TOPIKTAKALAR.COM,Takalar Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
Hal tersebut disampaikan saat Rapat Koordinasi Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (PERISAI) di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman No 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulsel, Kamis (15/01/2026).
Firdaus Daeng Manye menekankan bahwa biaya iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan sangat terjangkau.
“Iurannya itu sangat murah, hanya 16.800 rupiah per bulan,” ujar Daeng Manye
Ia kemudian merinci perhitungan sederhana untuk menggambarkan kecilnya iuran tersebut.
“16.800 itu kalau kita bagi 30 hari, itu tidak sampai 600 rupiah satu hari,” katanya.
Dengan nada tegas, Bupati melontarkan pernyataan yang langsung menarik perhatian peserta rapat.
“Masak kita tidak bisa sisihkan uang 600 rupiah satu hari untuk perlindungan diri kita?” tegasnya.
Menurut Bupati, perlindungan ini sangat penting bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal.
Ia menyebut petani dan nelayan sebagai kelompok yang paling rentan terhadap risiko kecelakaan kerja.
“Kebanyakan kalau masyarakat kita, petani kita, nelayan kita, yang mungkin secara ekonomi pas-pasan, kemudian mengalami musibah, siapa yang mau tanggung?” katanya.
Bupati menegaskan bahwa jaminan sosial bukan sekadar formalitas administrasi.
Tapi Ia menyebut manfaat nyata yang diterima peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Kalau meninggal dunia itu kurang lebih 42 juta rupiah,” ujarnya