TOPIK TAKALAR

Rabu, 09 September 2026

Bupati Takalar Mengingatkan ASN dan PPPK Siapkan Perlindungan Finansial Sejak Dini Hadapi Masa Purnabakti

TAKALAR - Bupati Takalar Dorong ASN dan PPPK Siapkan Perlindungan Finansial Sejak Dini Hadapi Masa Purnabakti
Bupati Takalar Dorong ASN dan PPPK Siapkan Perlindungan Finansial Sejak Dini Hadapi Masa Purnabakti
PORTALMETRO.ID, Takalar – Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar untuk mulai mempersiapkan perlindungan dan perencanaan finansial sejak dini sebagai bekal menghadapi masa purnabakti.

Dorongan tersebut disampaikan Bupati Takalar saat menghadiri penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Takalar dengan PT Asuransi Jiwa Taspen atau Taspen Life di Mercure Hotel Makassar, Jalan AP Pettarani No. 4, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (9/9/2026).

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman sekaligus pilihan perlindungan finansial bagi ASN dan PPPK di Kabupaten Takalar dalam mempersiapkan masa depan, khususnya saat memasuki masa pensiun.

Daeng Manye menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 3.900 ASN dan PPPK yang menjadi bagian dari aparatur Pemerintah Kabupaten Takalar. Jumlah tersebut dinilai sebagai potensi besar yang membutuhkan sosialisasi lebih luas terkait manfaat perlindungan dan perencanaan masa depan melalui Taspen Life.

“Sekitar 3.900, kurang lebih 4.000 lah semua, jadi kali dua 8.000. Ini menjadi potensi market daripada Taspen,” kata Daeng Manye.

Menurutnya, pemahaman ASN dan PPPK mengenai pentingnya perlindungan finansial masih perlu terus ditingkatkan. Karena itu, ia meminta agar program sosialisasi dilakukan secara masif dan menyentuh seluruh jajaran perangkat daerah.

“Berarti masih banyak sekali, sangat banyak. Ini kan butuh pemahaman dari para ASN, PPPK, manfaat daripada Taspen ini,” ujarnya.

Persiapan Pensiun Harus Dilakukan Sejak Usia Produktif

Daeng Manye menegaskan bahwa persiapan menghadapi masa pensiun tidak seharusnya baru dilakukan ketika pegawai mendekati usia purnabakti. Menurutnya, ASN dan PPPK perlu membangun perencanaan keuangan sejak masih berada pada usia produktif.

Ia bahkan membagikan pengalamannya ketika bekerja di Telkom dan melihat sejumlah pegawai yang mengalami persoalan setelah memasuki masa pensiun akibat kurangnya kemampuan dalam mengelola dana yang diterima.

“Karena pengalaman kita, mereka jago di pekerjaan, tapi tidak jago bisnis. Nah, begitu selesai, langsung kena tipu, habis, Pak,” ungkapnya.

Atas dasar itu, Bupati Takalar mengusulkan agar sosialisasi program perlindungan dan perencanaan masa depan dilakukan secara bertahap, dimulai dari para pejabat, kemudian diteruskan kepada seluruh ASN dan PPPK di masing-masing perangkat daerah.

“Langkah taktis dan teknisnya itu sosialisasi kepada pejabat dulu, ketuk tular, terus ke bawah, ke bawah,” katanya.

Selain sosialisasi, Daeng Manye juga meminta perangkat daerah terkait memastikan validitas data kepegawaian sebagai dasar kepesertaan dan pembayaran premi.

“Ketika sudah Taspen, database-nya valid, setiap bulan juga harus dipotong, jadi ini juga bentuk validasi data ke dalam, ini juga penting,” jelasnya.

Ingin ASN Tenang dan Tetap Sejahtera Saat Purnabakti

Menurut Daeng Manye, perlindungan dan perencanaan masa depan bagi ASN dan PPPK merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mendukung jaminan kesejahteraan sosial bagi aparatur.

“Bagi kami di Pemda manfaatnya bahwa tugas kami untuk jaminan kesejahteraan sosial ini bisa terselesaikan,” tuturnya.

