TOPIK TAKALAR

Rabu, 22 Juli 2026

Ketua DPRD Takalar Ikuti Bimtek, Paripurna APBD 2025 Diskors Hingga Kamis

TAKALAR-Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Takalar dalam rangka penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 diwarnai dinamika pendapat antar fraksi.

Rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Takalar, Rabu (22/7/2026), tersebut dihadiri Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye

Rapat dipimpin Wakil Ketua I DPRD Takalar, Fadel Achmad, bersama Wakil Ketua II DPRD Takalar, Irwan Iskandar. Keduanya memimpin rapat karena Ketua DPRD Takalar, H. Muhammad Rijal, tidak hadir lantaran mengikuti kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) partainya.

Setelah rapat dibuka, muncul perbedaan pandangan mengenai kelanjutan agenda paripurna tanpa kehadiran Ketua DPRD Takalar.

Ketua Fraksi PKS DPRD Takalar, Darwis Sijaya, meminta agar rapat paripurna ditunda hingga Ketua DPRD hadir. Menurutnya, masih terdapat waktu untuk menunggu kehadiran Ketua DPRD karena ketidakhadiran tersebut bukan merupakan halangan tetap.

“Esensi daripada rapat hari ini selayaknya bukan hanya paraf, tetapi tanda tangan pimpinan, dalam hal ini Ketua DPRD, duduk bersama dengan Wakil Ketua DPRD dan Bupati Takalar,” ujar Darwis.

Ia menilai, tidak terdapat urgensi yang mendesak untuk melakukan penandatanganan persetujuan bersama pada hari itu.

“Boleh kita laksanakan beberapa hari ke depan sambil menunggu Ketua DPRD, supaya legalitas daripada penandatanganan itu betul-betul bisa kita pertanggungjawabkan,” katanya.

Darwis juga menekankan pentingnya menghormati posisi Ketua DPRD sebagai bagian dari pimpinan lembaga.

“Kita harus menghargai dan menghormati pimpinan DPRD. Wakil Ketua DPRD harus menghargai keberadaan Ketua DPRD di tengah-tengah lembaga kita,” ujarnya.

Senada dengan Fraksi PKS, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Takalar, Husniah Rachman Daeng Tayu, juga meminta agar rapat paripurna tidak dipaksakan untuk dilanjutkan tanpa kehadiran Ketua DPRD.

Husniah menyinggung ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 12 yang merupakan pelaksanaan mandat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya terkait unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Ia mempertanyakan apabila Ketua DPRD dapat digantikan oleh Wakil Ketua dalam menjalankan fungsi kelembagaan.

“Kalau memang Ketua DPRD bisa digantikan oleh wakilnya, kenapa Wakil Ketua tidak masuk dalam anggota Forkopimda?” ujar Husniah.

Menurutnya, berdasarkan ketentuan yang dirujuknya, Ketua DPRD merupakan bagian dari unsur Forkopimda.

“Wakil Ketua bisa direpresentasikan oleh Ketua DPRD, tapi Ketua DPRD tidak bisa direpresentasikan oleh Wakil Ketua. Apakah ini kurang fundamental?” katanya.

Husniah juga mempertanyakan penjadwalan ulang agenda rapat paripurna oleh Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Takalar.

Ia menyebut agenda evaluasi triwulan kedua telah dijadwalkan pada 26 hingga 29 Juli 2026.

“Kenapa harus ada penjadwalan ulang? Kenapa tidak dijadwalkan sekalian diselesaikan pelaksanaan APBD ini pada saat penjadwalan pertama?” ujarnya.

Husniah menilai masih ada waktu untuk menunggu Ketua DPRD hadir hingga agenda evaluasi triwulan kedua selesai.

“Ini juga tidak buru-buru amat, tunggu saja Ketua. Kalau memang ini bisa ditunda sampai selesai evaluasi triwulan kedua, itu masih tanggal 30. Belum ada aturan yang kita langgar dan belum masuk bulan Agustus,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun sebelumnya diselesaikan pada awal Agustus.

Sementara itu, pandangan berbeda disampaikan Fraksi PDI. Anggota Fraksi PDI DPRD Takalar, Syamsuddin Serang, menilai rapat paripurna tetap dapat dilanjutkan berdasarkan tata tertib DPRD.

