplin aparatur, meningkatkan pengawasan kehadiran, sekaligus mendorong ASN agar semakin adaptif dan berorientasi pada pelayanan masyarakat