Ia juga secara khusus mendorong ASN generasi muda, terutama pegawai berusia di bawah 30 tahun, agar mulai memikirkan perlindungan finansial sejak awal bekerja.

“Yang kelahiran 2000-an lah, yang masih umur 25, di bawah 30, itu diajak sekalian,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut semakin penting karena dalam beberapa tahun mendatang cukup banyak ASN yang akan memasuki masa pensiun.

“Banyak mau pensiun-pensiun ini, lima tahun terakhir ini banyak mau pensiun,” katanya.

Bupati Takalar berharap kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Takalar dan Taspen Life dapat memberikan rasa aman dan ketenangan kepada ASN maupun PPPK sehingga mereka dapat menjalankan tugas pemerintahan secara lebih fokus dan produktif.

“Silakan ini teman-teman manfaatkan,” katanya.

Ia berharap para aparatur tidak lagi merasa khawatir berlebihan mengenai keberlangsungan kehidupan setelah memasuki masa purnabakti.

“Sehingga mereka tenang, kerja fokus. Ndak mikir lagi, insyaallah asap dapurnya masih tetap ngebul kalau sudah pensiun,” ujarnya.

Taspen Life Komitmen Dukung Kesejahteraan ASN

Sementara itu, Kepala Divisi Distribusi Pemasaran PT Taspen Makassar, Lulus Heriyanto, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara Taspen Life dan Pemerintah Kabupaten Takalar.

Menurutnya, kesejahteraan ASN tidak hanya berkaitan dengan penghasilan selama masih aktif bekerja, tetapi juga mencakup perlindungan finansial bagi pegawai dan keluarganya.

“ASN merupakan pilar utama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik,” kata Lulus.

Ia menjelaskan, penandatanganan PKS tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menghadirkan perlindungan bagi ASN, mulai dari perlindungan jiwa, perencanaan keuangan hingga persiapan menghadapi masa purnatugas.

Dengan adanya kerja sama tersebut, ASN diharapkan dapat bekerja dengan lebih tenang, produktif dan fokus dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Takalar.

Taspen Life, lanjut Lulus, sebagai salah satu anak perusahaan Taspen Group, berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan ASN.

“Semoga kerja sama ini membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi Pemerintah Kabupaten Takalar dan seluruh ASN yang sejahtera, profesional, dan berdaya saing,” ujarnya.

Lulus juga menyampaikan apresiasi kepada Branch Manager PT Taspen (Persero), Fani Yuda, atas dukungan dan arahannya kepada jajaran Taspen Life Relation Officer Kantor Cabang Makassar.

Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Takalar dan Taspen Life ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesadaran ASN dan PPPK mengenai pentingnya perlindungan finansial serta perencanaan masa depan, sehingga kesejahteraan aparatur tetap terjaga, baik selama menjalankan tugas maupun setelah memasuki masa purnabakti.


Selasa, 08 September 2026

Panen Raya Tebu Barugaya, Daeng Manye Bawa Kabar Gembira untuk Petani


Panen tebu seluas sekitar 120 hektare di Desa Barugaya, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, akhirnya terealisasi setelah sebelumnya sempat terancam gagal panen.

Keberhasilan itu dirayakan dalam panen raya yang dihadiri Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye pada Selasa, (8/09/2026). Kegiatan berlangsung sejak sekitar pukul 13.00 Wita dan dihadiri Anggota DPRD Takalar Ichsan Ariansyah Muchtar dan Nur Alim Rukman.

Puluhan petani bersama ibu-ibu warga Barugaya ikut hadir. Bagi masyarakat, panen tersebut bukan sekadar aktivitas pertanian, tetapi juga menjadi momentum syukuran atas hasil yang akhirnya dapat dinikmati petani.

Daeng Manye mengatakan sekitar 120 hektare lahan tebu tersebut sebelumnya berada dalam kondisi yang nyaris gagal panen. Namun, melalui fasilitasi Pemerintah Kabupaten Takalar bersama PTPN, seluruh lahan akhirnya dapat dipanen.