Menurutnya, tata tertib tidak secara khusus mewajibkan Ketua DPRD hadir dalam setiap rapat paripurna.

“Di sekitar 204 pasal, kalau tidak salah, di tata tertib itu tidak ada yang mengatakan bahwa rapat paripurna wajib dihadiri oleh Ketua DPRD. Yang ada, wajib dihadiri oleh pimpinan DPRD,” katanya.

Syamsuddin menegaskan, DPRD menjalankan prinsip kepemimpinan kolektif-kolegial.

“Yang namanya pimpinan kolektif-kolegial, salah satu di antara tiga pimpinan ini hadir, itu dianggap sah,” ujarnya.

Ia juga menilai keputusan Banmus untuk menetapkan jadwal rapat paripurna telah melalui mekanisme yang berlaku, sepanjang rapat Banmus memenuhi kuorum.

Selain itu, Syamsuddin menyinggung kehadiran Bupati Takalar dalam rapat paripurna.

Menurutnya, agenda tersebut juga telah mempertimbangkan waktu dan kesiapan Bupati Takalar sebagai pihak eksekutif.

“Pak Bupati sudah meluangkan waktu. Salah satu bentuk bahwa komunikasi DPRD dengan eksekutif itu ada,” katanya.

Senada dengan Fraksi PDI, Fraksi Partai Golkar juga menyatakan sikap agar agenda rapat paripurna tetap dilanjutkan.

Anggota Fraksi Golkar DPRD Takalar, Mansyur Salam, mengatakan keputusan Banmus menjadi salah satu pertimbangan utama Fraksi Golkar.

“Keputusan Badan Musyawarah kemarin sudah menetapkan bahwa jadwal kita hari ini adalah paripurna,” ujar Mansyur.

Ia menegaskan, seluruh fraksi memiliki keterwakilan dalam Banmus sehingga keputusan yang dihasilkan perlu dihormati.

“Semua fraksi, sembilan fraksi, ada keterwakilannya di Badan Musyawarah. Itu adalah keputusan Badan Musyawarah untuk kemudian kita agendakan pada hari ini,” katanya.

Mansyur juga menilai kehadiran Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II DPRD Takalar sudah mencerminkan prinsip kolektif-kolegial dalam kepemimpinan DPRD.

“Ketua DPRD sedang mengikuti Bimtek. Saya pikir kehadiran Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II hari ini sebagai kolektif-kolegial. Prinsip ini yang harus kita junjung tinggi bersama-sama,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Takalar, Irwan Iskandar, menawarkan jalan tengah agar sebagian agenda rapat paripurna tetap dapat dilaksanakan.

Menurut Irwan, rapat paripurna tidak serta-merta harus ditunda hanya karena Ketua DPRD tidak hadir, selama rapat memenuhi kuorum dan terdapat perwakilan pimpinan DPRD.

“Rapat paripurna tidak serta-merta ditunda ataupun diundur jika Ketua DPRD tidak hadir. Ketika sudah kuorum dan ada perwakilan pimpinan DPRD, maka rapat paripurna bisa dijalankan,” katanya.

Irwan juga menegaskan bahwa rapat paripurna bukan hanya agenda administratif penandatanganan dokumen.

“Rapat paripurna yang kita laksanakan hari ini bukan hanya penandatanganan administratif, tetapi rapat bermusyawarah untuk mendapatkan suatu permufakatan dan keputusan,” ujarnya.

Karena itu, ia mengusulkan agar agenda rapat tetap dilanjutkan, sementara agenda penandatanganan persetujuan bersama antara Bupati dan pimpinan DPRD dapat dipertimbangkan untuk ditunda apabila forum belum mencapai kesepakatan.

“Apakah bisa kita lanjutkan saja paripurna ini dan kita laksanakan beberapa agendanya. Nanti yang terakhir pada saat penandatanganan bersama antara Bupati dan pimpinan DPRD, kalau sebagian forum tidak sepakat, mungkin poin itu yang kita tunda,” katanya.

