TOPIK TAKALAR

Minggu, 20 September 2026

Proyek PLTS Tersebar Bakal Hadir di Takalar, Bupati Daeng Manye Momentum Dongkrak PAD dan Ekonomi Daerah

Kabupaten Takalar berpeluang menjadi salah satu pusat pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang disebut akan menjadi yang terbesar di Indonesia direncanakan dibangun di wilayah Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Rencana strategis tersebut mulai dibahas dalam diskusi awal yang berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026. Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye bertemu dengan Direktur Utama PTPN I Mayjen TNI Dr. Abdul Rivai Ras, General Manager PLN Sulselbar Edyawan, serta masing-masing tim untuk membahas perencanaan pembangunan PLTS tersebut.

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menyatukan berbagai aspek perencanaan, termasuk potensi wilayah, kebutuhan energi, kesiapan lahan, hingga peluang pengembangan investasi energi terbarukan di Kabupaten Takalar.

Jika rencana tersebut terealisasi, pembangunan PLTS berskala besar ini diproyeksikan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap penyediaan energi bersih, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Salah satu manfaat yang diharapkan adalah menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui aktivitas ekonomi dan investasi yang berkembang di sekitar proyek.

Selain itu, keberadaan proyek berskala besar tersebut berpotensi membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal selama proses pembangunan maupun dalam tahap operasional nantinya.

Dari sisi ekonomi, investasi PLTS juga diharapkan mampu menggerakkan berbagai sektor pendukung, mulai dari jasa, perdagangan, transportasi hingga usaha masyarakat di sekitar kawasan proyek.

Pemanfaatan potensi daerah menjadi salah satu aspek penting dalam rencana tersebut. Takalar dinilai memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung proyek energi terbarukan sekaligus memperkuat posisi daerah dalam menghadapi kebutuhan energi di masa depan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Takalar, pembangunan PLTS berskala besar juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah dan membuka peluang investasi baru.

Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye berharap seluruh tahapan perencanaan dan pembahasan dapat berjalan dengan baik sehingga rencana besar tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Mohon doa agar semuanya berjalan lancar untuk kemajuan masyarakat,” demikian harapan Bupati Takalar.

Rencana pembangunan PLTS terbesar di Indonesia tersebut kini memasuki tahap awal pembahasan. Jika seluruh proses perencanaan, kajian, dan tahapan teknis dapat berjalan sesuai rencana, proyek ini berpotensi menjadi salah satu investasi strategis yang membawa wajah baru bagi sektor energi dan perekonomian Kabupaten Takalar.

Jumat, 18 September 2026

Daeng Manye Serahkan Rp10 Juta untuk Masjid dan 100 Mobil Timbunan Saat Safari Jumat Di Banyuanyara

Safari Jumat Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, di Desa Banyuanyara, Kecamatan Sanrobone, Jumat (18/9/2026), menjadi momentum penyerahan bantuan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Daeng Manye menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Kepala Desa Banyuanyara, Subair, berupa uang tunai Rp10 juta untuk Masjid Nurul Falaq dan timbunan sebanyak 100 mobil untuk mendukung kebutuhan pekuburan Desa Banyuanyara.

Penyerahan bantuan berlangsung di Masjid Nurul Falaq dan disaksikan Kabag Kesra Takalar Sudirman serta Camat Sanrobone Irham L.

Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Takalar terhadap kebutuhan fasilitas keagamaan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

Tak hanya menyerahkan bantuan, Safari Jumat juga dimanfaatkan Bupati Takalar untuk berdialog langsung dengan masyarakat.

Sejumlah aspirasi disampaikan warga, mulai dari persoalan bantuan sosial, ketahanan pangan, ketersediaan LPG 3 kilogram, irigasi, jalan, jembatan, sektor kelautan hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam sambutannya, Daeng Manye mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pengembangan berbagai potensi yang dimiliki masyarakat Takalar.

Menurutnya, potensi yang ada harus dikembangkan secara maksimal sehingga mampu menciptakan nilai tambah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Sekarang ini kami juga sedang mendorong perikanan. Sehingga masyarakat kita ini jangan terhambat dengan keterbatasan,” kata Daeng Manye.

Ia menyebut sektor perikanan menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pengembangan sektor tersebut tidak hanya dilakukan melalui peningkatan produksi, tetapi juga dengan mendorong inovasi dan pengolahan hasil perikanan agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Masih banyak potensi daerah yang harus dikembangkan,” ujarnya.

Daeng Manye menegaskan, pengembangan potensi ekonomi masyarakat harus berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan dasar.

Karena itu, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat terkait irigasi, jalan, jembatan, kelautan, UMKM hingga kebutuhan hunian menjadi perhatian pemerintah daerah.