“Alhamdulillah, kurang lebih 120 hektare yang hampir gagal panen, tetapi karena fasilitasi Pemda dan PTPN akhirnya semua dipanen,” kata Daeng Manye.

Menurut dia, hasil panen mulai memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama petani tebu di Desa Barugaya.

Daeng Manye juga mengapresiasi kehadiran anggota DPRD Takalar yang dinilainya aktif turun ke masyarakat dan menyerap langsung aspirasi warga.

“Tepuk tangan untuk Pak Dewan, beliau sering hadir dan selalu membersamai saya ketika turun kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat penting untuk memastikan kebutuhan petani mendapat perhatian pemerintah.

Selain DPRD, Daeng Manye menyampaikan apresiasi kepada pihak PTPN yang selama ini intens berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Takalar mengenai perkembangan komoditas tebu dan kondisi petani.

“Seringka koordinasi dengan beliau, membicarakan bagaimana perkembangan tebu dan bagaimana rakyat yang ada di Takalar ini,” katanya.

Bagi Daeng Manye, kolaborasi antara pemerintah daerah dan PTPN menjadi salah satu kunci untuk menjaga keberlanjutan usaha petani tebu. Pemerintah, kata dia, akan terus berupaya memperjuangkan agar masyarakat petani mendapatkan dukungan melalui berbagai program.

Dalam kesempatan itu, Daeng Manye meminta Dinas Pertanian Takalar memasukkan masyarakat Barugaya dalam CPCL agar dapat menjadi sasaran program pemerintah pada masa mendatang.

“Masukkan dalam CPCL, sehingga menjadi perhatian pemerintah ke depan,” tegasnya.

Ia juga berharap PTPN dapat terus memberikan dukungan, khususnya dalam proses penanaman, sehingga masyarakat dapat lebih fokus mengelola lahan yang mereka miliki.

“PTPN untuk tanam sehingga masyarakat kita fokus,” ujarnya.

Daeng Manye mengatakan keberhasilan panen tersebut menjadi kabar baik karena berkaitan langsung dengan penghidupan masyarakat.

“Saya datang membawa kabar gembira, perjuangan saya bersama teman-teman semua, termasuk PTPN, untuk memajukan kesejahteraan rakyat di Barugaya,” katanya.

Ia kemudian mengajak masyarakat Barugaya menjaga kekompakan sekaligus mendukung program pemerintah daerah. Daeng Manye juga mengingatkan warga untuk mensyukuri hasil panen sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

“Semakin banyak bersyukur, maka insyaallah nikmatnya ditambah oleh Allah SWT,” ujarnya.

Suasana panen raya juga diwarnai ajakan memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ajakan itu disampaikan Daeng Manye mengingat kegiatan berlangsung dalam suasana bulan Maulid.

Panen raya berlangsung hingga sekitar pukul 15.00 Wita dan ditutup dengan sesi foto bersama Bupati Takalar, petani, serta masyarakat yang hadir. (*)

Bupati Takalar Menggagas Festival Pesantren, Dorong 24 Ponpes Tampilkan Potensi Santri

TAKALAR -Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menggagas pelaksanaan Festival Pondok Pesantren yang akan melibatkan seluruh pondok pesantren di Kabupaten Takalar.

Festival tersebut direncanakan digelar bertepatan dengan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026.

Gagasan itu disampaikan Daeng Manye saat berdiskusi bersama sejumlah pimpinan pondok pesantren dan jajaran Pemerintah Kabupaten Takalar, Senin (7/9/2026).

Bupati mengatakan, ide pelaksanaan festival muncul setelah dirinya menghadiri kegiatan panggung gembira di Pondok Pesantren Nurul As’adiyah beberapa hari sebelumnya.

Dari kegiatan tersebut, Daeng Manye melihat besarnya potensi yang dimiliki para santri, khususnya dalam bidang seni, kreativitas, keagamaan, dan berbagai keterampilan lainnya.

“Saya langsung terinspirasi setelah sampai di sana untuk mengadakan Festival Pondok Pesantren,” kata Daeng Manye.

