TOPIK TAKALAR

Selasa, 08 September 2026

Bupati Takalar Menggagas Festival Pesantren, Dorong 24 Ponpes Tampilkan Potensi Santri

TAKALAR -Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menggagas pelaksanaan Festival Pondok Pesantren yang akan melibatkan seluruh pondok pesantren di Kabupaten Takalar.

Festival tersebut direncanakan digelar bertepatan dengan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026.

Gagasan itu disampaikan Daeng Manye saat berdiskusi bersama sejumlah pimpinan pondok pesantren dan jajaran Pemerintah Kabupaten Takalar, Senin (7/9/2026).

Bupati mengatakan, ide pelaksanaan festival muncul setelah dirinya menghadiri kegiatan panggung gembira di Pondok Pesantren Nurul As’adiyah beberapa hari sebelumnya.

Dari kegiatan tersebut, Daeng Manye melihat besarnya potensi yang dimiliki para santri, khususnya dalam bidang seni, kreativitas, keagamaan, dan berbagai keterampilan lainnya.

“Saya langsung terinspirasi setelah sampai di sana untuk mengadakan Festival Pondok Pesantren,” kata Daeng Manye.

Berdasarkan pendataan Pemerintah Kabupaten Takalar, terdapat sekitar 24 pondok pesantren yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Takalar.

Jumlah tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah untuk merancang festival sebagai kegiatan bersama yang dapat melibatkan seluruh pondok pesantren.

Menurut Daeng Manye, festival tersebut nantinya tidak hanya diarahkan sebagai ajang perlombaan antarpesantren. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat syiar Islam sekaligus memperkenalkan kualitas dan potensi pondok pesantren kepada masyarakat.

Festival juga diharapkan mampu menjadi wadah bagi para santri untuk menunjukkan kreativitas, bakat, serta kemampuan yang mereka miliki.

“Kita ingin masyarakat semakin mengenal pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang memiliki kualitas dan potensi,” ujarnya.

Daeng Manye berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan pesantren dan mendorong semakin banyak orang tua memilih pondok pesantren sebagai salah satu pilihan pendidikan bagi anak-anak mereka.

“Sehingga masyarakat lebih berminat masuk pondok pesantren, jadi banyak orang mencari pondok pesantren dan melihat bahwa pondok pesantren itu punya kualitas yang bagus,” pungkasnya.

Dengan konsep yang melibatkan seluruh pondok pesantren, Festival Pondok Pesantren diharapkan menjadi agenda yang tidak hanya memeriahkan Hari Santri Nasional, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren dalam pembangunan sumber daya manusia dan kehidupan keagamaan di Kabupaten Takalar.

Bupati Takakar Puji Nur Alim Rukman pada Acara Syukuran Panen Raya Tebu, Aktif Perjuangkan Aspirasi Warga

TAKALAR – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye memberikan apresiasi kepada anggota DPRD Takalar dari Fraksi NasDem, Nur Alim Rukman Dg Nompo, yang dinilai aktif hadir dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Daeng Manye saat menghadiri syukuran panen raya tebu di Desa Barugaya, Kecamatan Polongbangkeng Timur (Poltim), Kabupaten Takalar, Selasa (8/9/2026).

Di hadapan masyarakat, Bupati Daeng Manye secara khusus mengajak warga memberikan tepuk tangan kepada Nur Alim Rukman Dg Nompo yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

“Beliau sering hadir dan selalu membersamai saya ketika turun kepada masyarakat. Ini menunjukkan Bapak Dewan kita mencintai masyarakat kita,” ujar Daeng Manye.

Menurutnya, kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat merupakan bagian penting dalam memastikan berbagai aspirasi dan persoalan warga dapat disampaikan kepada pemerintah.

Daeng Manye menyebut Nur Alim Rukman Dg Nompo selama ini aktif menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah, termasuk persoalan infrastruktur yang menjadi kebutuhan warga.

Salah satunya terkait akses jalan di Desa Balangtanaya yang disebut telah sekitar 20 tahun tidak mendapatkan perbaikan.

“Pak Dewan ini sering menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah, kepada Pak Bupati,” kata Daeng Manye.

Bupati menilai perhatian terhadap persoalan infrastruktur tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian seorang legislator terhadap masyarakat yang diwakilinya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah membutuhkan dukungan dan sinergi dari DPRD serta seluruh elemen masyarakat untuk menghadirkan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga.

