Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Takalar Muhammad Hasbi resmi berpamitan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar setelah 22 tahun mengabdikan diri sebagai birokrat di daerah tersebut.
Menariknya, keputusan itu diambil saat masa pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) masih tersisa sekitar 15 tahun.
Hasbi menyampaikan pamit di hadapan ribuan ASN Pemkab Takalar, Senin (5/10/2026), usai Apel Gabungan ASN di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang.
Berdiri bersama Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye di podium, Hasbi menyampaikan keputusannya untuk melanjutkan pengabdian di Pemerintah Kota Makassar.
Hasbi mengatakan keputusan tersebut dilandasi keinginan untuk mencari pengalaman dan tantangan baru. Selain itu, keluarganya juga berdomisili di Kota Makassar.
“Selain karena keluarga berdomisili di Kota Makassar, saya pikir saatnya mencari pengalaman baru. Saya akan melanjutkan pengabdian di Pemerintah Kota Makassar,” kata Hasbi.
Ia menyebut Takalar sebagai bagian penting dalam perjalanan hidup sekaligus tempat dirinya ditempa hingga mencapai puncak karier birokrasi daerah.
Selama 22 tahun mengabdi, Hasbi meniti karier dari jenjang pemerintahan paling bawah hingga dipercaya menduduki jabatan Sekda. Ia pernah menjadi Sekretaris Lurah, Lurah, Sekretaris Camat, hingga menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar. Pada 7 Oktober 2021,
Hasbi dilantik sebagai Sekda Takalar definitif oleh Bupati Takalar saat itu, Syamsari Kitta. Ia juga sempat dipercaya sebagai Penjabat Bupati Takalar dan dilantik pada 20 Desember 2024 oleh Pj Gubernur Sulawesi Selatan Zudan Arif Fakrulloh.
Salah satu catatan penting dalam perjalanan birokrasi Hasbi adalah keterlibatannya dalam proses perintisan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), hingga Takalar pertama kali meraih opini WTP dari BPK RI pada 2022.
“Tidak terasa 22 tahun saya lahir dan dibesarkan di sini, dari Seklur hingga Sekda. Takalar adalah sekolah kehidupan saya. Kini dengan sisa 15 tahun pengabdian, saya ingin mencari pengalaman baru di tempat lain untuk pengembangan diri,” ujar Hasbi.
Sebelum meninggalkan Pemkab Takalar, ia berpesan kepada seluruh ASN agar terus meningkatkan kapasitas, bekerja dengan penuh tanggung jawab, serta membantu Bupati dan Wakil Bupati Takalar mewujudkan visi dan misi pemerintahan.
“Bantu Bapak Bupati dan Wakil Bupati Takalar sukseskan visi misi beliau,” pungkasnya.