Berdasarkan pendataan Pemerintah Kabupaten Takalar, terdapat sekitar 24 pondok pesantren yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Takalar.

Jumlah tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah untuk merancang festival sebagai kegiatan bersama yang dapat melibatkan seluruh pondok pesantren.

Menurut Daeng Manye, festival tersebut nantinya tidak hanya diarahkan sebagai ajang perlombaan antarpesantren. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat syiar Islam sekaligus memperkenalkan kualitas dan potensi pondok pesantren kepada masyarakat.

Festival juga diharapkan mampu menjadi wadah bagi para santri untuk menunjukkan kreativitas, bakat, serta kemampuan yang mereka miliki.

“Kita ingin masyarakat semakin mengenal pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang memiliki kualitas dan potensi,” ujarnya.

Daeng Manye berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan pesantren dan mendorong semakin banyak orang tua memilih pondok pesantren sebagai salah satu pilihan pendidikan bagi anak-anak mereka.

“Sehingga masyarakat lebih berminat masuk pondok pesantren, jadi banyak orang mencari pondok pesantren dan melihat bahwa pondok pesantren itu punya kualitas yang bagus,” pungkasnya.

Dengan konsep yang melibatkan seluruh pondok pesantren, Festival Pondok Pesantren diharapkan menjadi agenda yang tidak hanya memeriahkan Hari Santri Nasional, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren dalam pembangunan sumber daya manusia dan kehidupan keagamaan di Kabupaten Takalar.

Bupati Takakar Puji Nur Alim Rukman pada Acara Syukuran Panen Raya Tebu, Aktif Perjuangkan Aspirasi Warga

TAKALAR – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye memberikan apresiasi kepada anggota DPRD Takalar dari Fraksi NasDem, Nur Alim Rukman Dg Nompo, yang dinilai aktif hadir dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Daeng Manye saat menghadiri syukuran panen raya tebu di Desa Barugaya, Kecamatan Polongbangkeng Timur (Poltim), Kabupaten Takalar, Selasa (8/9/2026).

Di hadapan masyarakat, Bupati Daeng Manye secara khusus mengajak warga memberikan tepuk tangan kepada Nur Alim Rukman Dg Nompo yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

“Beliau sering hadir dan selalu membersamai saya ketika turun kepada masyarakat. Ini menunjukkan Bapak Dewan kita mencintai masyarakat kita,” ujar Daeng Manye.

Menurutnya, kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat merupakan bagian penting dalam memastikan berbagai aspirasi dan persoalan warga dapat disampaikan kepada pemerintah.

Daeng Manye menyebut Nur Alim Rukman Dg Nompo selama ini aktif menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah, termasuk persoalan infrastruktur yang menjadi kebutuhan warga.

Salah satunya terkait akses jalan di Desa Balangtanaya yang disebut telah sekitar 20 tahun tidak mendapatkan perbaikan.

“Pak Dewan ini sering menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah, kepada Pak Bupati,” kata Daeng Manye.

Bupati menilai perhatian terhadap persoalan infrastruktur tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian seorang legislator terhadap masyarakat yang diwakilinya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah membutuhkan dukungan dan sinergi dari DPRD serta seluruh elemen masyarakat untuk menghadirkan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga.

Panen Raya Tebu Jadi Momentum Kebersamaan

Dalam kesempatan tersebut, Daeng Manye juga menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya syukuran panen raya tebu bersama masyarakat Barugaya.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar menjadi momentum untuk merayakan hasil panen, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan antara pemerintah, petani, PTPN, DPRD, dan masyarakat.

“Perjuangan kita bersama, termasuk bersama PTPN, adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat Barugaya, khususnya para petani tebu,” ungkapnya.

Menurut Daeng Manye, sektor pertanian tebu memiliki peran penting dalam menopang kehidupan masyarakat. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong berbagai upaya agar petani mendapatkan dukungan dan kesempatan untuk meningkatkan produksi serta kesejahteraannya.

Bupati juga meminta agar masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat didata dan dimasukkan dalam CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) sehingga dapat menjadi bagian dari perhatian pemerintah dalam program pertanian ke depan.

