TOPIKTAKALAR.COM,TAKALAR - Kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Takalar pada tahun 2025 menunjukkan capaian menggembirakan. Berdasarkan data resmi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Takalar, realisasi Pajak Daerah berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.
Total target Pajak Daerah 2025 sebesar Rp46,76 miliar, terealisasi hingga Rp49,71 miliar atau mencapai 106,30 persen. Capaian ini mencerminkan efektivitas pengelolaan dan optimalisasi potensi pajak daerah oleh Bapenda Takalar.
Sejumlah jenis pajak menjadi penopang utama capaian tersebut, dengan realisasi yang melampaui target bahkan mencatatkan lonjakan signifikan.
Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor parkir menjadi penyumbang tertinggi. Dari target Rp250 juta, realisasi mencapai Rp522,87 juta atau 209,15 persen.
Kepala Bapenda Takalar, Rusdi, menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari penertiban dan penguatan pengawasan di lapangan.
“Lonjakan pajak parkir ini tidak terlepas dari penataan titik parkir, peningkatan pengawasan, serta penertiban terhadap potensi kebocoran yang selama ini terjadi,” ujar Rusdi.
Selain PBJT parkir, PBJT hotel juga mencatatkan realisasi 117,47 persen, disusul PBJT restoran yang mencapai 110,44 persen.
Pendapatan dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) juga melampaui target. Dari target Rp7,3 miliar, realisasi mencapai Rp7,88 miliar atau 108,08 persen.
Sementara itu, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) terealisasi Rp5,72 miliar dari target Rp5,34 miliar atau mencapai 107,19 persen.
Di sektor opsen, Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencatatkan realisasi 110,27 persen, sedangkan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) terealisasi sebesar 102,21 persen.
Meski secara umum melampaui target, beberapa jenis pajak masih belum optimal. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan hanya terealisasi Rp1,67 juta dari target Rp28 juta atau sekitar 5,97 persen.
Menanggapi hal tersebut, Rusdi menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh.
“Untuk sektor yang masih rendah, kami akan melakukan pendataan ulang potensi, memperkuat pengawasan, serta berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait agar realisasinya dapat ditingkatkan,” jelasnya.
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mengapresiasi kinerja Bapenda Takalar atas capaian realisasi Pajak Daerah yang melampaui target.
“Alhamdulillah, capaian PAD kita patut disyukuri. Ini menunjukkan bahwa upaya pembenahan tata kelola pendapatan daerah mulai membuahkan hasil,” ujar Daeng Manye.
Ia menegaskan bahwa capaian tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Peningkatan PAD harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan dan pembangunan yang lebih baik,” tegasnya.
Daeng Manye juga meminta agar sektor-sektor pajak yang realisasinya masih rendah menjadi fokus perbaikan ke depan.
“Potensi yang belum tergarap maksimal harus segera dibenahi agar ke depan PAD Takalar semakin kuat dan berkelanjutan,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Takalar berharap capaian ini dapat menjadi pijakan dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah serta mendukung pembiayaan pembangunan secara berkelanjutan.