Perbedaan pandangan antarfraksi tersebut kemudian berlangsung dalam suasana dinamis. Masing-masing pihak menyampaikan argumentasi berdasarkan pandangan terhadap tata tertib, prinsip kolektif-kolegial, keputusan Banmus, serta pentingnya kehadiran Ketua DPRD dalam agenda persetujuan bersama.

Setelah mendengarkan berbagai pandangan dari fraksi-fraksi dan pimpinan DPRD, rapat akhirnya memutuskan untuk melakukan skorsing.

Rapat Paripurna DPRD Takalar dijadwalkan kembali untuk dilanjutkan pada Kamis mendatang. Ujat Fadel Achmad Wakil ketua I selaku pimpinan Sidang Paripurna

Agenda yang akan dilanjutkan meliputi penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, persetujuan anggota DPRD secara lisan, penyampaian pendapat akhir Bupati Takalar, serta penandatanganan persetujuan bersama antara Bupati Takalar dan pimpinan DPRD.

Dinamika yang terjadi dalam rapat tersebut menjadi bagian dari proses demokrasi dan musyawarah dalam lembaga DPRD Takalar. Perbedaan pandangan antarfraksi menunjukkan adanya proses pembahasan yang berlangsung terbuka sebelum pengambilan keputusan terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Selasa, 21 Juli 2026

Bupati Takalar Letakkan Batu Pertama Irigasi di Bontokadatto

TAKALAR-Suasana penuh semangat mewarnai peletakan batu pertama pembangunan infrastruktur irigasi di Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel), Kabupaten Takalar.rabu 22 juli 2026

Kegiatan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, dan disambut antusias oleh kelompok tani serta masyarakat.

Usai peletakan batu pertama, warga yang hadir secara kompak meneriakkan yel-yel khas “OPPOKI!”. Teriakan tersebut menggema di lokasi kegiatan dan menambah semarak suasana pembangunan infrastruktur pertanian tersebut.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Takalar, Parawansa, Plt Camat Polongbangkeng Selatan Ayatullah Rawatib, Kapolsek Polsel, Danramil, para lurah se-Kecamatan Polongbangkeng Selatan, kelompok tani, serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Takalar, Parawansa, menyampaikan bahwa produksi padi di Kabupaten Takalar mengalami peningkatan signifikan.

Ia menyebutkan, produksi padi pada tahun 2024 mencapai 115.600 ton. Angka tersebut meningkat menjadi 137.019 ton pada tahun 2025, atau mengalami kenaikan sebesar 18,52 persen.

Menurut Parawansa, peningkatan produksi padi tersebut menjadi salah satu indikator penting perkembangan sektor pertanian di Kabupaten Takalar. Karena itu, pembangunan infrastruktur pendukung seperti irigasi terus didorong untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Khusus di Kecamatan Polongbangkeng Selatan, pembangunan infrastruktur pertanian melalui bantuan pemerintah pusat dari APBN Tahun Anggaran 2026 meliputi pembangunan Irigasi Perpompaan (Irpom) sebanyak 50 titik, Irigasi Tersier (Pilter) sebanyak 47 titik, serta pembangunan jalan tani sebanyak satu titik.

Untuk pembangunan irigasi tersier, setiap titik memiliki panjang sekitar 300 meter.

Sementara dua titik jaringan irigasi tersebut ditargetkan mampu mengairi lahan pertanian seluas sekitar 20 hektare.

“Untuk Kecamatan Polongbangkeng Selatan, terdapat 50 titik Irpom, 47 titik Pilter, dan satu titik jalan tani,” kata Parawansa.

Sementara itu, secara keseluruhan di Kabupaten Takalar, pembangunan Irpom mencapai 122 titik, sedangkan pembangunan irigasi tersier atau Pilter sebanyak 81 titik.

Program tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.

Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mengatakan, pembangunan irigasi menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur pertanian tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kita ingin pembangunan ini betul-betul memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani. Irigasi harus mampu mendukung peningkatan produksi dan kesejahteraan petani,” ujar Bupati Takalar.

Ia juga mengajak para kelompok tani dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga serta memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun.

“Kalau infrastrukturnya sudah dibangun, mari kita jaga bersama. Pemerintah membangun, masyarakat ikut menjaga dan memanfaatkan dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” lanjutnya.

