Kabar menggembirakan datang dari Kabupaten Takalar di bulan penuh berkah ini. Pemerintah Kabupaten Takalar mencatat lonjakan signifikan dalam capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tahun 2025.
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, dalam berbagai kesempatan kerap menekankan pentingnya membangun aspek manusia sebelum membangun infrastruktur fisik.
“Membangun Takalar tidak bisa hanya dengan infrastruktur. Kita harus membangun manusianya terlebih dahulu. Kemajuan daerah hanya bisa dicapai jika masyarakatnya sehat, berpendidikan, dan berdaya saing,” ujar Mohammad Firdaus Daeng Manye pada acara Leader’s Talk di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Senin (26/1/2026).
Ia menegaskan bahwa semangat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) tersebut kini mulai menguat di berbagai lini kebijakan daerah. “Pemerintah Kabupaten Takalar menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas SDM, baik melalui pendidikan, kesehatan, maupun penguasaan teknologi. Literasi menjadi fondasi utama untuk itu,” imbuhnya.
Berdasarkan surat Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nomor B.844/4/APB.00.02/II.2026 tertanggal 20 Februari 2026 yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional RI, nilai IPLM Kabupaten Takalar tahun 2025 mencapai 26,38.
Capaian tersebut menempatkan Takalar di peringkat 4 se-Sulawesi Selatan. Secara nasional, Takalar kini berada di posisi 33 besar dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Lonjakan ini dinilai sangat fantastis, mengingat sebelumnya Takalar berada di peringkat 20 tingkat provinsi. Hal ini menunjukkan adanya akselerasi tajam dalam pembangunan literasi masyarakat hanya dalam kurun waktu satu tahun.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar, Syainal Mannan, menyebut capaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh pemangku kepentingan. Peningkatan ini tidak terlepas dari program akselerasi bupati melalui implementasi strategi “Takalar Cepat untuk Takalar Unggul Teknologi Digital”.
“Sektor literasi digital menjadi salah satu fokus utama kami. Tim Peningkatan IPLM yang dibentuk aktif mengawal berbagai indikator penilaian, mulai dari kolaborasi dengan perpustakaan sekolah, desa, kecamatan, hingga perpustakaan khusus,” jelas Syainal.
Selain itu, dukungan para pegiat literasi di akar rumput serta koordinasi intensif dengan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan dan Perpustakaan Nasional RI menjadi kunci keberhasilan ini.
Sebagai bagian dari transformasi digital, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Takalar telah meluncurkan aplikasi KIBACA. Platform perpustakaan digital ini menyediakan 850 judul buku dengan total 3.394 eksemplar yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam melalui Play Store.
Untuk mendukung program unggulan daerah, sistem otomasi perpustakaan juga telah disiapkan melalui laman Sipakatau.takalarkab.go.id/perpustakaan. Fasilitas fisik berupa perangkat digital juga tersedia di Takalar Learning Centre (TLC) dan Studio Literasi yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, guru, maupun komunitas.
Meski meraih prestasi membanggakan, Syainal mengakui masih ada tantangan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan berkelanjutan guna mewujudkan masyarakat Takalar yang lebih cerdas dan unggul