TOPIKTAKALAR.COM,Takalar.Sepenggal perjalanan hidup sudah dilalui dengan ayunan langkah yang cukup memberikan arti dalam kehidupan masyarakat.
Tak terasa waktu kurang 1 bulan sudah 1 tahun " H.Mohammad Firdaus Daeng Manye " sebagai nahkoda daerah dua pahlawa nasional ; Ranggong Daeng Romo dan H.Padjonga Daeng Naglle sudah menorehkan kepedulian terhadap keinginan masyarakat yang dipimpinnya.
Kendati harapan baru 11 bulan masa kerjanya periode 2024-2029 jauh lebih besar yang masih tersisa 4 tahun sehingga jauh masih lebih besar harapan pasti untuk lebih memantapkan peleksanaan pemerintahan bersama segenab jajarannya seperti yang diharapkan rakyatnya.
Tahun pertama 2024 kepemimpinan Daeng Manye paket H.Hengky Yasin diprediksi pembangunan infrastruktur belum banyak bergerak karena saat debat calon bupati wakil bupati oleh pasangan ini kurang memaparkan program kerja, namun berbanding terbalik lebih baik.
Betapa tidak diukur dari perbaikan jalan hingga akhir tahun 2024, beberapa poros jalan yang nyaris 10 tahun keatas menjadi sulit dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat akibat kerusakannya sudah menyeluruh dan tidak sempat dikerjakan bupati sebelumnya.
Seperti poros mangulabbe - takalar lama kecamatan mappakasunggu,
poros bontosanra kelurahan maradekaya kecamatan pattallassang dan poros campagaya bontolebang kelurahan patte'ne kecamatan polombangkeng selatan
kini sudah berubah menjadi aspal licin sehingga menjadi nyaman sehari-hari di gunakan masyarakat.
Dari kacamata obyektif untuk ketebalan aspal di semua poros kelihatan mematuhi standard maksimal sehingga kualitasnya dijamin bertahan lama dinikmati masyarakat.
Sedangkan perbaikan jalan untuk sejumlah kecamatan lain akan di publis kemudian.
Sejak awal suami Dewi Sri Ekowati terlihat tidak banyak bicara tetapi banyak berbuat untuk kepentingan rakyat.
Betapa tidak selain peningkatan infrastruktur sebagai kenyamanan pengguna jalan juga untuk pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2025 sebagai penunjang sebagian pembangunan, secara umum melampaui target.
Seperti pajak daerah tahun 2025 berhasil lampaui target dari Rp46,76 M, meningkat jadi Rp49,71M atau mencapai 106,30 persen.
Capaian tersebut mencerminkan efektivitas pengelolaan dan optimalisasi potensi pajak daerah oleh bapenda setempat.
Sejumlah jenis pajak menjadi penopang utama capaian tersebut, dengan realisasi yang melampaui target menunjukkan peningkatan signifikan.
Termasuk pajak barang dan jasa tertentu (PBJT), sektor parkir menjadi penyumbang terbesar dari target Rp250 juta, realisasi Rp522,87 juta atau 209,15 persen.
Kepala bapenda takalar, Rusdi, menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari penertiban dan penguatan pengawasan di lapangan.
Peningkatan pajak parkir katanya tidak terlepas dari penataan titik parkir, peningkatan pengawasan, serta penertiban terhadap potensi kebocoran yang selama ini terjadi, kata Rusdi. Putra almaruhum HM.Said Pammusu Daeng Ngesa bahwa selain PBJT parkir, PBJT hotel juga meningkat sampai 117,47 persen, disusul PBJT restoran yang mencapai 110,44 persen.
Semua PAD meningkat gila-gilaan, dari bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dari target Rp7,3 M, realisasi mencapai Rp7,88 M atau 108,08 persen.
Demikian juga pajak bumi, bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) terealisasi Rp5,72 M dari target Rp5,34 M atau mencapai 107,19 persen.
Sedangkan untuk sektor opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) realisasi 110,27 persen, sedangkan opsen bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) terealisasi sebesar 102,21 persen.
Peningkatan ini kata Rusdi adalah berkat bimbingan bupati, Daeng Manye tidak mau melihat kegagalan pelaksanaan tugas bertumpuh pada aparat pelaksana.
Aparat pemerintah katanya wajib mengemban tugas dengan baik mensukseskan semua program kerja untuk kepentingan rakyat, kata Rusdi menirukan Daeng Manye.