Bupati berharap pembangunan Irpom, Pilter, dan jalan tani dapat mendukung peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Takalar.

Pembangunan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian, memperluas area persawahan yang dapat diairi, serta mendukung peningkatan produktivitas dan produksi padi.

Antusiasme masyarakat semakin terlihat saat warga secara bersama-sama meneriakkan “OPPOKI!” usai kegiatan peletakan batu pertama.

Yel-yel tersebut menjadi simbol semangat dan dukungan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur pertanian yang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para petani di Kecamatan Polongbangkeng Selatan.

Dengan adanya pembangunan Irpom, Pilter, dan jalan tani yang bersumber dari APBN 2026, pemerintah berharap produktivitas pertanian Kabupaten Takalar terus meningkat dan kesejahteraan masyarakat tani semakin baik.

Senin, 20 Juli 2026

Bupati Takalar Dukung Penuh Kemah Inspirasi Pemuda Galesong Selatan, Sapa Ribuan Peserta dari Jakarta Lewat Google Meet

Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kemah Inspirasi Pemuda Kecamatan Galesong Selatan dengan menyapa ribuan peserta dan masyarakat melalui sambungan Google Meet dari Jakarta, Jumat malam (18/7/2026).

Meskipun tidak dapat hadir secara langsung karena menjalankan agenda pemerintahan di Jakarta, Daeng Manye tetap meluangkan waktu untuk mengikuti rangkaian kegiatan secara virtual.

Sambutannya ditampilkan melalui layar besar di panggung utama dan disambut antusias oleh peserta kemah serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Memasuki malam kedua pelaksanaan kemah, antusiasme masyarakat semakin tinggi. Ribuan warga dari berbagai desa di Kecamatan Galesong Selatan berkumpul mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dipusatkan di kawasan Pantai Mangindara.

Dalam sambutannya, Bupati Takalar menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa hadir secara fisik.

“Saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat dan peserta karena belum sempat hadir langsung bersama-sama. Saya sedang menjalankan tugas di Jakarta yang juga sangat penting. Namun saya tetap ingin membersamai seluruh peserta melalui sambungan virtual. Inilah manfaat teknologi digital yang harus mampu dimanfaatkan oleh generasi muda,” ujar Daeng Manye.

Ia menegaskan bahwa pemuda harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menjadikannya sebagai sarana untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Menurutnya, pemuda Galesong Selatan telah menunjukkan kemampuan tersebut dengan menyelenggarakan kegiatan yang kreatif, edukatif, dan mampu melibatkan masyarakat secara luas.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi membangun daerah.

“Mari bersama-sama memberikan kontribusi membangun desa, membangun kecamatan, dan membangun Kabupaten Takalar. Saya melihat kegiatan tahun ini berlangsung sangat meriah dengan melibatkan anak-anak, pemuda hingga orang tua. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa menjadi contoh bagi kecamatan lain dan menjadi role model dalam pengembangan kepemudaan di Takalar,” tuturnya.

Selain memberikan motivasi kepada para pemuda, Daeng Manye turut menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, Pemerintah Kecamatan Galesong Selatan, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah menyukseskan Kemah Inspirasi Pemuda tahun 2026.

Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perkemahan, tetapi menjadi wadah mempererat persaudaraan, meningkatkan kreativitas generasi muda, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Suasana malam kedua kemah berlangsung semarak. Ribuan peserta dan warga memenuhi area kegiatan untuk mengikuti berbagai agenda, sementara layar besar di panggung menampilkan sambutan Bupati secara daring di depan spanduk bertuliskan “Kemah Inspirasi Pemuda Kecamatan Galesong Selatan”.

Kehadiran Bupati secara virtual menjadi bukti komitmennya dalam mendukung setiap kegiatan positif yang digagas generasi muda, sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan semangat kebersamaan demi mewujudkan Takalar yang semakin maju

Kamis, 16 Juli 2026

Bupati Takalar Membuka FGD Forkopimda Takalar Perkuatan Koordinasi Intelejen Terpadu Demi Menjaga Stabilitas Keamanan Daerah

Takalar – Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Takalar bertema “Penguatan Koordinasi Intelijen Terpadu dan Penanganan Konflik Sosial demi Menjaga Stabilitas Keamanan Daerah.” Di Laksanakan di ruangan Pola Kantor Bupati, Kamis 16 juli 2026

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, didampingi Wakil Bupati Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., MM, serta Sekretaris Daerah Dr. H. Muhammad Hasbi, S.STP., M.AP., M.I.Kom.