Safari Jumat tersebut sekaligus menjadi ruang komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat. Melalui pertemuan seperti ini, berbagai persoalan di lapangan dapat disampaikan secara langsung untuk menjadi bahan perhatian dan tindak lanjut pemerintah sesuai kewenangan dan kemampuan daerah.

Pemerintah Kabupaten Takalar berharap pengembangan potensi lokal dan penyelesaian kebutuhan dasar masyarakat dapat terus berjalan beriringan, sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga.

Bupati Takalar Dorong Pemda Kab. Takalar Dapat Dryer Jagung 10 Ton

TAKALAR — Pemerintah Kabupaten Takalar terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil tanaman pangan.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui dukungan sarana pascapanen berupa dryer jagung berkapasitas 10 ton per hari yang diperoleh Kabupaten Takalar melalui (DTPHPKP) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar

Kepala DTPHPKP Kabupaten Takalar, Parawansa, mengungkapkan bahwa dukungan terhadap sarana pascapanen tersebut tidak terlepas dari komunikasi dan koordinasi Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye dengan jajaran Kementerian Pertanian.

Menurut Parawansa, komunikasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperjuangkan kebutuhan petani, terutama dalam menghadirkan sarana yang dapat membantu proses penanganan hasil pertanian setelah panen.

“Dryer jagung 10 ton per hari ini untuk Kelompok Tani Massamaturu, Kelurahan Mangadu, Kecamatan Mangarabombang, dan Kelompok Tani Makmur, Desa Banyuanyara, Kecamatan Sanrobone,” ungkap Parawansa.

Ia menambahkan, selama kepemimpinan Bupati Daeng Manye, dukungan terhadap sarana pascapanen di Kabupaten Takalar terus bertambah.

Saat ini, terdapat dua unit dryer yang pembangunannya sudah hampir rampung, masing-masing dryer jagung dengan kapasitas 10 ton per hari dan dryer padi dengan kapasitas 30 ton per hari.

Tidak berhenti sampai di situ, pada bulan ini Kabupaten Takalar juga akan mendapatkan tambahan dryer jagung berkapasitas 10 ton per hari yang prosesnya telah berkontrak.

“Ditambah dua lagi yang sementara dalam proses pengusulan ke Kementerian Pertanian. Jadi, hampir pasti tahun ini sudah ada empat dryer yang akan beroperasi di Takalar,” jelas Parawansa.

Penambahan sarana tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat penanganan hasil pertanian di tingkat petani.

Keberadaan dryer diharapkan dapat membantu proses pengeringan hasil panen secara lebih efektif, sehingga petani memiliki fasilitas yang lebih memadai dalam menjaga kualitas hasil produksi.

Menurut Parawansa, penguatan sarana pascapanen merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan dukungan nyata kepada kelompok tani.

Dengan semakin bertambahnya fasilitas dryer, hasil produksi pertanian di Takalar diharapkan dapat ditangani dengan lebih baik dan memberikan nilai tambah bagi petani.

Pemerintah Kabupaten Takalar melalui DTPK juga terus membangun sinergi dengan pemerintah pusat agar kebutuhan sarana pertanian di daerah dapat diakomodasi melalui berbagai program dukungan Kementerian Pertanian.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemkab Takalar untuk memperkuat sektor pertanian dari sisi produksi hingga pascapanen.

Bertambahnya sarana dryer di berbagai wilayah Takalar diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem pertanian sekaligus mendorong petani semakin produktif, mandiri dan mampu meningkatkan nilai ekonomi dari hasil pertanian mereka.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan pemerintah pusat, sektor pertanian Takalar diharapkan terus berkembang serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.


Kamis, 17 September 2026

Bupati Takalar Apresiasi Inovasi Digital SIDATABERU dan Law Consult di Desa Kampung Beru

TAKALAR – Pemerintah Desa Kampung Beru, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, terus mendorong peningkatan pelayanan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan dua inovasi, yakni Sistem Informasi Data Keluarga Kampung Beru (SIDATABERU) dan Law Consult, yang diperkenalkan dalam audiensi bersama Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, di ruang rapat Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kamis (17/9/2026).

Kepala Desa Kampung Beru, Muhammad Ali, S.H., menjelaskan, SIDATABERU dikembangkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar, sementara Law Consult merupakan layanan konsultasi hukum berbasis digital yang dikembangkan melalui kerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

SIDATABERU diperuntukkan bagi pemerintah desa untuk mengelola data kependudukan secara lebih praktis dan efisien, termasuk data rumah atau Kartu Keluarga (KK), serta statistik kependudukan hingga tingkat dusun yang mencakup jumlah penduduk, jenis kelamin, perokok aktif, lansia, dan status perkawinan.

