TAKALAR – Rencana investasi senilai Rp15 triliun di kawasan industri yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) Kabupaten Takalar diharapkan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi daerah.
BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Takalar mendorong agar investasi tersebut turut membuka lapangan kerja dan memperluas peluang usaha bagi masyarakat lokal.
Ketua Umum BPC HIPMI Takalar, Irwan Ola, menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mengawal percepatan pengembangan kawasan industri tersebut.
Menurut Irwan, pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Takalar yang menunjukkan tren positif perlu diperkuat melalui masuknya investasi dan pengembangan sektor industri.
“Peningkatan PDRB harus berdampak nyata bagi masyarakat. Proyeksi investasi Rp15 triliun di kawasan industri PSN merupakan peluang besar untuk memperkuat perekonomian Takalar,” ujar Irwan Ola’.
Ia menilai, kepastian regulasi, kemudahan perizinan, dan iklim investasi yang kondusif menjadi faktor penting dalam menarik minat investor.
HIPMI Takalar, lanjutnya, siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mendorong keterlibatan pengusaha lokal dalam rantai pasok industri.
“Kami ingin pengusaha muda dan UMKM Takalar tidak hanya menjadi penonton. Mereka harus mendapat kesempatan menjadi bagian dari ekosistem industri yang akan berkembang,” katanya.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, pengembangan kawasan industri tersebut diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan aktivitas usaha, serta menciptakan peluang kemitraan bagi pelaku UMKM.
Dengan proyeksi investasi Rp15 triliun, kawasan industri PSN Takalar berpotensi menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Selatan.
Namun, realisasi investasi dan dampak ekonominya akan sangat ditentukan oleh kesiapan infrastruktur, kepastian pelaksanaan proyek, serta keterlibatan dunia usaha lokal.