Selain itu, Dandim mengusulkan agar forum koordinasi seperti FGD Forkopimda dilaksanakan secara berkala sebagai sarana membahas isu-isu strategis yang berkembang di Kabupaten Takalar.

Wabup: Stabilitas Keamanan Menjadi Modal Utama Pembangunan

Wakil Bupati Takalar H. Hengky Yasin mengapresiasi pelaksanaan FGD yang dinilai mampu memperkuat sinergi seluruh unsur Forkopimda dalam menjaga kondusivitas daerah.

Menurutnya, keamanan merupakan modal utama bagi keberhasilan pembangunan karena akan meningkatkan kepercayaan investor, menciptakan rasa aman bagi dunia usaha, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia mengusulkan agar rapat koordinasi kewaspadaan daerah dilaksanakan secara berkala, disertai penyusunan peta kerawanan yang terintegrasi sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Selain itu, Hengky Yasin menekankan pentingnya membangun sistem pertukaran informasi antarinstansi agar setiap potensi gangguan keamanan dapat diketahui lebih cepat, dianalisis bersama, dan ditindaklanjuti secara terpadu.

Melalui FGD tersebut, Pemerintah Kabupaten Takalar bersama seluruh unsur Forkopimda menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi, koordinasi intelijen, serta penanganan konflik sosial guna menjaga stabilitas keamanan daerah sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Takalar.


Rabu, 15 Juli 2026

Bupati Takalar Membuka pelatihan pengadaan barang dan jasa bagi PA dan KPA di Makassa

Takalar – Pemerintah Kabupaten Takalar terus memperkuat kapasitas aparatur dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni menggelar Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa bagi Pengguna Anggaran (PA) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang berlangsung di Hotel Mercure Makassar Nexa Pettarani, Jalan AP Pettarani No. 4, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (14/7/2026).

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Takalar ini mengusung tema “Penguatan Kompetensi dan Integritas Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran”.

Kegiatan tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Pesertanya terdiri dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para camat se-Kabupaten Takalar.

Sejak pembukaan, suasana pelatihan berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Ruang pelatihan dipenuhi tujuh meja bundar yang masing-masing berkapasitas delapan peserta. Seluruh kursi terisi penuh oleh peserta yang mengikuti setiap materi dengan serius sebagai bekal dalam meningkatkan kualitas pengelolaan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM hadir membuka kegiatan bersama jajaran kepala perangkat daerah dengan mengenakan seragam khaki. Turut terlihat Direktur RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle, Ruslan Ramli, yang mengikuti pelatihan dari barisan depan, serta Camat Galesong Selatan Nurhidayat Abdullah bersama peserta lainnya.

Dalam arahannya, Bupati Daeng Manye menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan barang dan jasa pemerintah harus berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurutnya, setiap tahapan mulai dari perencanaan, penganggaran, pemilihan penyedia, pelaksanaan pekerjaan hingga pelaporan wajib didukung administrasi yang tertib dan memiliki pertanggungjawaban hukum yang jelas.

Ia meminta seluruh Pengguna Anggaran maupun Kuasa Pengguna Anggaran memahami secara utuh mekanisme pengadaan agar setiap kebijakan berjalan dalam sistem pemerintahan yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel.

Lebih jauh, Daeng Manye mengingatkan bahwa pengadaan barang dan jasa bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan harus mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya tidak ingin ada pengadaan yang hanya selesai di atas kertas. Setiap rupiah anggaran harus menghasilkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat, karena itulah ukuran keberhasilan kerja pemerintah,” tegas Daeng Manye.

Ia juga menjelaskan bahwa setiap usulan kegiatan akan melewati proses penyaringan secara berlapis sebelum memasuki tahapan pengadaan.