Selain pengelolaan data, SIDATABERU dilengkapi fitur pembuatan dan pemindaian barcode yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi data setiap rumah warga. Sementara itu, Law Consult dirancang untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan konsultasi hukum sejak tahap awal tanpa harus langsung datang ke tempat layanan.

Akses layanan dapat dilakukan melalui barcode yang tersedia di Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Desa Kampung Beru, dengan pilihan konsultasi melalui chat, panggilan suara, maupun panggilan video.
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, mengapresiasi inovasi tersebut dan mendorong agar pemanfaatan teknologi benar-benar diarahkan untuk menjawab kebutuhan konkret pemerintah desa dan masyarakat.

Menurutnya, digitalisasi data kependudukan dapat membantu pemerintah desa dalam memperoleh informasi secara cepat serta menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan peningkatan pelayanan. Ia juga menilai layanan konsultasi hukum berbasis digital dapat menjadi pintu awal bagi masyarakat untuk memperoleh informasi ketika menghadapi persoalan hukum.

“Ukuran keberhasilannya bukan hanya aplikasinya ada, tetapi apakah perangkat desa menggunakannya dan apakah masyarakat benar-benar terbantu. Kalau datanya diperbarui dan layanannya dipakai, teknologi itu baru memberi manfaat,” ujar Daeng Manye.

Dalam pengembangan SIDATABERU, tim KKN UIN Alauddin Makassar yang terlibat yakni Al Rasyak Izwar dan Indardewa Rahman. Sementara pengembangan Law Consult melibatkan tim PPK Ormawa Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Fakultas Hukum UMI Makassar, yaitu Muhammad Atif, Muhammad Fadel, Jibran Ahmad, dan Asnawir.

Pengembangan kedua layanan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Desa Kampung Beru memperluas pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan administrasi dan informasi hukum.


Sekda Takalar Ingatkan ASN: Semangat Kemerdekaan Harus Diwujudkan Lewat Karya Nyata

TAKALAR – Upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional tingkat Kabupaten Takalar digelar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Sulawesi Selatan, Kamis (17/9/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar. Sekretaris Daerah (Sekda) Takalar Muhammad Hasbi bertindak sebagai inspektur upacara.

Prosesi diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih, kemudian dilanjutkan pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, pengucapan Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), serta doa.

Mayoritas ASN mengenakan pakaian Korpri, sementara personel Satpol PP Takalar menggunakan pakaian dinas harian (PDH). Upacara tersebut turut dihadiri unsur Polres Takalar, Dandim 1426/Takalar, Ketua Pengadilan Agama Takalar, Ketua DPRD Takalar, serta para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam amanatnya, Muhammad Hasbi menegaskan bahwa pelaksanaan upacara setiap tanggal 17 tidak boleh dimaknai sebatas agenda seremonial pemerintahan. Menurutnya, Hari Kesadaran Nasional menjadi momentum pembinaan bagi aparatur pemerintah, TNI, Polri, PNS, PPPK, dan seluruh abdi negara untuk memperkuat tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

“Pelaksanaan upacara setiap tanggal 17 bukan hanya seremonial, tetapi merupakan momentum pembinaan bagi Aparatur Pemerintah, TNI, Polri, PNS, PPPK, dan seluruh abdi negara,” ujar Hasbi.

Hasbi juga meminta agar semangat kemerdekaan tidak berhenti dalam bentuk peringatan, tetapi diwujudkan melalui kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab, integritas, karya nyata, serta kecepatan dalam melaksanakan tugas.

“Semangat 17 Kemerdekaan RI harus tetap diingat setiap saat, dan diwujudkan dalam bentuk tanggung jawab, karya nyata, integritas, serta kecepatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya penerapan manajemen yang baik, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan hingga pengawasan.

Dalam kesempatan tersebut, Hasbi turut menyinggung persiapan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) bersama DPRD Takalar.

Ia meminta seluruh OPD mempersiapkan mental, argumentasi, data, serta dokumen pendukung sebelum mengikuti pembahasan. “Saya minta persiapkan mental, argumentasi, data, dan dokumen pendukung lainnya dalam rangka mengikuti pembahasan KUA-PPAS,” katanya.

Ia menegaskan, setiap usulan anggaran tidak cukup hanya berupa daftar kebutuhan, tetapi harus dilengkapi indikator, target, dasar hukum, dan penjelasan mengenai kontribusinya terhadap kepentingan masyarakat.

Upacara Hari Kesadaran Nasional tingkat Kabupaten Takalar kemudian ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran pelaksanaan tugas pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Takalar.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran aparatur untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas, meningkatkan disiplin, serta menghadirkan pelayanan publik yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.