“Yang paling penting, masyarakat harus tetap diurus dan didata. Masukkan ke dalam CPCL sehingga menjadi perhatian pemerintah ke depan,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, PTPN, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk mengembangkan sektor pertanian tebu di Barugaya.

Bupati: Pemerintah Harus Hadir untuk Masyarakat

Daeng Manye menegaskan bahwa pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga bagaimana meningkatkan taraf hidup masyarakat dan membuka peluang ekonomi bagi warga.

“Kalau kita berpikir bagaimana kehidupan masyarakat bisa menjadi lebih baik, bagaimana mereka bisa bekerja dan memperoleh penghasilan yang layak, maka pemerintah harus hadir,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat Barugaya untuk menjaga kekompakan dan terus mendukung program pembangunan pemerintah daerah.

“Saya sangat senang melihat masyarakat Barugaya hari ini bersyukur dan bergembira. Karena semakin banyak kita bersyukur, insyaAllah nikmat kita akan ditambah oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tuturnya.

Syukuran panen raya tebu di Desa Barugaya tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendorong kesejahteraan petani tebu.

Sementara kehadiran Nur Alim Rukman Dg Nompo mendapat apresiasi langsung dari Bupati Daeng Manye sebagai bentuk konsistensinya dalam hadir bersama masyarakat dan memperjuangkan aspirasi warga di daerah pemilihannya.


Gagas Festival Pesantren, Bupati Daeng Manye Dorong 24 Ponpes Tampilkan Potensi Santri

Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menggagas pelaksanaan Festival Pondok Pesantren yang akan melibatkan seluruh pondok pesantren di Kabupaten Takalar.

Festival tersebut direncanakan digelar bertepatan dengan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026.

Gagasan itu disampaikan Daeng Manye saat berdiskusi bersama sejumlah pimpinan pondok pesantren dan jajaran Pemerintah Kabupaten Takalar, Senin (7/9/2026).

Bupati mengatakan, ide pelaksanaan festival muncul setelah dirinya menghadiri kegiatan panggung gembira di Pondok Pesantren Nurul As’adiyah beberapa hari sebelumnya.

Dari kegiatan tersebut, Daeng Manye melihat besarnya potensi yang dimiliki para santri, khususnya dalam bidang seni, kreativitas, keagamaan, dan berbagai keterampilan lainnya.

“Saya langsung terinspirasi setelah sampai di sana untuk mengadakan Festival Pondok Pesantren,” kata Daeng Manye.

Berdasarkan pendataan Pemerintah Kabupaten Takalar, terdapat sekitar 24 pondok pesantren yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Takalar.

Jumlah tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah untuk merancang festival sebagai kegiatan bersama yang dapat melibatkan seluruh pondok pesantren.

Menurut Daeng Manye, festival tersebut nantinya tidak hanya diarahkan sebagai ajang perlombaan antarpesantren. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat syiar Islam sekaligus memperkenalkan kualitas dan potensi pondok pesantren kepada masyarakat.

Festival juga diharapkan mampu menjadi wadah bagi para santri untuk menunjukkan kreativitas, bakat, serta kemampuan yang mereka miliki.

“Kita ingin masyarakat semakin mengenal pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang memiliki kualitas dan potensi,” ujarnya.

Daeng Manye berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan pesantren dan mendorong semakin banyak orang tua memilih pondok pesantren sebagai salah satu pilihan pendidikan bagi anak-anak mereka.

“Sehingga masyarakat lebih berminat masuk pondok pesantren, jadi banyak orang mencari pondok pesantren dan melihat bahwa pondok pesantren itu punya kualitas yang bagus,” pungkasnya.

Dengan konsep yang melibatkan seluruh pondok pesantren, Festival Pondok Pesantren diharapkan menjadi agenda yang tidak hanya memeriahkan Hari Santri Nasional, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren dalam pembangunan sumber daya manusia dan kehidupan keagamaan di Kabupaten Takalar.