Menurutnya, hanya program yang benar-benar mendukung kebutuhan daerah serta memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat yang akan memperoleh persetujuan untuk dilaksanakan.

Karena itu, Bupati berharap seluruh PA dan KPA senantiasa menjaga integritas dalam setiap pengambilan keputusan sehingga pelaksanaan pengadaan dapat berlangsung secara profesional, transparan, akuntabel, dan bebas dari penyimpangan.

Sementara itu, Camat Galesong Selatan Nurhidayat Abdullah menilai pelatihan tersebut memberikan penguatan penting bagi aparatur dalam memahami tata kelola pengadaan yang baik.

“Materi ini mengingatkan kami bahwa keberhasilan pengadaan bukan hanya selesai sesuai prosedur, tetapi juga memastikan setiap anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Takalar berharap seluruh PA dan KPA semakin memiliki kompetensi, integritas, serta pemahaman yang kuat dalam mengelola pengadaan barang dan jasa, sehingga setiap program pembangunan dapat terlaksana secara efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Selasa, 14 Juli 2026

Bupati Takalar Buka MPLS Sekolah Rakyat, Perjuangan ke Jakarta Berbuah Manis, 330 Siswa Siap Tempuh Pendidikan Gratis Berasrama

TAKALAR-Kabupaten Takalar kembali menorehkan sejarah di dunia pendidikan. Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahun Ajaran 2026/2027, selasa (14/7/2026).

Pembukaan berlangsung meriah dan sarat makna. Acara diawali dengan penampilan Angngaru, tari tradisional khas Bugis-Makassar, dilanjutkan tari kreasi daerah yang memukau para tamu undangan.

Tak hanya itu, sejumlah siswa juga menunjukkan kemampuan akademiknya melalui pidato dalam Bahasa Inggris, yang menuai tepuk tangan dari para hadirin.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Takalar Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., MM, Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar, Wakil Ketua I DPRD Takalar, unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Sosial RI, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PUPR, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, para kepala OPD, camat se-Kabupaten Takalar, kepala sekolah, tenaga pendidik, wali asuh, serta ratusan orang tua siswa.

Dalam laporannya, perwakilan Kementerian Sosial RI menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Takalar yang dinilai berhasil mempercepat pelaksanaan program Sekolah Rakyat.

Dari sembilan lokasi Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan, baru tiga daerah yang telah memulai MPLS, yakni Kota Makassar, Kabupaten Takalar, dan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

“Kementerian Sosial menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Takalar. Berkat dukungan dan koordinasi yang kuat, Sekolah Rakyat Takalar menjadi salah satu yang tercepat memulai MPLS di Sulawesi Selatan,” ujar perwakilan Kemensos.

Antusiasme masyarakat pun sangat tinggi. Ratusan orang tua turut mengantar anak-anak mereka pada hari pertama sekolah sehingga jumlah tamu yang hadir jauh melampaui perkiraan panitia.

Sementara itu, PPK Kementerian PUPR mengungkapkan bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Takalar telah mencapai 85 persen. Meski masih terdapat sejumlah pekerjaan penyelesaian, fasilitas utama telah siap digunakan sehingga kegiatan MPLS dapat berlangsung sesuai jadwal.

Menurutnya, keberhasilan Takalar tidak lepas dari komunikasi dan koordinasi yang intensif antara Kementerian PUPR, Kementerian Sosial, dan Pemerintah Kabupaten Takalar.

“Komitmen Bupati Takalar sangat luar biasa. Kami terus berkoordinasi agar sekolah ini dapat segera difungsikan dan memberikan manfaat bagi anak-anak,” katanya.

Dalam sambutannya, Bupati Takalar mengungkap kisah perjuangan memperoleh program Sekolah Rakyat. Ia mengaku tetap memperjuangkan Takalar meski saat itu masa pengusulan program telah dinyatakan ditutup.

“Saya datang langsung ke Jakarta membawa proposal dan mempresentasikan kesiapan Takalar. Walaupun pengusulan sudah ditutup, saya tetap berusaha memenuhi seluruh persyaratan, mulai dari kesiapan lahan, sertifikat hingga infrastruktur. Alhamdulillah, Takalar akhirnya dipercaya menjadi salah satu daerah penerima Sekolah Rakyat,” ungkap Daeng Manye.