Panen Raya Tebu Jadi Momentum Kebersamaan

Dalam kesempatan tersebut, Daeng Manye juga menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya syukuran panen raya tebu bersama masyarakat Barugaya.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar menjadi momentum untuk merayakan hasil panen, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan antara pemerintah, petani, PTPN, DPRD, dan masyarakat.

“Perjuangan kita bersama, termasuk bersama PTPN, adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat Barugaya, khususnya para petani tebu,” ungkapnya.

Menurut Daeng Manye, sektor pertanian tebu memiliki peran penting dalam menopang kehidupan masyarakat. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong berbagai upaya agar petani mendapatkan dukungan dan kesempatan untuk meningkatkan produksi serta kesejahteraannya.

Bupati juga meminta agar masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat didata dan dimasukkan dalam CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) sehingga dapat menjadi bagian dari perhatian pemerintah dalam program pertanian ke depan.

“Yang paling penting, masyarakat harus tetap diurus dan didata. Masukkan ke dalam CPCL sehingga menjadi perhatian pemerintah ke depan,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, PTPN, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk mengembangkan sektor pertanian tebu di Barugaya.

Bupati: Pemerintah Harus Hadir untuk Masyarakat

Daeng Manye menegaskan bahwa pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga bagaimana meningkatkan taraf hidup masyarakat dan membuka peluang ekonomi bagi warga.

“Kalau kita berpikir bagaimana kehidupan masyarakat bisa menjadi lebih baik, bagaimana mereka bisa bekerja dan memperoleh penghasilan yang layak, maka pemerintah harus hadir,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat Barugaya untuk menjaga kekompakan dan terus mendukung program pembangunan pemerintah daerah.

“Saya sangat senang melihat masyarakat Barugaya hari ini bersyukur dan bergembira. Karena semakin banyak kita bersyukur, insyaAllah nikmat kita akan ditambah oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tuturnya.

Syukuran panen raya tebu di Desa Barugaya tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendorong kesejahteraan petani tebu.

Sementara kehadiran Nur Alim Rukman Dg Nompo mendapat apresiasi langsung dari Bupati Daeng Manye sebagai bentuk konsistensinya dalam hadir bersama masyarakat dan memperjuangkan aspirasi warga di daerah pemilihannya.


Gagas Festival Pesantren, Bupati Daeng Manye Dorong 24 Ponpes Tampilkan Potensi Santri

Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menggagas pelaksanaan Festival Pondok Pesantren yang akan melibatkan seluruh pondok pesantren di Kabupaten Takalar.

Festival tersebut direncanakan digelar bertepatan dengan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026.

Gagasan itu disampaikan Daeng Manye saat berdiskusi bersama sejumlah pimpinan pondok pesantren dan jajaran Pemerintah Kabupaten Takalar, Senin (7/9/2026).

Bupati mengatakan, ide pelaksanaan festival muncul setelah dirinya menghadiri kegiatan panggung gembira di Pondok Pesantren Nurul As’adiyah beberapa hari sebelumnya.

Dari kegiatan tersebut, Daeng Manye melihat besarnya potensi yang dimiliki para santri, khususnya dalam bidang seni, kreativitas, keagamaan, dan berbagai keterampilan lainnya.

“Saya langsung terinspirasi setelah sampai di sana untuk mengadakan Festival Pondok Pesantren,” kata Daeng Manye.

Berdasarkan pendataan Pemerintah Kabupaten Takalar, terdapat sekitar 24 pondok pesantren yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Takalar.

Jumlah tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah untuk merancang festival sebagai kegiatan bersama yang dapat melibatkan seluruh pondok pesantren.

Menurut Daeng Manye, festival tersebut nantinya tidak hanya diarahkan sebagai ajang perlombaan antarpesantren. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat syiar Islam sekaligus memperkenalkan kualitas dan potensi pondok pesantren kepada masyarakat.

Festival juga diharapkan mampu menjadi wadah bagi para santri untuk menunjukkan kreativitas, bakat, serta kemampuan yang mereka miliki.

“Kita ingin masyarakat semakin mengenal pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang memiliki kualitas dan potensi,” ujarnya.