Rabu, 16 September 2026

Bupati Takalar Daeng Manye Terima Penghargaan InTechSEA 2026 Kategori Gold Bidang Pangan

Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye menerima penghargaan InTechSEA 2026 kategori Gold pada bidang pangan.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap program dan kinerja strategis di sektor pangan yang dijalankan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar.

Penganugerahan penghargaan berlangsung dalam kegiatan Penganugerahan Penghargaan kepada Para Pemenang InTechSEA 2026, yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin (Unhas), Senin, 14 September 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Four Seasons Hotel Jakarta, Capital Place, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 18, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.

InTechSEA 2026 menjadi ajang yang mempertemukan dan memberikan apresiasi terhadap berbagai program, inovasi, serta kinerja strategis yang dinilai mampu menghadirkan solusi nyata dan memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun lingkungan.

Dalam kategori nasional, salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah pangan, dengan subtopik swasembada pangan.

Penghargaan kategori Gold yang diraih Takalar menjadi bagian dari pengakuan terhadap upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pangan dan mendorong program yang berdampak terhadap masyarakat.

Bupati Takalar Daeng Manye menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima tersebut. Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi pemerintah daerah dan seluruh jajaran terkait untuk terus meningkatkan kinerja serta menghadirkan inovasi di bidang pertanian dan ketahanan pangan.

Menurutnya, pembangunan sektor pangan membutuhkan kerja bersama, mulai dari pemerintah, masyarakat, petani, hingga berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap ketahanan pangan.

Penghargaan tersebut juga menjadi dorongan bagi Pemerintah Kabupaten Takalar untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, InTechSEA 2026 yang diselenggarakan Universitas Hasanuddin mengusung semangat sinergi antara sains, teknologi, dan tanggung jawab sosial-lingkungan.

Ajang tersebut diharapkan dapat menjadi instrumen pendukung terhadap pembangunan Indonesia berbasis inovasi yang berangkat dari kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak luas.

Khususnya dalam bidang pangan, inovasi dan kolaborasi dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan serta mendukung terwujudnya swasembada pangan secara berkelanjutan.

Bagi Kabupaten Takalar, penghargaan Gold InTechSEA 2026 menjadi capaian sekaligus motivasi untuk terus memperkuat program pembangunan di sektor pertanian, perkebunan, hortikultura, dan ketahanan pangan demi memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.

Sabtu, 12 September 2026

Bupati Takalar Hadir Di Pabrik Gula Takalar Dalam Acara Syukuran Panen Raya Tebu

TAKALAR – Kehadiran Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menjadi angin segar bagi para petani tebu di Polongbangkeng.

Daeng Manye hadir secara langsung di tengah para petani di Desa Barugaya, Kecamatan Polongbangkeng Timur. Kehadiran tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian pada sektor perkebunan tebu.

Sekitar 120 hektare lahan tebu yang sebelumnya terancam gagal panen akhirnya berhasil dipanen. Proses panen tersebut difasilitasi Pemerintah Kabupaten Takalar bersama PTPN.

Di hadapan para petani, Daeng Manye menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga meminta agar para petani didata melalui CPCL sehingga dapat memperoleh dukungan dalam berbagai program pemerintah.

“Perjuangan kita bersama, termasuk bersama PTPN, adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat Barugaya, khususnya para petani tebu,”ujar Daeng Manye.

Ketua HIPMI Takalar, Irwan Ola, menilai kehadiran Daeng Manye merupakan bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap para petani. Menurutnya, Bupati Takalar tidak hanya menyampaikan komitmen, tetapi juga hadir secara langsung di tengah masyarakat.

“Kehadiran Bapak Bupati Takalar bukan lagi sekadar cerita, tetapi telah dibuktikan dengan kehadiran beliau di tengah-tengah kita. Hal ini menunjukkan bahwa Bapak Bupati memiliki kepedulian terhadap masyarakat, khususnya para petani di Polongbangkeng,” kata Irwan Ola.

Sementara itu, petani tebu, Daeng Leo, mengaku bangga atas kehadiran Bupati Takalar. Ia berharap perhatian pemerintah terhadap para petani dapat terus berlanjut.

“Kami sangat bangga atas kehadiran Daeng Manye selaku Bupati Takalar. Ini merupakan kali pertama seorang bupati hadir secara langsung di tengah-tengah kami, khususnya para petani tebu. Terima kasih Bapak Bupatiku. Semoga selalu diberikan kesehatan. Aamiin.”ujar Daeng Leo ke awak media gemaraya. (13/09).

Bagi para petani, kehadiran Daeng Manye bukan sekadar kunjungan. Kehadiran tersebut menjadi simbol perhatian dan harapan agar dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian tebu terus ditingkatkan. 



Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done