Perjuangan tersebut membuahkan hasil membanggakan. Takalar menjadi salah satu daerah yang memperoleh Sekolah Rakyat jenjang SMP dan SMA sekaligus, sebagai bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap kesiapan daerah.

Bupati menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas. Menurutnya, fasilitas sekolah yang lengkap dengan ruang belajar modern, aula, lapangan olahraga, asrama, hingga layanan makan bagi siswa menjadi modal besar untuk mencetak generasi unggul.

“Kalau menanam padi, tiga bulan sudah panen. Tetapi pendidikan baru akan kita panen hasilnya 10 sampai 20 tahun ke depan. Dari sekolah ini saya berharap lahir camat, tentara, polisi, dokter, bupati, bahkan menteri. Tidak ada yang mustahil jika anak-anak belajar dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.

Pada tahun ajaran perdana ini, Sekolah Rakyat Takalar diikuti 330 siswa, termasuk 60 siswa asal Kabupaten Gowa yang akan menjalani pendidikan berasrama bersama peserta didik dari Kabupaten Takalar.

Bupati berharap seluruh siswa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya serta mengajak seluruh orang tua, tenaga pendidik, dan pemerintah bersama-sama menjaga Sekolah Rakyat sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia unggul.

“Ini bukan sekadar membangun gedung sekolah. Ini adalah membangun masa depan Indonesia. Dari tempat inilah kita berharap lahir generasi yang mampu mengangkat derajat keluarga, daerah, dan bangsa,” pungkasnya.

Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Takalar menjadi tonggak penting dimulainya perjalanan pendidikan bagi 330 siswa. Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi model pendidikan berasrama yang melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan menjadi solusi nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Senin, 13 Juli 2026

Bupati Takalar Daeng Manye Adakan Syukuran ke 59 Tahun

Takalar – Suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan rasa syukur mewarnai Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Senin (13/7/2026), saat Pemerintah Kabupaten Takalar menggelar syukuran memperingati hari ulang tahun ke-59 Bupati Takalar, H. Mohammad Firdaus Daeng Manye. Kegiatan ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Bupati Takalar H. Hengky Yasin, Sekretaris Daerah, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, pimpinan BUMD, pejabat administrator, para camat, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Takalar.

Acara diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Pimpinan Pondok Pesantren Bajeng Takalar. Dalam doa tersebut dipanjatkan harapan agar Bupati Daeng Manye senantiasa diberikan kesehatan, umur yang berkah, kekuatan, serta kebijaksanaan dalam mengemban amanah memimpin Kabupaten Takalar. Doa juga dipanjatkan agar seluruh jajaran pemerintah tetap solid dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Takalar H. Hengky Yasin menyampaikan ucapan selamat ulang tahun sekaligus apresiasi atas dedikasi dan komitmen Bupati Daeng Manye dalam memimpin daerah. Ia berharap Bupati selalu diberi kesehatan, umur panjang, dan semangat untuk terus membawa Kabupaten Takalar menjadi daerah yang semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Takalar H. Mohammad Firdaus Daeng Manye mengungkapkan rasa syukur atas nikmat usia yang diberikan Allah SWT serta menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan seluruh pihak. Menurutnya, berbagai capaian pembangunan yang diraih Kabupaten Takalar merupakan hasil kerja sama seluruh elemen pemerintah, Forkopimda, dan masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga kekompakan dan memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan visi pembangunan daerah.

“Semua capaian yang diraih hingga hari ini merupakan hasil kerja bersama. Terima kasih atas doa, dukungan, dan kebersamaan yang terus terjalin. Insya Allah saya akan terus berupaya menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya demi mewujudkan Kabupaten Takalar yang semakin maju, sejahtera, adil, dan berdaya saing,” ujar Daeng Manye.

Suasana kekeluargaan semakin terasa ketika seluruh tamu undangan memberikan ucapan selamat dan doa terbaik kepada Bupati Takalar. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan siang bersama sebagai simbol kebersamaan dan soliditas seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Takalar dalam melanjutkan pembangunan daerah demi mewujudkan Takalar yang lebih maju dan sejahtera.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done