Daeng Manye berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan pesantren dan mendorong semakin banyak orang tua memilih pondok pesantren sebagai salah satu pilihan pendidikan bagi anak-anak mereka.

“Sehingga masyarakat lebih berminat masuk pondok pesantren, jadi banyak orang mencari pondok pesantren dan melihat bahwa pondok pesantren itu punya kualitas yang bagus,” pungkasnya.

Dengan konsep yang melibatkan seluruh pondok pesantren, Festival Pondok Pesantren diharapkan menjadi agenda yang tidak hanya memeriahkan Hari Santri Nasional, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren dalam pembangunan sumber daya manusia dan kehidupan keagamaan di Kabupaten Takalar.

Senin, 07 September 2026

Tim Penggerak PKK Takalar Gelar Rapat Rutin Dirangkaikan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

Tim Penggerak PKK Kabupaten Takalar melaksanakan rapat rutin yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Takalar, Kadis Sosial & PMD Kab. Takalar, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Takalar, Wakil Ketua TP. PKK Kab. Takalar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kab. Takalar, Ketua Bhayangkari Takalar, Ketua Persik Candra Kirana Takalar, Camat se-Kab. Takalar, para Kepala Desa, jajaran pengurus dan anggota TP PKK Kabupaten Takalar.

Dalam kegiatan tersebut, H. Muchsin Ramlan, S.Pd.I., MM. membawakan ceramah agama dengan tema hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk mengenang keteladanan Rasulullah SAW sekaligus meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Ia menyampaikan bahwa Rasulullah SAW merupakan sosok teladan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari keimanan, akhlak, kepemimpinan, hingga kehidupan bermasyarakat. Karena itu, nilai-nilai keteladanan Rasulullah hendaknya tidak hanya diperingati dalam kegiatan Maulid, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menjadi momentum bagi kita untuk meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam menjalani kehidupan,” ujar pembawa ceramah.

Sementara itu, Bupati Takalar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan rapat rutin TP PKK yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai penting, tidak hanya sebagai sarana mempererat silaturahmi, tetapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.

Bupati juga mengajak seluruh jajaran TP PKK Kabupaten Takalar untuk terus memperkuat peran dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

“PKK memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, mari kita terus memperkuat kebersamaan, meningkatkan koordinasi dan menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Bupati.

Lebih lanjut, Bupati Takalar berharap nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran TP PKK untuk bekerja dengan penuh keikhlasan, menjaga kebersamaan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sabtu, 05 September 2026

Bupati Takalar Sidak Puskesmas Tanakeke: Warga Kurang Mampu Bakal Didaftarkan BPJS Ditanggung Pemda

Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye melakukan sidak ke UPT Puskesmas Tanakeke, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu (2/9/2026).

Kunjungan mendadak itu dilakukan di sela agenda peninjauan pelayanan publik sekaligus menyerap aspirasi warga di Kecamatan Kepulauan Tanakeke.

Warga Kurang Mampu Didaftarkan BPJS Gratis

Dalam sidak tersebut, Daeng Manye menyoroti akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Ia memerintahkan pendataan warga kategori desil 1 sampai 5 untuk segera didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Iuran bulanan BPJS tersebut akan ditanggung Pemerintah Kabupaten Takalar.

Saya minta Kepala Dinas Sosial mendaftarkan mereka. Nantinya jika sakit dan berobat, warga tidak perlu membayar karena bulanannya ditanggung pemda,” tegas Daeng Manye.

Menurutnya, kondisi geografis Tanakeke sebagai wilayah kepulauan tidak boleh jadi alasan warga kesulitan berobat. Dengan jumlah penduduk sekitar 8.077 jiwa dan jarak 10–15 kilometer dari daratan Takalar, pelayanan di pulau harus setara dengan wilayah daratan.

Soroti Infrastruktur dan Potensi Wisata

Selain kesehatan, Bupati juga menyoroti infrastruktur dasar seperti pembangunan dermaga yang lebih layak dan penerangan listrik.

Ia mengakui pembangunan di wilayah pulau butuh proses bertahap, namun pemda akan terus mendorong pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Pembangunan di pulau memang membutuhkan proses dan perjuangan tahap demi tahap. Yang penting kita terus berupaya,” ujarnya.