Senin, 07 September 2026

Tim Penggerak PKK Takalar Gelar Rapat Rutin Dirangkaikan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

Tim Penggerak PKK Kabupaten Takalar melaksanakan rapat rutin yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Takalar, Kadis Sosial & PMD Kab. Takalar, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Takalar, Wakil Ketua TP. PKK Kab. Takalar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kab. Takalar, Ketua Bhayangkari Takalar, Ketua Persik Candra Kirana Takalar, Camat se-Kab. Takalar, para Kepala Desa, jajaran pengurus dan anggota TP PKK Kabupaten Takalar.

Dalam kegiatan tersebut, H. Muchsin Ramlan, S.Pd.I., MM. membawakan ceramah agama dengan tema hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk mengenang keteladanan Rasulullah SAW sekaligus meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Ia menyampaikan bahwa Rasulullah SAW merupakan sosok teladan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari keimanan, akhlak, kepemimpinan, hingga kehidupan bermasyarakat. Karena itu, nilai-nilai keteladanan Rasulullah hendaknya tidak hanya diperingati dalam kegiatan Maulid, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menjadi momentum bagi kita untuk meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam menjalani kehidupan,” ujar pembawa ceramah.

Sementara itu, Bupati Takalar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan rapat rutin TP PKK yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai penting, tidak hanya sebagai sarana mempererat silaturahmi, tetapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.

Bupati juga mengajak seluruh jajaran TP PKK Kabupaten Takalar untuk terus memperkuat peran dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

“PKK memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, mari kita terus memperkuat kebersamaan, meningkatkan koordinasi dan menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Bupati.

Lebih lanjut, Bupati Takalar berharap nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran TP PKK untuk bekerja dengan penuh keikhlasan, menjaga kebersamaan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sabtu, 05 September 2026

Bupati Takalar Sidak Puskesmas Tanakeke: Warga Kurang Mampu Bakal Didaftarkan BPJS Ditanggung Pemda

Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye melakukan sidak ke UPT Puskesmas Tanakeke, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu (2/9/2026).

Kunjungan mendadak itu dilakukan di sela agenda peninjauan pelayanan publik sekaligus menyerap aspirasi warga di Kecamatan Kepulauan Tanakeke.

Warga Kurang Mampu Didaftarkan BPJS Gratis

Dalam sidak tersebut, Daeng Manye menyoroti akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Ia memerintahkan pendataan warga kategori desil 1 sampai 5 untuk segera didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Iuran bulanan BPJS tersebut akan ditanggung Pemerintah Kabupaten Takalar.

Saya minta Kepala Dinas Sosial mendaftarkan mereka. Nantinya jika sakit dan berobat, warga tidak perlu membayar karena bulanannya ditanggung pemda,” tegas Daeng Manye.

Menurutnya, kondisi geografis Tanakeke sebagai wilayah kepulauan tidak boleh jadi alasan warga kesulitan berobat. Dengan jumlah penduduk sekitar 8.077 jiwa dan jarak 10–15 kilometer dari daratan Takalar, pelayanan di pulau harus setara dengan wilayah daratan.

Soroti Infrastruktur dan Potensi Wisata

Selain kesehatan, Bupati juga menyoroti infrastruktur dasar seperti pembangunan dermaga yang lebih layak dan penerangan listrik.

Ia mengakui pembangunan di wilayah pulau butuh proses bertahap, namun pemda akan terus mendorong pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Pembangunan di pulau memang membutuhkan proses dan perjuangan tahap demi tahap. Yang penting kita terus berupaya,” ujarnya.

Antusiasme anak-anak sekolah di Tanakeke juga jadi perhatian. Daeng Manye mengaku terharu melihat semangat generasi muda di wilayah kepulauan. Ia menilai anak-anak Tanakeke punya potensi besar sehingga harus didukung lewat akses pendidikan, kesehatan, dan fasilitas memadai.

Tanakeke sendiri merupakan salah satu dari 7 destinasi wisata unggulan Takalar. Potensi baharinya bisa dikembangkan lewat snorkeling, memancing, hingga hutan mangrove yang diharapkan berdampak pada ekonomi warga.

Pendataan Dimulai 7 September

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done