Antusiasme anak-anak sekolah di Tanakeke juga jadi perhatian. Daeng Manye mengaku terharu melihat semangat generasi muda di wilayah kepulauan. Ia menilai anak-anak Tanakeke punya potensi besar sehingga harus didukung lewat akses pendidikan, kesehatan, dan fasilitas memadai.

Tanakeke sendiri merupakan salah satu dari 7 destinasi wisata unggulan Takalar. Potensi baharinya bisa dikembangkan lewat snorkeling, memancing, hingga hutan mangrove yang diharapkan berdampak pada ekonomi warga.

Pendataan Dimulai 7 September

Kamis, 03 September 2026

Bupati dan Wabup Takalar Tetap Pimpin Rapat Evaluasi Kinerja OPD hingga Larut Malam, Walaupun Kondisi Listrik Lagi Padam

Pemerintah Kabupaten Takalar menunjukkan komitmen tinggi terhadap transparansi dan percepatan pembangunan melalui rapat mingguan (weekly meeting) marathon yang dipimpin langsung Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Wakil Bupati H. Hengky Yasin.

Pertemuan strategis yang dihadiri oleh seluruh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekretaris, hingga kepala bidang ini digelar pada malam hari untuk memastikan efektivitas evaluasi kinerja tanpa mengganggu jam pelayanan publik harian.

Dinamika mewarnai jalannya rapat ketika pemadaman listrik mendadak terjadi di tengah agenda penting tersebut, yang semula dijadwalkan berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar.

Tanpa mengurangi esensi dan semangat koordinasi, pimpinan daerah bersama jajaran dengan sigap memindahkan lokasi pertemuan ke Ruang Auditorium Kantor Bupati Takalar agar arus pelaporan dan evaluasi program tetap berjalan lancar.

suasana di ruang rapat tetap terpantau aktif, dinamis, dan produktif dengan pengawalan ketat terhadap substansi program kerja daerah.


Bupati Takalar Letakkan Batu Pertama Kantor Kecamatan Kepulauan Tanakeke

Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye secara resmi memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan Kantor Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, pada Rabu (2/9/2026).

 Momentum bersejarah ini menandai babak baru upaya pemerintah daerah dalam mendekatkan pusat pelayanan administrasi birokrasi kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang bermukim di wilayah kepulauan terluar Kabupaten Takalar.

Kegiatan penting ini dihadiri dan didampingi oleh sejumlah pejabat esensial lingkup Pemkab Takalar, di antaranya Kadis PMD Andi Rijal Mustamin, Kadis PUTRPKP Budiar Rosal Saleh, serta Kadis TPHKPKP Drs. H. Parawangsa, M.Si. Turut hadir pula Camat Kepulauan Tanakeke H. Bostan Tika, jajaran kepala desa se-kecamatan, serta unsur pengamanan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang memastikan rangkaian acara berlangsung aman dan kondusif.

Dalam sambutannya warga yang antusias, Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye menekankan bahwa pembangunan kantor kecamatan representatif ini merupakan wujud nyata pemerataan pembangunan infrastruktur publik. Kehadiran fasilitas baru tersebut diharapkan mampu memangkas rentang kendali pelayanan birokrasi sehingga warga pulau tidak lagi harus menempuh perjalanan laut yang menantang hanya untuk mengurus administrasi kependudukan atau perizinan dasar.

Di satu sisi, proyek pembangunan ini disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat setempat yang selama bertahun-tahun mendambakan fasilitas kantor pemerintahan yang layak dan memadai. Namun, di sisi lain, pemerintah daerah dan pihak kecamatan juga menyadari adanya tantangan logistik pengiriman material bangunan ke pulau, yang menuntut komitmen tinggi dari para kontraktor dan pengawas teknis agar pembangunan dapat rampung tepat waktu tanpa mengurangi kualitas bangunan.

Pemerintah Kabupaten Takalar berharap sinergi yang kuat antara jajaran dinas terkait, pemerintah kecamatan, para kepala desa, dan unsur keamanan dapat terus dijaga hingga proses pembangunan tuntas. Kehadiran kantor camat yang baru ini kelak tidak hanya berfungsi sebagai pusat administrasi, tetapi juga menjadi simpul kebangkitan ekonomi dan sosial baru bagi seluruh warga Kepulauan Tanakeke.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done